Podomoro Park Bandung Akan Terhubung dengan LRT Bandung Raya

Podomoro Park Bandung Akan Terhubung dengan LRT Bandung Raya

NERACA

Bandung - Properti yang digagas oleh PT Agung Podomoro Land Tbk di wilayah Bandung, yakni Podomoro Park Bandung nantinya akan terhubung dengan Stasiun Light Rail Transit (LRT) Bandung Raya.

"Jadi nanti itu akan terkoneksi dengan LRT Bandung Raya, jalurnya ada di depan kita, jadi salah satu stasiunnya ada di depan kita," kata General Manager Podomoro Park Bandung, Tedi Gusnawan di Podomoro Pavilion Kota Bandung, Kamis (10/10).

Tedi mengatakan saat ini, pihaknya sudah mengusulkan segala jenis persyaratan agar rencana Podomoro Park Bandung bisa terkoneksi dengan Stasiun LRT Bandung Raya."Itu sedang kami proses segala macam persyaratannya, tapi secara syarat dan ketentuannya sudah memenuhi persyaratan. Jadi Podomoro Park Bandung ini akan mirip dengan Podomoro Cimanggis yang juga terkoneksi dengan LRT," kata dia.

"Jadi pada intinya kami mencoba untuk akan menghadirkan kemudahan akses menuju Stasiun LRT yang akan terintegrasi ke Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Tegalluar," lanjut dia.

Lebih lanjut Tedi mengatakan saat ini Podomoro Park Bandung kembali meluncurkan klaseter hunian baru, yakni Bhayugriya dengan mengedepankan fasilitas smart living di dalamnya. Kluster tersebut, kata dia, hadir dengan menawarkan desain fased bergaya modern kontemporer yang akan memberikan kenyamanan kepada penghuninya.

Ada dua tipe yang dijual pada klaster Bhayugriya masing-masing dibandrol Rp1,8 miliar dan Rp2,1 miliar dan harga tersebut belum dipotong diskon promo yakni 10 hingga 15 persen.

Lebih lanjut dia mengatakan PT Agung Podomoro Land Tbk berhasil membukukan penjualan signifikan untuk Podomoro Park Bandung yang berhasil terjual lebih dari 600 unit dalam waktu satu tahun."Penjualan Podomoro Park Bandung mencapai lebih dari 600 unit dalam waktu satu tahun. Capaian ini diperoleh melalui terobosan yang kami jalankan yakni dengan mengubah strategi pasar dari yang sebelumnya fokus membidik investor menjadi fokus ke end user," kata dia.

Tedi memprediksi pasar properti akan semakin menguat karena mulai pulihnya kondisi politik dan permintaan terus menggeliat, apalagi bagi properti yang mampu memberikan konsep serta fasilitas mumpuni.

Dia mengatakan 2019 banyak yang menganalogikan sebagai tahun yang sulit bagi bisnis properti Indonesia."Kami melihatnya untuk ke depan akan semakin baik. Saat ini kami mengalami percepatan penjualan sehingga membuat kami memutuskan untuk mempercepat jadwal pemasaran klaster baru," kata dia.

Klaster terbaru di Podomoro Park Bandung, yakni, Bhayugriya, akan dipasarkan pada akhir tahun namun karena tiga klaster perumahan yang sudah diluncurkan sebelumnya hanya tersisa 10 persen pihaknya mempercepat pemasaran menjadi mulai hari ini, 10 Oktober 2019.

Tedi mengatakan capaian penjualan properti Podomoro Park Bandung ini dikarenakan oleh sejumlah faktor namun yang paling signifikan adalah shifting strategi pasar yang sebelumnya fokus ke investor kini fokus ke end user.

"Strategi ini mengharuskan kami memiliki unique selling point yang luar biasa untuk menarik minat konsumen tinggal, menghuni dan berbisnis di properti yang mereka miliki," kata dia.

"Dan kami memandang membeli sebuah properti untuk kebutuhan rumah tinggal tidak surut dan tidak banyak terpengaruh kondisi politik. Karena rumah tinggal merupakan salah satu kebutuhan utama," kata dia. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Kemenparekraf-SMF Bermitra Biayai Rumah Penginapan di Mandalika Lombok

Kemenparekraf-SMF Bermitra Biayai Rumah Penginapan di Mandalika Lombok    NERACA Mataram - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan PT Sarana…

Pameran Properti IPEX 2019 Kembali Hadir di JCC

Pameran Properti IPEX 2019 Kembali Hadir di JCC    NERACA Jakarta - Pameran properti "Indonesia Properti Expo" (IPEX) kembali hadir di…

Sektor Properti Alami Perlambatan, Industri Dituntut Inovasi

Sektor Properti Alami Perlambatan, Industri Dituntut Inovasi    NERACA Jakarta - Sektor properti di tanah air dalam beberapa tahun belakangan dinilai…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Kemenparekraf-SMF Bermitra Biayai Rumah Penginapan di Mandalika Lombok

Kemenparekraf-SMF Bermitra Biayai Rumah Penginapan di Mandalika Lombok    NERACA Mataram - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan PT Sarana…

Pameran Properti IPEX 2019 Kembali Hadir di JCC

Pameran Properti IPEX 2019 Kembali Hadir di JCC    NERACA Jakarta - Pameran properti "Indonesia Properti Expo" (IPEX) kembali hadir di…

Sektor Properti Alami Perlambatan, Industri Dituntut Inovasi

Sektor Properti Alami Perlambatan, Industri Dituntut Inovasi    NERACA Jakarta - Sektor properti di tanah air dalam beberapa tahun belakangan dinilai…