Legislator: Upaya Penghentian Tumpahan Minyak Pertamina Sudah Tepat

Jakarta- Anggota Komisi VII DPR Kurtubi menegaskan bahwa upaya yang dilakukan Pertamina untuk mengatasi tumpahan minyak di Karawang sudah tepat, meskipun diakui membutuhkan waktu untuk mematikan sumur YYA-1 sekaligus membersihkan seluruh ceceran minyak di laut dan pantai.

“Metode sudah tepat termasuk peralatan yang dipakai. Pertamina memiliki dua kelompok, yang satu bekerja menutup sumber keluarnya minyak dan kelompok lain meminimalisasi dampak karena ceceran di laut hingga ke pantai. Kita hargai usaha all out Pertamina,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (23/8).

Menurut dia, metode yang dilakukan Pertamina sesuai dengan kebijakan standar, dalam hal ini, ketika terjadi kebocoran pipa bawah tanah, maka pipa yang menghubungkan reservoar harus dtutup.

Dia menambahkan karena penutupan dilakukan melalui melalui injeksi semen, maka Pertamina harus melakukan pengeboran di dekat sumur YYA-1. “Jadi memang membutuhkan waktu, apalagi kebocoran terjadi lebih dari 2.000 meter di bawah permukaan tanah. Hendaknya semua bersabar,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Kurtubi juga menambahkan, karena kebocoran terjadi di laut, wajar jika terdapat ceceran minyak sebab mudah terbawa angin dan ombak. Hanya saja jumlahnya relatif kecil dan untuk itu pun Pertamina juga sigap melakukan pembersihan.

Terkait peralatan yang dipergunakan, lanjutnya, juga sudah tepat, mulai oil boom, skimmer, hingga absorbent. Berbagai peralatan tersebut memang dipergunakan jika terdapat insiden seperti sekarang. “Absorbent misalnya, berguna untuk menyerap minyak. Semua dilakukan Pertamina untuk menimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan,” ujarnya.

Terkait salah satu alat yang dipergunakan, yaitu absorbent, Leader Oilspill Responder Oil Spill Combat Team (OSCT) yang bertugas di Pantai Cemarajaya, Fredi Simanjuntak menyatakan, untuk menangani tumpahan minyak, absorbent merupakan material yang cukup efektif dan efisien.

Dalam hal ini, lanjutnya, absorbent dipakai ketika tumpahan tidak bisa lagi ditanggulangi secara mekanik seperti penggunaan skimmer. “Hal ini karena absorbent memiliki sifat hidrofobik yang tinggi dan dapat menyerap serta menahan minyak,” kata dia. mohar

BERITA TERKAIT

Pembangunan Jalan "Negeri di Atas Awan" Ditarget Selesai Desember 2019

Pembangunan Jalan "Negeri di Atas Awan" Ditarget Selesai Desember 2019   NERACA Serang - Pembangunan jalan menuju tempat wisata 'Negeri di…

Depok Inovation Week Ajang Solusi Menuju Program Unggulan

Depok Inovation Week Ajang Solusi Menuju Program Unggulan   NERACA Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan antusias masyarakat cukup…

Pemkot Sukabumi Dorong Litbang Dijadikan Dasar Pembangunan - Upaya Percepatan Pembangunan

Pemkot Sukabumi Dorong Litbang Dijadikan Dasar Pembangunan Upaya Percepatan Pembangunan  NERACA Sukabumi - Upaya percepatan pembangunan terus dilakukan Pemerintah Kota…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Komitmen Sejahterakan Masyarakat, Bupati Eka Raih Penghargaan Anugerah Sang Pemimpin

Komitmen Sejahterakan Masyarakat, Bupati Eka Raih Penghargaan Anugerah Sang Pemimpin  NERACA Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan meraih penghargaaan Sang…

Penghargaan AVPA France Award untuk Kopi dan Teh RI

Jakarta-Kopi Indonesia berhasil meraih penghargaan International AVPA France Gourmet Award 2019 bertema Coffees Locally Roasted in their Country of Origin.…

Pembangunan Jalan "Negeri di Atas Awan" Ditarget Selesai Desember 2019

Pembangunan Jalan "Negeri di Atas Awan" Ditarget Selesai Desember 2019   NERACA Serang - Pembangunan jalan menuju tempat wisata 'Negeri di…