Kontrak Baru WIKA Gedung Capai Rp 4,9 Triliun - Geliat Sektor Infrastruktur

NERACA

Jakarta – Sampai dengan pekan ketiga Agustus 2019, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) telah mengantongi kontrak baru Rp4,9 triliun. Jumlah itu setara dengan 40,9% dari target kontrak tahun ini sebesar Rp11,98 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Utama WIKA Gedung, Nariman Prasetyo mengatakan, salah satu pekerjaan yang baru didapatkan perseroan yakni jasa konstruksi rancang dan bangun Jakarta International Stadium (JIS). PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pemilik menunjuk WEGE KSO sebagai kontraktor Pelaksana untuk mengerjakan proyek pembangunan senilai Rp4,08 triliun.

Adapun, porsi WEGE sebagai pemimpin di dalam proyek ini sebesar 51%. Pembangunan JIS akan selesai pada 2021 dengan masa pemeliharaan selama 12 bulan. Selain itu, lanjutanya, perseroan juga mendapatkan kontrak proyek yakni bandara Hasanuddin Makasar, revitalisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta, Hotel Domestik T3.

Selain itu, WEGE juga mendapatkan kontrak Bandara Soekarno Hatta Tangerang, rehabilitasi Gedung Kejaksaan Tinggi NTB, Universitas Muhammadiyah Lampung, Apartemen Sun City Surabaya, pengembangan Industri Teknologi Kepolisian Program Kreditor Swasta Asing, dan Site Office Halim. Maka dengan realisasi itu, Nariman optimistis mampu mencapai target nilai kontrak baru 2019. Apalagi, perseroan masih membidik sejumlah proyek lainnya.“WEGE tengah membidik proyek rumah sakit pemerintah, proyek hotel milik BUMN, proyek apartemen milik swasta, sarana olahraga, dan gedung perkantoran,” ujarnya.

Kedepan, lanjutnya, perseroan akan terus mengembangkan usahanya di lini konsesi. Saat ini, WEGE tengah dalam proses tender konsesi kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) bandar udara, rumah sakit, dan badan usaha yang menjadi konsesi infrastruktur sosial dan kota lainnya. Asal tahu saja, komposisi perolehan kontrak baru tahun 2019 berasal dari pemerintah sebesar 33%, BUMN 31% dan swasta36%. Hal itu menunjukan WEGE telah memiliki pasar yang jelas dan independen karena porsi kontrak baru berasal dari eksternal, di luar dari proyek-proyek yang berasal dari PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) selaku induk usaha.

Sementara untuk penjualan tahun ini, WEGE menargetkan Rp7,73 triliun atau naik 31,46% dari target tahun 2018 sebesar Rp5,88 triliun dengan target laba bersih tahun 2019 Rp 533 miliar atau naik 20,32% dari target tahun 2018 sebesar Rp443 miliar dan untuk pengembangan bisnis di tahun 2019, perusahaan menggelontorkan belanja modal sebesar Rp 1,13 triliun yang diperuntukkan untuk Fixed Asset, Capital Investment & acquisition and Business Development.

Kemudian untuk memenuhi target tersebut, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut.Pertama,peran aktif pada pasar fasilitas proyek infrastruktur penyediaan 1 juta rumah pola industrialisasi pracetak dan modular. Kedua,peran aktif pada pasar fasilitas proyek infrastruktur seperti bandara melaluidesign and build,investasi, serta konsesi.Ketiga,seluruh pekerjaan konstruksi gedung dari Wika Group dilaksanakan oleh WEGE. Keempat,perseroan masuk ke pasar premium untuk mencapai target tahun ini.

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

Saat Ini Momentum Tepat Starup Go Public

Maraknya beberapa perusahaan starup yang mencatatkan saham perdananya di pasar modal, menjadi sentimen positif bagi perusahaan starup lainnya untuk mengikuti…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…