Pemerintah Gandeng Jerman, Cetak ‘Master Trainer’ Sektor Industri

NERACA

Jakarta - Kementerian Perindustrian ikut aktif berperan dalam upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, khususnya bagi sektor industri. Hal ini sejalan dengan program prioritas pemerintah saat ini untuk meningkatkan kualitas SDM yang unggul agar bisa mewujudkan visi Indonesia Maju.

“Kami sangat menyambut baik adanya kolaborasi di antarastakeholderpendidikan vokasi, mulai dari pemerintah, asosiasi, sampai pelaku industri. Melalui program ini, kami berupaya memperkecil kesenjangan tenaga kerja khususunya di level menengah,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto pada Pembukaan Pelatihan Senior dan Master Trainer di Jakarta.

Eko menjelaskan, guna mewujudkan pembangunan SDM industri yang kompeten, pihaknya telah menetapkan enam langkah strategis.Pertama,pengembangan pendidikan vokasi industri menujudual systemmodel Jerman.Kedua, pembangunan politeknik dan akademi komunitas di kawasan industri atau kawasan pusat pertumbuhan industri dan wilayah pusat pertumbuhan industri.

“Yang ketiga adalah penyelenggaraan pendidikan vokasi yanglink and matchantara Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) dengan industri. Hingga saat ini, kami telah memfasilitasi kerja sama 2.612 SMK dengan 855 perusahaan industri yang membentuk 4.997 kerja sama,” tutur Eko.

Langkah keempat, menurut Eko Kemenperin rutin menggelar Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja). Berikutnya, pembangunan infrastruktur kompetensi dan sertifikasi kompetensi tenaga kerja industri. “Dan, yang keenam adalah pengembangan SDM industri 4.0. Salah satunya melalui pembangunan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) 4.0,” sebut Eko.

Eko mengungkapkan, kegiatan Pelatihan Senior dan Master Trainer bertujuan untuk menghasilkan tenaga pelatih di tempat kerja (perusahaan). Upaya ini mendukung implementasi program pendidikan sistem ganda (dual system).

Eko menyebutkan, melalui pelatihan tersebut, akan membekali para instruktur atau karyawan industri yang telah memiliki kemampuan teknis (skill) bidang industri, dengan kemampuan pedagogi untuk mengajar atau menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik.

Kemudian, lanjut Eko, pihaknya menyiapkan tenaga pelatih tersertifikasi yang selanjutnya memultiplikasi jumlah trainer atau pelatih tempat kerja pada perusahaan-perusahaan industri. Selain itu, bertujuan untuk menyiapkansilver expertatau karyawan purna bakti dari industri yang akan diberdayakan sebagai tenaga pengajar pada pendidikan vokasi.

“Melalui pelatihan ini, kita bisa belajar dari negara maju seperti Jerman, yang telah sukses menerapkan pendidikan vokasi dengan sistem ganda. Di sana, para lulusannya dibekaliskillyang sesuai kebutuhan pasar sehingga langsung terserap kerja. Ini juga adalah hasil nyata dari kerja sama antara dunia pendidikan dengan sektor industri,” papar Eko.

Kegiatan Pelatihan Senior dan Master Trainer merupakan wujud kolaborasi antara Kemenperin dengan Deutsche Gesselschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (Ekonid), Industrie und Handeskammer (IHK) Trier, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Lembaga Diklat Edukadin Jawa Tengah, serta Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jawa Timur.

“Kami berharap, para peserta yang mengikuti pelatihan ini, bisa mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya sekaligus melakukan multiplikasi kepada rekan-rekan kerja di perusahaan. Selain itu, dapat menyiapkan pelatihan yang menciptakan instruktur bagi siswa SMK yang melakukan praktik kerja maupun guru-guru SMK yang melakukan kegiatan magang industri,” tambah Eko.

Lebih lanjut, Eko berpesan kepada para peserta agar nanti ketika sudah lulus dapat terus memperkuat dan memperluas jejaring kerja sama dan saling mendukung di antara para peserta. “Sebab, mereka merupakan aset besar bagi bangsa ini, yang punya tanggung jawab untuk mencetak instruktur-instruktur baru di industri dalam upaya mengembangkan ekosistem pendidikan vokasi,” imbuh Eko.

Pada kesempatan ini, kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama 13 hari kerja, mulai tanggal 25 Januari - 6 Februari 2020, diikuti sebanyak 16 peserta untuk program Master Trainer dan lima peserta program pelatihan Senior Master yang berasal dari berbagai perusahan industri dan institusi.

Hingga saat ini, BPSDMI Kemenperin telah menggelar Pelatihan Pelatih Tempat Kerja (In-Company Trainers) sebanyak tigabatchdengan total 56 peserta. Selanjutnya, Pelatihan Master Trainer sebanyak duabatchdengan total 32 peserta, serta Pelatihan Senior Master (Grand Master) dengan total 5 peserta (satubatch).

BERITA TERKAIT

Pemerintah Mendorong KUR dan Teknologi 4.0

NERACA Karanganyar – Pemerintah dalam hal ini komit untuk mendorong kredit usaha rakyat (KUR) dan mendorong teknologi 4.0, seperti yang…

Perkuat Industri Baja Nasional, Solusi Kurangi Impor

NERACA Jakarta - Pemerintah bertekad semakin serius untuk membina dan membangun industri baja nasional, baik itu yang berstatus Badan Usaha…

Revisi UU Minerba Didorong Optimalkan Hilirisasi Industri

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong hilirisasi industri agar tetap berjalan dengan baik, karena selama ini aktivitas tersebut…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Pemerintah Mendorong KUR dan Teknologi 4.0

NERACA Karanganyar – Pemerintah dalam hal ini komit untuk mendorong kredit usaha rakyat (KUR) dan mendorong teknologi 4.0, seperti yang…

Perkuat Industri Baja Nasional, Solusi Kurangi Impor

NERACA Jakarta - Pemerintah bertekad semakin serius untuk membina dan membangun industri baja nasional, baik itu yang berstatus Badan Usaha…

Revisi UU Minerba Didorong Optimalkan Hilirisasi Industri

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong hilirisasi industri agar tetap berjalan dengan baik, karena selama ini aktivitas tersebut…