Waspadai Aksi Ambil Untung, Indeks Menguat Terbatas

Neraca

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 12,307 poin (0,30%) ke level 4.154,067. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melemah 4,414 poin (0,61%) ke level 714,254. Aksi ambil untung memicu indeks terkoreksi tajam.

Analis Milenium Danatama Sekuritas, Abidin mengatakan indeks saham dalam negeri melemah dipicu aksi ambil untung pada awal pekan ini, sehingga menunjukkan tren "bearish" bagi IHSG ke depannya. "IHSG terlihat masuk 'trend bearish' setelah menguat cukup signifikan pada pekan kemarin. Pelaku pasar saham asing sudah mulai melakukan aksi ambil untung,”katanya di Jakarta, Senin (9/4.

Meski demikian, dia menambahkan, pelemahan lebih dalam IHSG tertahan oleh sentimen positif dari emiten yang berencana membagikan dividen. Hal senada juga disampaikan analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, IHSG tertekan oleh sentimen negatif dari regional yang memicu terjadinya aksi ambil untung investor."Minimnya sentimen positif juga menyebabkan transaksi cenderung sepi,”paparnya.

Berikutnya, dia memproyeksikan indeks BEI akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas pada besok Selasa (10/4) dengan kisaran "support-resistance" di level 4.127-4.179 poin.

Pada perdagangan kemarin, transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 85,813 miliar di seluruh pasar. Tujuh sektor melemah, dipimpin oleh saham komoditas, yaitu agrikultur dan tambang. Sementara saham-saham properti memimpin penguatan bursa, bersama aneka industri dan perdagangan.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 113.286 kali pada volume 9,359 juta lot saham senilai Rp 3,134 triliun. Sebanyak 90 saham naik, sisanya 167 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Century Textille (CNTX) naik Rp 2.100 ke Rp 12.600, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 1.000 ke Rp 14.000, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 975 ke Rp 4.900, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 500 ke Rp 75.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 57.250, Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 17.800, SMART (SMAR) turun Rp 300 ke Rp 6.250, dan Goodyear (GDYR) turun Rp 300 ke Rp 11.300.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 14,469 poin (0,34%) ke level 4.151,905. Sementara Indeks LQ 45 melemah tipis 3,331 poin (0,46%) ke level 715,337. Aksi jual dilakukan investor karena sentimen negatif dari pasar global dan regional. Wall Street ditutup melemah akhir pekan lalu, ditambah tingkat inflasi China yang meninggi di bulan Maret kemarin.

Saham-saham berbasis finansial dan komoditas menjadi yang paling banyak dilepas. Sementara saham-saham properti dan infrastruktur masih bisa menguat. Investor asing terus mengambil untung dengan melepas saham.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 62.544 kali pada volume 5,976 juta lot saham senilai Rp 1,715 triliun. Sebanyak 76 saham naik, sisanya 154 saham turun, dan 93 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Century Textille (CNTX) naik Rp 2.100 ke Rp 12.600, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 1.000 ke Rp 14.000, Astra Internasional (ASII) naik Rp 750 ke Rp 75.500, dan Hero Supermarket (HERO) naik Rp 425 ke Rp 4.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 57.450, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 53.800, Indospring (INDS) turun Rp 350 ke Rp 5.050, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 22.550.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 18,23 poin atau 0,44% ke posisi 4.148,15. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 4,65 poin (0,64%) ke level 714,02. "IHSG dibuka melemah seiring koreksi yang terjadi di bursa regional dan minimnya sentimen positif baru dari domestik," kata pengamat pasar saham Samuel Sekuritas Christine Salim.

Menurutnya beberapa saham yang di akhir pekan lalu ditutup menguat seperti saham-saham sektor perbankan, konsumer dan otomotif diperkirakan kembali mengalami tekanan ambil untung (profit taking) hari ini.

Dari global, kata dia, bursa Asia pagi dibuka melemah signifikan sekitar 1,5% memfaktorkan rilis data payrolls AS yang lebih rendah dari estimasi. Dia menambahkan, bursa AS dan Eropa di akhir pekan lalu bergerak mixed dengan kecenderungan melemah dan dengan volume perdagangan yang relatif kecil seiring pasar mengantisipasi libur panjang Paskah di akhir pekan lalu.

Kepala riset MNC Sekurities, Edwin Sebayang mengatakan, investor mulai memperhitungkan petunjuk apa yang akan emiten keluarkan berkaitan dengan kinerja kuartal pertama 2012. Selain itu, lanjut dia, investor juga menanti kelanjutan kabar mengenai berapa persen rasio pembayaran dividen yang akan dibagikan emiten.

Dia menambahkan, investor juga terus menunggu bagaimana kinerja emiten yang belum menyampaikan Laporan Keuangan kuartal empat 2011 ditengah kelanjutan "capital inflow" dari investor asing.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 197,98 poin (0,95%) ke level 20.593,00, indeks Nikkei-225 turun 102,54 poin (1,06%) ke level 9.585,91 dan Straits Times melemah 24,34 poin (0,80%) ke level 2.962,21. (bani)

Related posts