Agresif Ekspansi, Ciputra Grup Targetkan Penjualan Rp 10 Triliun

Neraca

Jakarta – Keyakinan pertumbuhan ekonomi ditahun ini masih positif menjadi alasan bagi grup Ciputra untuk lebih agresif dalam memicu bisnisnya ditahun ini. Oleh karena itu, perseroan menargetkan penjualan mencapai Rp10 triliun atau melonjak 80% dibandingkan periode yang sama 2011 yang sebesar Rp5,5 triliun.

CEO Grup Ciputra Candra Ciputra mengatakan, target penjualan ini akan ditopang oleh 10 proyek yang dikerjakan beberapa perusahaan yang tergabung dalam kelompok usaha Ciputra. "Selain proyek yang akan digarap tahun ini seperti proyek hotel dan rumah sakit, juga terdapat tiga proyek lainnya di luar negeri seperti China, Vietnam dan Kamboja," katanya di Jakarta, Selasa (10/4).

Sementara Corporate Secretary Grup Ciputra, Tulus Santoso mengatakan kontribusi penjualan perseroan masih didominasi dari dalam negeri, yaitu sebesar 80% dan sedangkan sisanya diharapkan dari proyek-proyek yang digarap di China, Vietnam, dan Kamboja.

Asal tahu saja, target penjualan proyek perseroan di luar negeri dipatok sebesar Rp 2 triliun. Dimana target tersebut berasal dari proyek di China senilai Rp1 triliun, proyek di Vietnam senilai Rp750 miliar dan proyek di Kamboja sebesar Rp250 miliar.

Menurut Tulus, provinsi Shenyang memiliki potensi tumbuh lebih tinggi, selain Beijing dan Shanghai. Untuk mengembangkan proyek di China ini, Grup Ciputra mengangarkan dana senilai US$ 100 juta.

Sebagai informasi, pada proyek di Hanoi, Vietnam pada 2012 ini perseroan berencana mengembangkan sekitar lima klaster yang dananya sepenuhnya berasal dari penjualan proyek sebelumnya. Di negara ini, perseroan mengembangkan proyek di lahan seluas 368 hektare.

Sedangkan proyek Phnom Penh, Kamboja, Grup Ciputra bermitra dengan pengusaha di sana. Mitra Ciputra ini memiliki tanah seluas 260 hektare, sedangkan grup Ciputra bertugas untuk mengembangkan.

Maka untuk mendukung beberapa proyek ini, perseroan menganggarkan belanja barang modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp2 triliun. Selain dari internal, sumber pendanaan capex juga berasal dari pinjaman PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). "Tahun 2011 kita telah tanda tangani pinjaman Rp1,8 triliun untuk penarikan dua tahap. Rencananya tahun ini kita cairkan Rp1 triliun, sisanya nanti tahun depan," ungkapnya. (bani)

Related posts