Wakil Presiden - Semangat Merupakan Kunci Kemajuan Bangsa

Jusuf Kalla

Wakil Presiden

Semangat Merupakan Kunci Kemajuan Bangsa

Yogyakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa maju atau tidaknya sebuah bangsa bertumpu pada semangat yang dimiliki masyarakatnya yakni semangat untuk maju dan semangat untuk belajar.

"Apa yang memajukan suatu bangsa ternyata yang pertama semangat. Semangat untuk maju, semangat untuk belajar," kata Jusuf Kalla saat memberikan kuliah kebangsaan bertajuk "Mendidik Generasi Unggul Cendekia untuk Kemajuan Bangsa" di Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Kamis (10/10).

Menurut Jusuf Kalla, kekuatan semangat itu telah dicontohkan oleh sejumlah negara-negara maju seperti Jepang dan Korea. Kedua negara itu mampu membuat negaranya maju meski tidak memiliki kekayaan alam.

Sebaliknya, negara-negara lain seperti di Afrika, kendati memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah namun sulit maju, bahkan penuh dengan pertentangan atau konflik. Tanpa tekad untuk maju, kekayaan alamnya justru dicuri atau diambil oleh bangsa-bangsa lain."Semangat manusianya yang menentukan negaranya maju atau tidak, bukan sumber daya alam saja, bukan karena letak (geografis) saja," kata dia.

Selain semangat untuk maju dan belajar, lanjut Kalla, modal yang kedua adalah kemampuan sumber daya manusianya. Kendati Jepang dan Korea tidak memiliki sumber daya alam berupa batu bara, nikel atau emas, tetapi SDM-nya memiliki bekal kemampuan atau "skill" yang memadai.

Meski demikian, ia menambahkan, dalam konteks kehidupan saat ini, untuk membuat bangsanya maju, kemampuan SDM juga harus didukung dengan penguasaan pemanfaatan teknologi yang membutuhkan peran dari dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi."Indonesia ada di tengah-tengah. Kemajuan tidak terlalu tinggi. Tapi dia ada di tingkat menengah," kata Jusuf Kalla.

Wapres JK, Kamis pagi, menuju Yogyakarta untuk memberikan Kuliah Kebangsaan di Universitas Aisyiyah dan kembali ke Jakarta pada Kamis siang. Sebelum lepas landas menuju Jakarta, Komandan Lanud Pangkalan Adi Sutjipto Marsekal Pertama Bob Henry Panggabean memimpin upacara pelepasan dengan water salute. Ant

BERITA TERKAIT

Ketua MK - Peran Pendidikan Pancasila Sering Dipandang Sebelah Mata

Anwar Usman  Ketua MK Peran Pendidikan Pancasila Sering Dipandang Sebelah Mata Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mengatakan…

Ketua KPK - Desa Fiktif Modus Baru Kejahatan Keuangan Negara

Agus Rahardjo Ketua KPK Desa Fiktif Modus Baru Kejahatan Keuangan Negara  Kendari - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo…

Ketua DPR RI - Brimob Harus Makin Dekat Bersama Rakyat

Puan Maharani Ketua DPR RI Brimob Harus Makin Dekat Bersama Rakyat  Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani berharap Korps…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

KPK: Pertemuan dengan Jaksa Agung untuk Tingkatkan Sinergitas

KPK: Pertemuan dengan Jaksa Agung untuk Tingkatkan Sinergitas   NERACA Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif…

DPD-Kemendagri Sepakati Penyederhanaan Regulasi

DPD-Kemendagri Sepakati Penyederhanaan Regulasi   NERACA Jakarta - Komite I DPD RI dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sepakat akan mendorong Pemerintah…

Bank DKI Laporkan Kasus Pembobolan ke Penegak Hukum

Bank DKI Laporkan Kasus Pembobolan ke Penegak Hukum   NERACA Jakarta - Bank DKI Jakarta telah melaporkan kasus dugaan pembobolan ke…