Schneider Electric Pimpin Pasar DCIM

Schneider Electric Bisnis TI, spesialis global dalam manajemen energi, telah dinamakan Pemimpin Pasar di dalam Data Center Infrastructure Management (DCIM) oleh perusahaan analisa IDC. Laporan tersebut meliputi secara detil dan mencakup ruang lingkup pasar DCIM, menempatkan Schneider Electric dalam kategori tertingggi Pemimpin Pasar bila dibandingkan dengan berbagai kompetitor di bidang ini.

Laporan IDC, Lingkup Pasar IDC : Data Center Infrastructure Management (DCIM) 2011 analisa vendor, mengidentifikasi pasar DCIM terus berkembang pesat dengan beberapa vendor yang bekerja utk membangun melalui ruang mereka sendiri. Laporan tersebut dipublikasikan pada Bulan Januari 2012, menempatkan Schneider Electric di garis terdepan pengembangan teknologi DCIM dan sebagai pemimpin gagasan industri.

“Schneider Electric adalah IDC MarketScape Leader worldwide” pernyataan dari laporan tersebut. “Schneider melakukan kinerja yg baik dalam kemampuan bisnis dan bagian kriteria strategi, terutama mengenai pertumbuhan strategi, inovasi, serta manajemen karyawan”. Evaluasi ini berdasarkan pada kerangka kerja komprehensif yang dinilai vendor di berbagai macam kriteria teknis dan operasional, dihitung oleh faktor IDC percaya akan menjadi yang paling berpengaruh selama 3 – 5 tahun kedepan.

“Untuk diindetifikasi oleh IDC sebagai pemimpin pasar di DCIM adalah validasi terbesar untuk keefektifan solusi DCIM kami” kata Michael Kurniawan, Business Vice President, Schneider Electric IT Indonesia. “ DCIM yang terus tumbuh dan berkembang Schneider Electric Bisnis TI akan tetap berkomitmen untuk membawa pelanggan kami yang paling kuat dan inovatif, solusi DCIM di pasar untuk lebih mengefektifkan TI dan fasilitas manajemen”

Schneider Electric Bisnis TI solusi DCIM merupakan bagian tidak terpisahkan dari StruxureWare™ untuk Data Center, yaitu sebuah rangkaian software manajemen terintegrasi yang dirancang untuk mengatasi semua aspek dari infrastruktur pusat data fisik yang diperlukan untuk memaksimalkan persediaan dan efisiensi. Rangkaian tersebut menggabungkan pasar terdepan Schneider Electric Data Center Infrastructure Management (DCIM) dengan Data Center Facility Management (DCFM) untuk menyediakan pengumpulan data, monitoring, dan otomatisasi, serta merencanakan dan melaksanakan fungsi yang dapat mengintegrasikan serta pandangan dari berbagai sisi semua tujuan sistem fisik kritis dari data center.

Selain StruxureWare untuk Data Center, Schneider Electric baru-baru ini mengakuisisi properti intelektual dari Viridity’s EnergyCenter 2.0 yang menambahkan kemampuan lebih lanjut untuk rangkaian software. Software EnergyCenter 2.0 yang dapat memungkinkan auto-discovery aset TI untuk mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas pada tingkat aset TI. Viridity terdaftar sebagai Pemain Utama di ruang DCIM oleh laporan IDC, yang tercatat EnergyCenter 2.0 “mudah untuk digunakan dan dikelola ketika menanggapi kekhawatiran oleh operator data center”.

“Lingkungan data center, biasanya bergantung pada peralatan manajemen yang terpisah dimana membutuhkan pengetahuan dan pengalaman khusus dari sekian banyak TI dan

fasilitas professional bergantung terhadap manajemen khusus, untuk menyediakan semua informasi yang mereka butuhkan” ujar Michael Kurniawan, Business Vice President, Schneider Electric IT Indonesia. “Dengan StruxureWare, Schneider Electric menyediakan peralatan lengkap dimana manajer data center bisa mengakses dan mengatur domain di dalam ruang TI, membangun daya listrik dan kualitas daya, fasilitas dan cooling data center serta keamanan fisik. Management software suite ini menyajikan data komprehensif, akurat dan data aktual sehingga mampu melakukan tindakan berdasarkan gambaran yang lengkap dari data center.”

Related posts