Industri Es Krim, 5 Tahun Kedepan Tumbuh 10 persen

NERACA

Jakarta - Siapa yang tidak suka es krim? Banyaknya konsumen es krim maka industri ini dalam 5 tahun kedepan diprediksi akan tumbuh hingga 10 persen.

Manajer Sales dan Marketing, Unit Bisnis Es Krim, Tetra Pak Denmark Steen Rasmussen mengatakan Tetra Pak sebagai perusahaan solusi pengolahan dan pengemasan makanan terkemuka di dunia, saat ini tengah mendirikan Pusat Pengembangan Produk Es Krim khusus di Denmark.

Hal ini dilakukan untuk menyatukan teknologi terbaru dan para ahli untuk membantu mengoptimalkan bahan dan resep serta solusi pemrosesan dan pengemasan untuk menciptakan produk baru dan meningkatkan efisiensi.

“Semua peralatan produksi es krim kami dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi, guna membantu konsumen mencapai tingkat kualitas terbaik dengan biaya operasional dan dampak lingkungan serendah mungkin. Ini sangat penting untuk pasar seperti Indonesia, yang berdasarkan riset terbaru diprediksi akan mengalami pertumbuhan nilai di atas 10 persen selama lima tahun ke depan,” kata Steen dalam seminar eksklusif konsumen bagi para pemain kunci industri es krim di Jakarta.

Terbukti, berdasarkan laporan pasar ritel global 2019 Mintel tentang es krim mengungkapkan bahwa pasar Asia, termasuk Indonesia, diperkirakan akan tumbuh secara signifikan di dekade berikutnya.

Lebih lanjut, menurut Steen, es krim adalah salah satu makanan penutup favorit di dunia. Permintaan akan sesuatu yang baru terus meningkat dan inovasi produk sangat penting bagi konsumen - resep baru, desain baru, bentuk baru, topping baru dan format kemasan baru.

“Dalam hal ini yang terpenting adalah untuk mengawasi perubahan tren konsumen, membaginya dan mendiskusikan inovasi yang dapat dihadirkan,” ungkap Steen.

Hal senada diungkapkan Tony Mehrtens, Direktur Processing, Tetra Pak Indonesia bahwa es krim yang meninggalkan kesan secara visual dipasarkan untuk menarik perhatian konsumen muda yang senang membagikan konsep makanan kreatif dan imajinatif di media sosial mereka. Banyak brand di Asia telah bereksperimen dengan warna-warna cerah, bentuk inovatif, tekstur beragam, dan aroma yang menarik untuk membuat produk mereka layak diunggah di media sosial.

Gaya Internasional seperti mochi menghadirkan warna baru untuk kategori ini, sementara bahan-bahan lokal atau regional dapat memberikan rasa es krim yang unik dan otentik, kacang-kacangan ke dalam produk mereka. Inovasi Tetra Pak dapat menyediakan teknologi untuk menakar bahan-bahan tersebut secara akurat untuk memastikan adanya kejutan lezat disetiap gigitan es krim.

"Tetra Pak bekerja sama dengan konsumen dan pemasok kami, termasuk dalam bidang es krim, untuk mengoptimalkan operasi dan mengembangkan solusi bisnis terintegrasi yang menggabungkan inovasi dan teknologi terbaru", ucap Mehrtens.

Alhasil, Mehrtens mengakui pertumbuhan es krim merupakan peluang besar bagi bisnis di Indonesia. Namun, agar bisa merealisasikan peluang ini, bisnis perlu terus berinovasi untuk memenuhi tren konsumen yang berkembang pesat. Konsumen tertarik untuk membeli es krim yang tidak hanya menarik soal rasa, tapi seluruh indera mereka.

“Produk dengan warna-warna cerah, aroma, dan tekstur yang menarik akan menghasilkan pengalaman makan yang mengesankan. Kami bekerja sama dengan konsumen kami di Indonesia untuk memberikan inovasi ke pasar,” papar Mehrtens.

Alhasil, menurut Mehrtens, es krim telah menjadi salah satu makanan penutup favorit di dunia. Permintaan akan sesuatu yang baru terus meningkat dan inovasi produk sangat penting bagi konsumen - resep baru, desain baru, bentuk baru, topping baru dan format kemasan baru. Adalah penting untuk mengawasi perubahan tren konsumen, membaginya dan mendiskusikan inovasi yang dapat dihadirkan.

Sehingga pada tahun 2018 kemarin Tetra Pak mendaur ulang lebih dari 10.338 ton kemasan karton. Sedangkan di tahun 2019 ini Tetra Pak berkolaborasi dengan beberapa mitra pengumpul limbah baru, lima di antaranya berada di daerah Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jabodetabek. Tingkat daur ulang diperkirakan akan meningkat menjadi 24 persen di tahun depan.

Ini dilakukan untuk memenuhi komitmennya terkait lingkungan dengan bekerja sama dengan mitra daur ulang untuk mendaur ulang kemasan karton makanan dan minuman menjadi beberapa material seperti atap gelombang berkualitas tinggi dan produk kreatif ramah lingkungan lainnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Perusahaan PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP), Sagita Melati bahwa pihaknya tetap optimis terhadap pasar es krim di Indonesia.

Hal ini terlihat dalam catatan laporan keuangannya bahwa di kuartal-III tahun 2019, penjualan CAMP mencapai Rp 768,46 miliar atau naik 7,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 717,08 miliar.

BERITA TERKAIT

Tepung Jagung Olahan Tembus Pasar Israel

NERACA Cilegon - Pangsa pasar produk olahan berupa tepung jagung atau corn starch hasil industri di Cilegon berhasil tembus pasar…

Pemerintah Upayakan Kebijakan Khusus Bagi Koperasi

NERACA Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mengakui bahwa pihaknya sedang mengupayakan ada kebijakan khusus bagi koperasi terkait…

Ribuan Ton Impor Bawang Siap Masuk ke Indonesia

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mengakui jumlah volume RIPH bawang putih dan bombai yang telah diterbitkan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Covid-19 Meluas, Industri Kelapa Sawit Gelontorkan Bantuan

NERACA Jakarta – Terus meluasnya serangan virus covid-19 membuat industri kelapa sawit untuk menggelontorkan sejumlah bantuan, salah satunya Wilmar. Wilmar…

Memacu Ekspor Perikanan Ditengah Meluasnya Covid-19

NERACA Jakarta - Direktur Utama, PT. Kawan Kita Semua, Dudi Hermawan mengatakan bahwa produksi udang cukup tinggi, dari panen hari…

Kemenkop dan UKM Pembenahan Restrukturisasi Kredit

Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM terus berupaya untuk melakukan pembenahan terhadap  kebijakan khusus bagi koperasi terkait restrukturisasi kredit.…