BI Jaring Uang Lusuh Di Masyarakat - Buka Layanan Kas Keliling

NERACA

Jakarta--- Bank Indonesia (BI) melakukan sosialisasi uang yang beredar di masyarakat terkait mendorong kebijakan clean money policy di Kepulauan Seribu. Hal ini demi menjaring banyaknya uang lusuh (tak layak edar). "Layanan kas keliling tersebut akan melakukan penukaran uang rupiah, uang lusuh (uang tidak layak edar) dengan uang layak edar atau uang pecahan besar dengan pecahan kecil," kata Direktur Direktorat Pengedaran Uang BI Gatot Sugiono di Jakarta,9/4

Menurut Gatot, BI juga menggandeng Polisi Air (Pol Air) dalam melakukan sosialisasi tersebut. Sehingga tujuan dari sosialisasi tersebut untuk mendorong kebijakan clean money policy, sebagai upaya pencapaian misi BI di bidang sistem pembayaran tunai. "Ini juga memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi layak edar," jelasnya.

Adapun dalam sosialiasi itu, BI menyiapkan modal kerja sebesar Rp1,5 miliar untuk melakukan layanan kas keliling di Kepulauan Seribu yang terdiri dari berbagai pecahan, khususnya uang pecahan kecil. Selain itu, pihak BI juga menyosialisasikan ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada masyarakat, instansi atau pelajar, serta menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil survei dan masukan stakeholder, di wilayah perbatasan dan terpencil, antara lain daerah kepulauan, tingkat kualitas uang relatif kurang baik dan terbatasnya akses masyarakat ke perbankan). Misalnya di Kabupaten Kepulauan Seribu hanya memiliki satu bank dengan status kantor kas.

Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Seribu Natsir Sabara mengatakan bila sosialisasi mengenai uang dari BI ini rutin dilaksanakan setiap tahun. "Kali ini ada lima titik yang diadakan, dan Pulau Tidung menjadi yang pertama, yakni dalam hal penukaran uang," ujarnya

Yang jelas antusiasme warga yang ingin mengetahui soal uang ternyata cukup tinggi. Selain mereka mendapat pengetahuan dan bisa membedakan mana uang asli dan palsu, mereka pun bisa menukarkan uang lusuh yang sudah buluk atau tidak terpakai lagi.

Namun, untuk penukaran uang dan sosialisasi tersebut, kali ini cukup unik dilakukan. Pihak Bank Indonesia (BI) yang bekerja sama dengan Polisi Air (Pol Air) melakukannya di atas kapal. Antrean pun mengular, warga sekitar berebut ingin menukarkan uang mereka menjadi uang baru dalam berbagai pecahan. Warga yang kebanyakan ibu rumah tangga tersebut merasa bersyukur pihak BI bisa "mampir" ke pulau mereka. "Saya mau tukarkan uang saya sebanyak Rp6 juta. Sangat membantu sekali ya, jadi saya enggak perlu ke Jakarta cuma buat nukerin duit saja. Harusnya mereka sering-sering ke sini," cerita Raudah, seorang ibu rumah tangga

Sekadar informasi, BI melakukan kegiatan layanan kas keliling di Kepulauan Seribu, yakni di lima pulau seperti Pulau Untung Jawa, Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Tidung, dan Pulau Harapan. Selain itu, layanan ini juga dilakukan di pesisir Jakarta Utara. **cahyo

Related posts