PNM Targetkan 7,7 Juta Nasabah Mekaar Pada 2020 - Catatan Prestasi Ditorehkan PNM Sepanjang 2019

PNM Targetkan 7,7 Juta Nasabah Mekaar Pada 2020

Catatan Prestasi Ditorehkan PNM Sepanjang 2019

NERACA

Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dalam capaiannya di tahun 2019 yaitu jumlah Nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) telah mencapai 6.043.840 nasabah atau meningkat 48,97% secara yoy dari 4.057.129 nasabah pada Desember 2018.

“Pencapaian jumlah Nasabah Mekaar ini berkat kerjasama semua pihak yang membantu dan stakeholder dalam hal ini pemerintah untuk mendukung program yang dijalankan oleh PNM. Pada tahun 2020, target jumlah nasabah program Mekaar menjadi sebanyak 7,7 juta orang. Pada 2020, kami coba untuk berusaha keras melaksanakan arahan dan permintaan Bapak Presiden Joko Widodo serta Kementerian BUMN selalu pemegang saham, akan kami coba naikkan target nasabah Mekaar menjadi 7,7 juta orang," ujar Direktur Utama PNM Arief Mulyadi dalam kegiatan ngobrol awal tahun yang dihadiri oleh segenap perwakilan insan PNM dari seluruh Indonesia di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta, Kamis (16/1).

Dalam acara yang mengusung tema “Menengok 2019, Menyongsong 2020" dibeberkan sederet catatan prestasi yang ditorehkan PNM sepanjang 2019.

Hingga Desember 2019, lanjut Kang ARM sapaan akrabnya, PNM mencatatkan capaian-capaian positif, diantaranya penyaluran pembiayaan meningkat 67,68 % secara year on year (yoy) menjadi Rp24.06 triliun. Selain itu, total outstanding pembiayaan PNM tumbuh 45% menjadi Rp18,09 triliun dari total outstanding pada Desember 2018 senilai Rp12,478 triliun.

“Salah satu pendukung pertumbuhan ini adalah dengan bertambahnya kantor cabang PNM di berbagai provinsi. Tercatat hingga Desember 2019, PNM memiliki 2.862 kantor cabang yang terdiri dari 2.171 unit Mekaar, 628 unit ULaMM, dan 63 cabang UlaMM,” jelasnya.

Selain peningkatan penyaluran pembiayaan, PNM juga menjaga kualitas penyaluran pembiayaan dan outstanding. Hal ini dapat dilihat dari rasio pembiayaan bermasalah atau non performing loan (NPL) yang terus membaik. Pada Desember 2018, NPL consol berada di posisi 1,32% dan menjadi 1,18% pada Desember 2019.

Kemudian hingga Desember 2019 PNM telah menyalurkan pembiayaan untuk Mekaar mencapai Rp20,185 triliun atau tumbuh 92,92% apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,463 triliun.

Selain itu, total outstanding yang dicatatkan PNM untuk pembiayaan Mekaar sebesar Rp11,193 triliun atau tumbuh 71,25 % bila dibandingkan Desember 2018 yaitu Rp6,536 triliun.

“Sedangkan untuk pembiayaan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) pada akhir Desember 2019 mencapai Rp3.976 triliun atau tumbuh 0,74% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp3,947 triliun,” kata Kang ARM.

PNM mencatatkan total outstanding pembiayaan sebesar Rp6,9 triliun untuk ULaMM atau tumbuh 16,13% dari Desember 2018 sebesar Rp5,941 triliun.

Tahun 2019 lalu, PNM juga menorehkan pencapaian lainnya, berdasarkan hasil rapat Sertifikat Pemantauan Khusus (Special Review) Pemeringkatan atas Perusahaan yang ditetapkan pada hari Rabu, 23 Oktober 2019, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mendapatkan kenaikan peringkat. Pemeringkatan PT PEFINDO memutuskan menaikkan peringkat atas PT Permodalan Nasional Madani (Persero) pada 23 Oktober 2019 naik dari idA menjadi idA+ (Single A Plus; Stable Outlook). Peringkat ini berlaku pada periode 23 Oktober 2019 sampai dengan 1 Mei 2020. Peringkat tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari perusahaan serta laporan keuangan tidak audit per 30 September 2019 dan laporan keuangan audit per 31 Desember 2018.

