Semester II, Jasa Marga Akuisisi Tol Gempol-Porong

Kantongi Pinjaman Rp 7 Triliun

Selasa, 15/03/2011

NERACA

Jakarta – Kesiapan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengambil alih proyek jalan tol yang mangkrak akan dibuktikan dengan rencana perseroan yang akan mengambil alih proyek jalan tol Gempol-Porong senilai Rp 1,5 triliun. “Kita lagi proses pengambil alihan lagi. Diperkirakan akhir semester kedua selesai. Dana sudah siap,”kata Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Frans Sunito di Jakarta Senin (14/3).

Kata Frans, selain mengambil alih proyek tol Gempol-Porong sepanjang 4,5 km, perseroan juga bakal mengakuisisi proyek jalan tol Gempol-Pangandaan. Nilai proyek tersebut sebesar Rp 1 triliun. Dimana komposisi pendanaan, 70%-30% modal sendiri. “Setiap kali bangun jalan tol baru, itu dibangun oleh anak perusahaan kita. Nanti yang berutang anak usaha kita,”ungkapnya.

Selain itu, Jasa Marga tengah membidik dua ruas tol yang akan diakuisisi tahun ini. “Lagi ada beberapa proses, 1-2 lagi. Kita masih lihat lagi kalau ada yang mangkrak,” kata Frans.

Kemudian, Frans juga mengungkapkan, bahwa perseroan telah mendapatkan komitmen pinjaman dari tiga perbankan milik pemerintah untuk pembangunan proyek jalan tol dalam tiga tahun kedepan dengan nilai pinjaman capai Rp 7 triliun . Diantaranya bank yang sudah siapkan pinjaman, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). "Tiga bank tersebut telah berkomitmen selama 3 tahun ke depan untuk membangun jalan tol dengan total sepanjang 200 km," ungkap Frans.

Dikatakan Frans, dalam waktu dekat ini Jasa Marga akan menyelesaikan proyek pembangunan tol Ungaran-Bawen. "Proyek ini dibutuhkan dana Rp 1 triliun dananya telah siap," tambahnya.

Lebih jauh Frans mengatakan, dalam tiga tahun ke depan merupakan tahun konstruksi di mana Jasa Marga berkomitmen untuk membangun proyek infrastruktur khusus jalan tol. Namun, masih ada permasalahan yakni proses persediaan tanah yang belum tersedia. “Kita harapkan semua pihak bisa mempercepat proses pembebasan tanah untuk mengimplementasi proyek-proyek pembangunan jalan, agar dapat mempercepat pembangunan dan penyediaan lapangan kerja," tuturnya.

Frans mengatakan, total investasi yang dibutuhkan Jasa Marga dalam 3 tahun ke depan sebesar Rp 25 triliun.

Sebagaimana diketahui, Jasa Marga telah mengantongi sejumlah nama bank BUMN untuk mendukung proyek akuisisi jalan tol, antara lain PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank BRI, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Dimana kebutuhan pendanaan juga akan digunakan untuk mengembangkan jalan tol sepanjang 200 kilometer dalam tiga tahun ke depan.

Setelah menyelesaikan tahun konstruksi, perseroan baru memikirikan untuk merencanakan emisi obligasi maupun rights issue. "Kita akan memikirkannya mungkin di 2014," tandasnya.

Asal tahu saja, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyampaikan kesiapannya untuk mengambil alih 2-3 ruas jalan tol pada tahun ini, dari 24 ruas tol Trans Jawa yang mandek. Pemerintah sendiri mengutamakan pembangunan 9 ruas tol Trans Jawa dari total 24 ruas yang masih mandek. Pembangunan ruas tol Trans Jawa itu harus rampung pada tahun 2014 nanti. Oleh sebab itu, pemerintah akan menggelontorkan dana dukungan Rp 3,85 triliun untuk membiayai pembebasan tanah seluruh ruas tol trans Jawa.

Dalam laporan keuangan 2010, pendapatan Jasa Marga mengalami kenaikan 33% menjadi Rp4,8 triliun dari perolehan pendapatan 2009 sebesar Rp3,6 triliun. Sementara laba bersih 2010 diprediksi bisa tembus Rp1 triliun lebih tinggi dari 2009 Rp992,7 miliar. ”Peningkatan laba tersebut didukung adanya efisiensi biaya, kenaikan trafik, dan tarif tol,” tutur Direktur Utama JSMR Frans Sunito.

Dia mengatakan, tahun lalu kinerja perseroan memang mengalami pertumbuhan seiring kenaikan jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol. Namun, mengenai detail kinerja masih dalam tahap audit. Selama 2010 transaksi yang terjadi di seluruh ruas tol Jasa Marga mencapai 950 juta kali. Tahun ini, perseroan mengharapkan bisa melayani hingga satu miliar transaksi.

Selain peningkatan pada sektor pendapatan, perseroan juga mampu meningkatkan efisiensi sehingga margin yang diperoleh lebih besar dibanding periode sebelumnya. Meskipun ada peningkatan yang cukup besar, perusahaan BUMN itu berharap bisa menurunkan jumlah dividen yang dibagikan. Pasalnya, Jasa Marga membutuhkan dana besar untuk kebutuhan ekspansi di masa mendatang. Tahun lalu, perseroan mengeluarkan dividen total hingga Rp595,6 miliar.

Sementara laba yang dibukukan Jasa Marga di 2009 mengalami kenaikan 41 persen menjadi Rp992,7 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp707,8 miliar. Untuk investasi tahun ini perseroan membutuhkan anggaran hingga Rp7,4 triliun. Anggaran itu terdiri atas belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp6,2 triliun dan penambahan modal untuk pembangunan jalan tol Serangan–Tanjung Benoa, Bali, sebesar Rp1,2 triliun.

Anggaran capex terutama akan digunakan untuk penambahan ruas jalan tol baru serta akuisisi tiga ruas jalan tol. Saat ini perseroan menguasai 72 persen atau 570 km jalan tol di Indonesia. Jika rencana ekspansi bisa dilakukan sesuai rencana, perseroan akan memiliki 750 km jalan tol dalam tiga tahun ke depan.