Presiden Ingin Impor Petrokimia Ditekan

Presiden Ingin Impor Petrokimia Ditekan

NERACA

Cilegon - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik baru polyethylene (PE) PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) senilai US$ 380 juta. Pabrik berkapasitas 400.000 ton ini diharapkan bisa menekan impor produk petrokimia sehingga defisit transaksi berjalan bisa diperbaiki.

"Salah satu masalah besar yang dihadapi Indonesia adalah defisit transaksi berjalan dan defisit perdagangan," kata Jokowi saat meresmikan pabrik Chandra Asri Petrochemical Tbk di Cilegon.

Peresmian disaksikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Banten Wahidin Halim, serta pengusaha nasional yang juga pengendali PT Chandra Asri Petrochemical, Prajogo Pamgestu. Tampak juga Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko.

Sekadar informasi, petrokimia adalah bahan kimia yang dihasilkan dari proses pengolahan minyak dan gas bumi. Kebanyakan produk petrokimia digunakan buat kebutuhan industri, mulai dari industri otomotif, elektronik, cat, hingga konstruksi.

Jokowi menjelaskan pada 2018 neraca perdagangan bahan petrokima mengalami defisit Rp 193 triliun dengan nilai ekspor Rp 124 triliun dan impor Rp 317 triliun. "Ini yang memberatkan dan harus kita selesaikan. Kita harapkan investasi Chandra Asri bisa jadi solusi defisit barang petrokimia," kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, kebutuhan polyethyne dalam negeri mencapai 2,3 juta ton per tahun, sementara kapasitas produksi hanya 780.000 ton, artinya ada defisit yang harus diimpor sebanyak 1,52 juta ton atau senilai Rp 22,8 triliun per tahun.

Presiden juga menyoroti bahwa setiap penanaman modal pasti akan menyerap tenega kerja dari daerah. “Ini akan membantu roda ekonomi tidak hanya di Cilegon dan Banten,” ucap Jokowi.

Sementara dalam peresmian pabrik baru tersebut, Presiden Direktur Chandra Asri, Erwin Ciputra mengakui bahwa aakn menambah kapasitas produksi polyethylene sebesar 400.000 ton per tahun sehingga menjadikan total kapasitas 736.000 ton per tahun. Selain menambah kapasitas produksi polyethylene Chandra Asri juga fokus mengembangkan kompleks petrokimia kedua dengan investasi sekitar Rp 60-80 triliun. Pembangunan ini diharapkan selesai pada 2024. "Kompleks kedua ini akan membawa total kapasitas menjadi delapan juta ton per tahun," kata Erwin.

Artinya, menurut Erwin, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)berharap pada pembangunan pabri baru Polyethylene(PE) di Cilegon, Banten dapat mengurangi impor bahan baku industri petrokimiaTanah Air.

"Kami berharap agar komplek Petrokimia Candra Asri dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," tutur Erwin

Sekerdar catatan bahwa berdasarkan data yang diungkap Candra Asri, sampai saat ini industri pertrokimiadi Indonesia masih mengimpor sekitar 40-50 persen bahan baku. Pabrik baru Candra Asri memiliki kapasitas produksi sebesar 400 ribu ton pertahun. Jika ditotal produksi setahun Candra Asri akan mencapai 730 ribu ton pertahun.

“Kapasitas pabrik polyethylene Chandra Asri secara keseluruhan menjadi 730 ribu ton pertahun yang kesemuanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” tambah Erwin.

Sebagai komitmen tersebut, Erwin optimis dapat memenuhi kebutuhan industi petrokimia dalam negeri, Candra Asri juga akan segara melakukan pembangunan komplek petrokimia kedua.

Diharapkan komplek petrokimia kedua tersebut akan selesai pembangunannya pada 2024. Kompleks kedua ini nantinya akan membawa total kapasitas menjadi delapan juta ton per tahun. Selama pembangunan berlangsung, Chandra Asri akan menyerap tenaga kerja sebanyak kurang lebih 25.000 orang.

“Candra Asri berkomitmen penuh untuk terus mendukung ekonomi Indonesia dan menjadi mitra pertumbuhan yang terpercaya dan dapat diandalkan,” pungkas Erwin.

BERITA TERKAIT

Kemenperin Mendorong Ekspor Guna Menekan Defisit

NERACA Jakarta – Pemerintah sedang memprioritaskan pengembangan sektor industri yang berorientasi ekspor. Upaya ini dinilai akan membenahi masalah struktural ekonomi…

Kemenperin Komit Wujudkan Industri Hijau

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pelaku industri manufaktur di dalam negeri untuk dapat mendukung kelestarian lingkungan hidup…

Kemendag Percepat Implementasi Teknologi CAS

NERACA Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempercepat implementasi teknologi mesin penyimpanan produk hortikultura (controlled atmosphere storage/CAS) untuk akselerasi penerapan sistem…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

LG Chemical Ingin Terlibat Proyek Percontohan Motor Listrik

NERACA Jakarta - Perusahaan ternama Korea Selatan, LG Chemical ingin berpartisipasi dalam pilot project pengembangan kendaraan motor listrik di Tanah Air. Langkah…

AS Minat Investasi di RI Bidang Indsutri 4.0

Jakarta - Kementerian Perindustrian ikut aktif mendorong peningkatan investasi industri digital guna memperkuat struktur teknologi di dalam negeri, terutama dalam…

Kemenperin Siap Bangun ‘Material Center’ IKM Furnitur di Jepara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian akan membangun material center untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang menghasilkan produk…