Dosen Mengabdi IPB Lakukan Pelatihan dan Sertifikasi - Tingkatkan Kualitas SDM Operator Alat Suling Atsiri

Dosen Mengabdi IPB Lakukan Pelatihan dan Sertifikasi

Tingkatkan Kualitas SDM Operator Alat Suling Atsiri

NERACA

Jonggol, Bogor - Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kepada Masyarakat (LPPM) IPB mengirimkan Dr. Dwi Setyaningsih, S.Tp, M.Si selaku dosen Fakultas Teknologi Pertanian Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN) untuk bekerjasama dengan Dewan Atsiri Indonesia (DAI) dengan menjadi narasumber dalam kegiatan Diklat dan Sertifikasi Pengoperasian Alat Suling di Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, 7-22 November 2019.

Kegiatan yang diikuti oleh 70 peserta yang berasal dari seluruh Indonesia ini merupakan kegiatan sertifikasi pertama kali yang dilakukan di Indonesia. Kegiatan ini diperuntukan khusus untuk operator alat suling industri atsiri di berbagai daerah.“Diklat dan sertifikasi ini merupakan kelanjutan dari penyusunan rumusan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) industri minyak atsiri, di mana kita coba aplikasikan untuk meningkatkan profesionalitas operator alat suling atsiri. Profesi lain yang ada di industri atsiri juga akan dilakukan pada tahap yang akan datang,” tutur Dwi Setyaningsih dalam keterangannya kepada Neraca, Kamis (5/12).

Dalam kegiatan ini, peserta juga dilatih untuk mengetahui dan menerapkan dasar-dasar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dalam melakukan operasi penyulingan minyak atsiri di pabrik.

Dia juga menjelaskan bahwa diklat tersebut difokuskan pada pengetahuan berupa praktek dan sikap dalam penyulingan metode destilasi pada skala 700 kg sampai 1 ton bahan baku.“Praktek yang dilakukan di pabrik penyulingan PT Pemalang Agro Wangi Jonggol merupakan kerjasama antara Dewan Atsiri Indonesia (DAI), Kementrian Perindustrian Indonesia dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Agribisnis Ambissi,” ungkapnya.

“Peserta yang mengikuti diklat dan sertifikasi ini sangat senang, karena mendapat banyak ilmu dan juga dariyang berbeda mereka senang karena telah diakui kompetensinya secara nasional oleh BNSP,” ungkap Dwi Setyaningsih.

Salah satu peserta dari kegiatan ini juga turut mengungkapkan “Saya turut senang dengan adanya kegiatan ini. Dampak positif dari adanya kegiatan ini yaitu meningkatkan kualitas kami sebagai operator alat suling, menambah pengetahuan dan sikap profesionalitas dalam bekerja melakukan penyulingan minyak atsiri, serta menambah relasi antar operator alat suling di seluruh Indonesia, Selain itu, kami juga difasilitasi mendapatkan sertifikat yang diberikan langsung oleh pemerintah melalui BNSP, sehingga kami juga terdaftar dan diakui secara legal untuk menjadi operator alat suling”. Mohar

BERITA TERKAIT

PNM Targetkan 7,7 Juta Nasabah Mekaar Pada 2020 - Catatan Prestasi Ditorehkan PNM Sepanjang 2019

PNM Targetkan 7,7 Juta Nasabah Mekaar Pada 2020 Catatan Prestasi Ditorehkan PNM Sepanjang 2019 NERACA Jakarta - PT Permodalan Nasional…

DPRD Jabar Banyak Terima Aspirasi Ekonomi Kerakyatan Saat Reses

DPRD Jabar Banyak Terima Aspirasi Ekonomi Kerakyatan Saat Reses   NERACA Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat…

Harga Cabai Rawit Merah Kian Meroket - KOTA SUKABUMI

Harga Cabai Rawit Merah Kian Meroket  KOTA SUKABUMI NERACA Sukabumi - Komoditas cabai rawit merah kembali alami penaikan harga di…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Direktur Eksekutif JMN Optimistis Riza Patria Jadi Wagub DKI

Direktur Eksekutif JMN Optimistis Riza Patria Jadi Wagub DKI NERACA Jakarta - Direktur Eksekutif Jakarta Monitoring Network (JMN), Ahmad Sulhy…

Ini Dua Kandidat Wagub DKI Terbaru

Ini Dua Kandidat Wagub DKI Terbaru NERACA Jakarta - Usai ditinggalkan Sandiaga Uno, kandidat Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta yang…

Diskopdagrin Kota Sukabumi Tengah Mengiventalisir Jumlah Koperasi - Dari Ratusan Koperasi Yang Ada, Baru Empat Yang Sudah Lakukan RAT

Diskopdagrin Kota Sukabumi Tengah Mengiventalisir Jumlah Koperasi Dari Ratusan Koperasi Yang Ada, Baru Empat Yang Sudah Lakukan RAT  NERACA Sukabumi…