Sarana Agro Lepas 260 Juta Saham JAWA - Ditawarkan di Harga Rp 130

NERACA

Jakarta – Tercatat menjadi pemegang saham pengendali PT J.A Wattie Tbk (JAWA), PT Sarana Agro Investama telah melepas saham JAWA sebagai bentuk pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, perseroan telah menjual sebanyak 260.496.200 lembar saham JAWA di harga Rp130, pada tanggal 2 September 2019.

Aksi korporasi tersebut merupakan ketentuan regulator pasar modal terkait akuisisi perusahaan terbuka hingga menguasai lebih dari 80% saham maka dalam dua tahun harus melepas sebagian saham perusahaan tersebut hingga kepemilikan masyarakat minimal 20%. Dimana tujuan transaksi ini merupakan Peraturan OJK No 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka Pasal 21.

Kata Direktur PT Sarana Agro Investama, Ronny Alexander Waliry, setelah transaksi ini, Sarana Agro Investama memegang sebanyak 3.019.748.385 lembar saham atau 80% dari seluruh saham yang dikeluarkan perseroan. Sedangan sebelumnya, perseroan memegang sebanyak 3.280.244.585 lembar saham atau 86,9%. Padahal, sebelumnya Sarana Agro Investama menggelar penawaran wajib atau tender offer sebanyak 1,11 miliar saham JAWA di harga Rp250 perlembar saham pada akhir tahun 2017.

Sebagai informasi, PT Jaya Agra Wattie Tbk masih melihat 2019 sebagai tahun yang menantang untuk komoditas kelapa sawit khususnya dalam bisnis Crude Palm Oil (CPO). Kendati demikian, emiten perkebunan ini membidik kinerja yang lebih positif dibandingkan tahun lalu.

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan JAWA, Harli Wijayadi pernah bilang, strategi yang akan digelar JAWA adalah dengan melakukan efisiensi dalam biaya operasional, serta meningkatkan produksi pada dua komoditas andalan, yakni karet dan produk kelapa sawit. Dirinya menuurkan, pada tahun ini JAWA menargetkan bisa memproduksi 21.209 ton karet, atau naik 30,39% dari realisasi tahun lalu yang mencapai 14.762 ton.

Untuk Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, target produksi JAWA tahun ini mencapai 426.000 ton. Jumlah itu naik 35,47% dibandingkan realisasi produksi TBS tahun 2018 yang berada di angka 274.877 ton. Pada komoditas CPO, target produksi JAWA tahun ini dipatok 91.731 ton atau naik 35,4% dari realisasi tahun lalu yang mencapai 59.251 ton. Kenaikan juga terjadi pada komoditas kernel yang pada tahun ini ditargetkan bisa memproduksi 16.317 ton atau naik 34,77% dari produksi kernel JAWA tahun 2018 yang sebesar 10.643 ton.

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Percepat Dokumentasi Kredit - Bank BTN Luncurkan Web e-Mitra Operation

Dalam rangka meningkatkan kualitas kredit dan layanan kepada debitur, khususnya debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…