Syarat Belum Lengkap, RUPSLB Sugih Energy Kembali Ditunda

Neraca

Jakarta - PT Sugih Energy Tbk (SUGI) untuk kesekian kalinya menunda pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), lantaran agenda pelaksaan rights issue perseroan belum mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). "Karena belum dapat efektif dari Bapepam-LK, alasannya ada syarat yang belum dilengkapi (oleh SUGI)," kata peserta rapat pemegang saham di Jakarta, Rabu (11/4).

Menurutnya, karena alasan tersebut, perseroan harus terlebih dahulu melengkapi syarat untuk dapat melanjutkan RUPSLB, yang selanjutnya dapat meminta persetujuan dari para pemegang saham.

Sebelumnya, pada 21 Maret lalu, SUGI juga berencana menggelar RUPSLB dengan agenda yang sama, namun ternyata harus tertunda. Adapun nilai saham baru yang akan diterbitkan adalah Rp2,42 triliun dari yang awalnya sebesar Rp3 triliun.

Sejumlah 24,27 miliar saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100 setiap saham yang ditawarkan dengan harga Rp100 setiap saham sehingga seluruhnya senilai Rp2,42 triliun. Selain menerbitkan saham baru, perusahaan juga menerbitkan waran seri II sebanyak-banyaknya 134,84 juta yang diterbitkan menyertai saham biasa atas nama hasil pelaksanaan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Saham yang berasal dari HMETD tersebut atau 98,36 persen dari total jumlah saham setelah pelaksanaan HMETD dan pelaksanaan waran seri II atau 0,01 persen dari total jumlah saham setelah pelaksanaan HMETD dan pelaksanaan waran seri II ini merupakan saham yang berasal dari portepel dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebagai informasi, PT Sugih Energy Tbk (SUGI) perusahaan yang bergerak di sektor eksplorasi dan jasa minyak dan gas bumi, berencana akan mengakuisisi dua blok migas pada tahun 2012.

Aksi korporasi tersebut dilakukan melalui right issue sebagai sumber pendanaan. Kala itu, Presiden Direktur PT Sugih Energy Tbk Fachmi pernah bilang, proses akuisisi blok minyak dan gas Lemang PSC sebagai langkah perusahaan untuk fokus di industri hulu minyak dan gas bumi.

Rencananya akusisi dilaksanakan dengan membeli 100% saham Eastwin Global Investment Limited yang saat ini tercatat sebagai pemegang kepemilikan aktif (working interest) 49% di Lemang PSC. "Itu masih sesuai rencana target akuisisi tambahan, kalau ada 10 kita pelajari 10 dan tentunya Sugih Energy ini business oriented lah dan kalau memang ada opportunity yang bagus, kenapa kita tidak ekspor," ungkapnya. (bani)

Related posts