Sisa Dana IPO Garuda Capai Rp 1,141 Triliun - Bersaing Ketat di Industri Dirgantara

Neraca

Jakarta – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengungkapkan, sisa dana hasil penawaran saham perdana (IPO) hingga Maret 2012 tercatat sekitar Rp 1,141 triliun, “Deposito dalam rupiah sekitar Rp600 miliar dan giro dalam denominasi dolar AS sekitar Rp449,820 miliar dan dana tersebut ditempatkan di empat perbankan baik swasta dan BUMN," kata Direktur PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Elisa Lumbantoruan di Jakarta, Rabu (11/4).

Dia menuturkan, empat perbankan tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sekitar Rp500 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk sebesar Rp100 miliar, PT Bank Permata Tbk sebesar US$ 39 juta dan CIMB Niaga US$ 10 juta.

Sementara itu, sisa dana IPO lainnya juga ditempatkan melalui giro di Bank Mandiri sekitar Rp91,733 miliar. Kemudian untuk realisasi hasil dana IPO Garuda hingga Maret 2012 mencapai Rp 3,18 triliun.

Asal tahu saja, berdasarkan penggunaan dana menurut prospektus disebutkan untuk "pre delivery payment" sebesar Rp2.079 triliun, security deposit dan biaya lain terkait pengembangan armada mencapai Rp470,064 miliar, serta belanja modal perseroan dan anak perseroan masing-masing sebesar Rp461,184 triliun dan Rp176,220 triliun.

Sedangkan realisasi penggunaan dana menurut prospektus adalah, untuk "pre delivery payment" sebesar Rp1,321 triliun, "security deposit" dan biaya lain terkait pengembangan armada Rp468,313 miliar dan belanja modal perseroan sebesar Rp255,502 miliar."Untuk belanja modal anak perusahaan sampai dengan Maret 2011 belum digunakan," katanya.

Oleh karena itu, kata Elisa, hingga Maret 2012 Garuda sudah menghabiskan dana IPO sebesar Rp2,045 triliun.

Tambah Armada Baru

Tidak mau kalah dengan pesaingnya Lion Air yang memborong pesawat jet Boeing sebanyak 230 unit dengan nilai US$ 22,4 miliar, PT Garuda Indonesia Tbk juga melakukan penandatanganan kontrak pembelian 11 pesawat jenis A330-300 dengan Airbus Industries senilai US$ 2,54 miliar atau sekitar Rp22 triliun.

Kata Emirsyah Satar, sesuai kontrak, kesebelas pesawat A330-300 ini secara bertahap akan bergabung dengan armada Garuda mulai 2013 hingga 2017 mendatang. "Harga per pesawat A330-300 tersebut adalah sebesar US$ 231,1 juta atau setara Rp2,11 triliun, sehingga total harga 11 pesawat adalah US$ 2,54 miliar dolar," ujarnya.

Saat ini perseroan telah mengoperasikan sebanyak 14 pesawat Airbus jenis A330 yang terdiri dari enam pesawat A330-300 dan delapan unit A330-200.

Emirsyah menambahkan, pembelian 11 pesawat A330-300 ini merupakan bagian dari program pengembangan armada yang dilakukan perseroan dalam rangka peningkatan kapasitas dan pengembangan jaringan penerbangan pada rute menengah dan rute jarak jauh Garuda. (bani)

Related posts