SMRA Pertahankan Peringkat A dari Pefindo

NERACA

Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat “idA” kepada PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dengan prospek stabil. Peringkat tersebut juga diberikan untuk Obligasi Berkelanjutan II tahun 2015, Obligasi Berkelanjutan II Fase II tahun 2017, dan Obligasi Berkelanjutan III tahun 2018.

Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, selain mempertahankan peringkat perseroan serta obligasinya, Pefindo juga mempertahankan peringkat “idA(sy)” untuk Sukuk Ijarah I Fase II Tahun 2014. Dijelaskan, peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar perseroan yang kuat di dalam industri properti, kualitas aset yang baik, dan pendapatan berulang yang cukup. Namun, peringkat dibatasi oleh struktur permodalan yang agresif dan perlindungan arus kas yang kurang kuat, risiko pengembangan proyek baru di area baru, dan karakteristik industri property yang sensitif terhadap perubahan kondisi makroekonomi.

Sebagai informasi, perseroan telah membagikan dividen sebesar 10% dari perolehan laba bersih tahun 2018 pada tanggal 19 Juli 2019. Nilai dividen yang didistribusikan mecapai Rp 69 miliar atau setara dengan Rp 5 per saham.

Direktur Utama Summarecon, Adrianto P Ardi pernah bilang, rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan perseroan memutuskan total dividen 10% dari raihan laba bersih tahun lalu mencapai Rp 690 miliar. Sedangkan sisa laba bersih dibukukan sebagai dana cadangan dan laba ditahan. Sebagaimana diketahui, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 5,6 triliun atau turun 0,4% dibanding tahun sebelumnya. Meskipun demikian, laba bersih perusahaan meningkat 30% menjadi Rp 690,6 miliar.

Perseroan mencatat unit bisnis pengembangan properti tetap menjadi penyumbang utama pendapatan sebesar 61%. Total pendapatan dari unit bisnis ini mencapai Rp 3,4 triliun, turun 5% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,6 triliun. Sisanya disumbangkan unit bisnis investasi dan manajemen properti.

Dari unit ini, Summarecon berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 7% menjadi Rp 1,49 triliun. Unit bisnis tersebut juga memberikan kontribusi pada pendapatan total perusahaan mencapai 26% yang datang dari keberhasilan bisnis mal dan ritel. Tahun ini, perseroan membidik penjualan unit properti (marketing sales) sebesar Rp 4 triliun atau hampir sama dengan perolehan tahun lalu. Hingga kini, realisasimarketing salesperseroan telah mencapai 50% dari total target tahun ini.

BERITA TERKAIT

Dukung Pasar Modal Syariah - Tren Layanan Wakaf Saham Bakal Tumbuh

NERACA Jakarta – Mengoptimalkan produk layanan pasar modal syariah, beberapa perusahaan manajer investasi terus berinovasi dengan menghadirkan layanan menjawab kebutuhan…

Sidang Bangun Cipta Kontraktor - PN Minta Lengkapi Legal Akta Perusahaan

NERACA Jakarta - Menyoal permohonan perusahaan asal Selandia Baru, H Infrastructure Limited (HIL) kepada Pengadilan Niaga (PN) pada Pengadilan Negeri Jakarta…

IPO Itama Ranoraya Oversubscribed 34,96 Kali

NERACA Jakarta – Penawaran umum saham perdana PT Itama Ranoraya mendapatkan respon positif dari investor. Dimana berdasarkan hasil penawaran di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Modernland Realty Raih The 11th IICD GCG Award 2019

PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) berhasil meraih penghargaan dalam acara The 11th IICD Corporate Governance Conference & Award 2019 yang…

Rencanakan Divestasi Saham - Vale Indonesia Matangkan Transaksi Dengan Inalum

NERACA Jakarta – Setelah pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di istana September lalu mendapatkan dukungan soal rencana divestasi, kini…

Ketapatan Laporan Keuangan - BEI Catatkan 12 Emiten Belum Rilis Keuangan

NERACA Jakarta – Meskipun kepatuhan dan kedispilinan emiten dalam penyampaian laporan keuangan terus meningkat, namun pihak PT Bursa Efek Indonesia…