Realisasi Belanja Modal Indofood Capai 28,57%

NERACA

Jakarta –Sampai dengan semester pertama 2019, realisasi belanja modal PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencapai Rp 2,2 triliun atau 28,57% dari alokasi belanja modal tahun ini sebesar Rp 7,7 triliun. Direktur Indofood Sukses Makmur, Thimas Tjhie mengatakan, belanja modal yang terserap kurang dari 50% pada paruh pertama tahun ini karena beberapa divisi masih menunggu mesin yang harus diimpor.”Impor mesin perlu waktu untuk pesan atau negosiasi harga,"jelasnya.

Perseroan menjelaskan, dari belanja modal INDF, sekitar Rp3,5 triliun dialokasikan untuk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Adapun, ICBP menggunakan 70% dari belanja modalnya untuk segmen mi instan, 15% segmen dairy, dan 15% sisanya segmen makanan ringan dan penyedap rasa.

Hingga semester I/2019, ICBP telah menyerap belanja modal sebesar Rp1 triliun atau 28,57% dari alokasi belanja modal sepanjang tahun ini. Anggaran belanja modal itu digunakan untuk ekspansi segmen mi instan dan meningkatkan kapasitas produksi segmen dairy sebesar 5%. Di divisi agribisnis, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) menyerap belanja modal Rp220 miliar pada paruh pertama tahun ini atau 44% dari alokasi Rp500 miliar pada 2019. Belanja modal ini digunakan untuk pemeliharaan tanaman dan replanting, serta infrastruktur berupa pembangunan tangki penyimpanan CPO.

Adapun, PT Salim Ivomas Pratama Tbk. telah menyerap belanja modal senilai Rp700 miliar pada semester I/2019 atau 53,85% dari alokasi sepanjang tahun ini sebesar Rp1,3 triliun. Di divisi Bogasari, perseroan akan memiliki tambahan kapasitas produksi tepung sebesar 1.000 ton per hari penggilingan di pabrik Tanjung Priok, Jakarta Utara pada kuartal IV/2019.

Perseroan juga melakukan ekspansi dengan membangun fasilitas produksi di Cibitung Jawa Barat yang diperkirakan selesai pada akhir 2020. Fasilitas produksi itu akan memberikan tambahan kapasitas produksi tepung sebesar 1.500 ton per hari penggilingan. Thomas mengatakan, perseroan optimistis dapat mencapai target pertumbuhan pada level high single digit pada tahun ini. "Tahun ini bisa capai target," katanya.

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presiden Bakal Membuka Munas HIPMI Ke-XVI

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka musyawarah nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI)…

CEO Asia Aero Technology - Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorang Founder sekaligus CEO…

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…