Miliki Visi Yang Sama, Bank Agro Masih Optimis Tumbuh - Gebrakan Pemegang Saham Baru

Neraca

Jakarta – PT Bank Agroniaga Niaga Tbk (AGRO) tengah mempersiapkan ekspansi dan gebrakan bisnis baru dari pemegang sahamnya pasca di akuisisi oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Bahkan memulai gebrakan baru, perseroan menyetujui perubahan nama perseroan menjadi PT BRI Agroniaga Tbk.

Direktur Bank Agro, Zuhri Anwar mengatakan, perubahan nama perseroan akan menjadi momentum baru ekspansi bisnis melalui citra yang kuat dari sang induknya, “Perubahan yang cukup mendasar dari nama dan logo korporasi, dilakukan seiring kepemilikan mayoritas dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terhadap bank Agro,”katanya di Jakarta, Rabu (18/4).

Oleh karena itu, dirinya menyampaikan optimis mampu mencatatkan pertumbuhan lebih besar dengan didorong induk usahanya BRI. Alasannya, hal ini selaras dengan visi dan strategi perseroan dalam pengembangan produk dan penyaluran kredit yang diarahkan ke sektor pertanian atau agrobisnis.

Dia juga menuturkan, peningkatan laba bersih perseroan sepanjang tahun 2011 berasal dari pendapatan atas penerimaan kembali aset yang telah dihapus bukukan sebesar Rp 2,66 milyar, dan pengembalian cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp 15,91 milyar pada tahun 2011.

Cara ini, lanjutnya dilakukan perseroan terkait dengan penerapan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) 50 dan 55, sementara di sisi lain pada tahun 2010 terdapat pencadangan penyisihan aktiva produktif sebesar Rp 17,83 milyar.

Kemudian dari hasil pencapaian tersebut, laba bersih perseroan (setelah pajak) meningkat 134,23% dari Rp 14,02 milyar menjadi Rp 32,85 milyar atau mencapai 144,00% dari target rencana bisnis perseroan.

Hasil usaha tahun 2011 meningkat 134,23% dibanding tahun 2010. Hal ini didukung dari perolehan pendapatan bunga bersih yang merupakan pendapatan utama Bank sebesar Rp 156,34 milyar walaupun pendapatan bunga tersebut turun tipis 0,87% dibanding tahun 2010 yang tercatat sebesar Rp 157,72 milyar. Sedangkan pendapatan bunga bersih terhadap Rencana Bisnis Perseroan tahun 2011 tercatat sebesar 91,48%.

Asal tahu saja, BRI resmi mengakuisisi PT Bank Agroniaga Tbk pada 3 Maret 2011 dan BRI efektif menjadi pemilik 3.030.239.023 lembar saham atau 88,65% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh di Bank Agro pada 29 Desember 2009.

Kala itu, saham Bank Agro dibeli dengan harga Rp109 per lembar saham atau total nilai akuisisi adalah sebesar Rp330,3 miliar. Alasan BRI mengakuisis Bank Angro karena potensi pertumbuhan sektor agribisnis masih sangat besar di Indonesia. “Maka strategi pertumbuhan secara non organik dengan mengakuisisi Bank Agro diyakini merupakan langkah awal yang tepat,”kata Direktur Utama BRI Sofyam Basir.

Saat ini komposisi kepemilikan saham bank Agro paling besar dimiliki BRI sebesar 79,78%, dana pensiun perkebunan (lembaga pengelola dana pensiun PT Perkebunan Nusantara I-XIV) 14% dan sisanya 6,22% dimiliki publik. (didi)

Related posts