Obligator dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi. Tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan.

Kenaikan peringkat pun membawa dampak bagi PT PNM (Persero), selain perusahaan lebih dipercaya, juga memberikan iklim positif investasi ke PNM.

Pada acara ini perwakilan insan PNM yang hadir berdiskusi dan berinteraksi langsung dengan seluruh manajemen termasuk komisaris utama, yang baru diangkat oleh Kementerian BUMN dan Direktur Utama PNM. Turut hadir pada acara ini pengusaha muda industri kreatif, Keenan Pearce, yang mengisi talkshow mengenai pentingnya mencintai tanah air dengan mengembangkan produk-produk UMKM salah satunya melalui branding yang kreatif agar produk Indonesia dapat diterima di pasar global.

Keenan menjelaskan PNM mempunyai integrasi ke seluruh UMKM di seluruh Indonesia. Sehingga PNM bisa menjangkau seluruh pelaku UMKM di Indonesia dan ikut membantu dalam perkembangannya.

Selain itu, lanjut dia, sebagai orang Indonesia, mereka (pelaku UMKM) tidak perlu melulu menjadikan produk luar negeri sebagai kiblat atau patokan. Hal ini lantaran Indonesia sudah memiliki kekayaan alam yang indah, seni budaya yang agung, dan kekhasan cerita dari berbagai daerah.

“Saya melihat UMKM di seluruh Indonesia itu banyak mempunyai macam produk yang asli dari Indonesia sehingga berbanggalah dengan produk yang dihasilkan oleh negeri sendiri. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang mempunyai kekayaan melimpah,” ujar dia.

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengemban tugas khusus memajukan ekonomi kerakyatan dengan memberikan pembiayaan, pendampingan dan pembinaan usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

PNM memiliki dua produk unggulan yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang diperuntukan kepada pelaku UMKM, serta membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang memberikan layanan kepada perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.

Dalam merealisasikan komitmen untuk memberikan pendampingan dan pembinaan kepada nasabah, PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) memberikan pendampingan dan pembinaan usaha kepada nasabah, baik berupa pelatihan tematik hingga pembinaan dan pelatihan kelompok usaha (klaster) yang berdasarkan pada kesamaan wilayah ataupun jenis usaha.

Saat ini PNM memiliki 2.862 kantor layanan, yang terdiri dari 63 kantor cabang PNM, 628 kantor layanan ULaMM dan 2.171 kantor cabang Mekaar. Mohar

BERITA TERKAIT

Pengamat Ekonomi: Harga Avtur Berbeda, Konsekuensi Negara Kepulauan

Jakarta-Pengamat ekonomi Drajad Wibowo menilai wajar saat ini harga avtur berbeda di berbagai wilayah di Tanah Air, karena hal itu…

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL   NERACA Jakarta - Komisi IV DPR RI dalam Rapat Kerja…

LPDB KUMKM Siap Dukung Pengembangan Usaha Primkopti Harum

LPDB KUMKM Siap Dukung Pengembangan Usaha Primkopti Harum NERACA Kendal - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Braman…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Hunian Milenial Lengkap dan Terjangkau di Bogor

Jakarta-Sebuah apartemen hunian milenial lengkap dengan pelayanan Smart Living yang disediakan Suwardana Park hadir di perhelatan properti terbesar nasional, Indonesia…

Pengamat Ekonomi: Harga Avtur Berbeda, Konsekuensi Negara Kepulauan

Jakarta-Pengamat ekonomi Drajad Wibowo menilai wajar saat ini harga avtur berbeda di berbagai wilayah di Tanah Air, karena hal itu…

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL   NERACA Jakarta - Komisi IV DPR RI dalam Rapat Kerja…