Realisasi Kontrak Baru Adhi Karya Stagnan - Imbas Tahun Politik

NERACA

Jakarta – Meskipun PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) masih membukukan laba bersih positif di semester pertama tahun ini sebesar Rp215,0 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya yakni Rp212,7 miliar. Namun pendapatan perseroan turun 10,79% dari priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6,08 triliun menjadi Rp5,42 triliun.

Ya, penurunan pendapatan perseroan seirama dengan stagnannya perolehan kontrak yang didapat. Dimana sepanjang paruh pertama tahun ini, kontrak yang dapat baru senilai Rp 6,1 triliun atau sama seperti tahun lalu. “Untuk perolehan kontrak memang agak rendah karena tahun politik atau pemilu. Diharapkan tahun ke depan lebih tinggi lagi," kata Direktur Keuangan ADHI, Enthus Asnawi di Jakarta, kemarin.

Dirinya mengakui, perolehan kontrak baru ini relatif tidak terlalu tinggi. Adanya ekskalasi situasi politik, seperti Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden, diyakini menjadi salah satu penyebabnya. Disampaikannya, mayoritas kontrak baru berasal dari proyek BUMN (76%) untuk menggarap gedung (75%). Salah satu kontrak baru yang berhasil dicapai yaitu pembangunan Gedung Bank Mandiri cabang Jakarta senilai Rp 207,3 miliar. "Untuk anchor proyek memang masih didukung proyek LRT, properti dan konstruksi," imbuh Enthus.

Dari sisi arus kas, Enthus mengaku, saat ini terjadi negative cashflow. Hal itu disebabkan dari Rp 14 triliun investasi yang telah dikeluarkan ADHI untuk menggarap proyek LRT Jabodebek, saat ini baru Rp 7,1 triliun yang telah kembali. "Artinya masih cukup besar tagihan yang sedang kami proses di KAI dan Perhubungan. Ini yang berkontribusi terhadap negative cashflow ADHI," ungkapnya.

Ia berharap, pada akhir tahun pembayaran proyek LRT dapat segera cair hingga Rp 3,1 triliun. Perseroan mengungkapkan, proyek pembangunan prasarana Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) wilayah Jabodetabek tahap I sejak September 2015 telah mencapai 64,4%. Proses tersebut terdiri dari tiga ruas, yaitu Cawang-Cibubur sebesar 84,0%, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sebesar 53,9%, dan Cawang-Bekasi Timur sebesar 58,1%.

Menurut Direktur SDM Adhi Karya Agus Karianto, proses pembangunan LRT masih terkendala oleh sulitnya pembebasan lahan di beberapa tempat. Hingga kini, ADHI baru berhasil membebaskan 70% lahan. ADHI menargetkan pembebasan lahan bisa selesai pada akhir September 2019. Sementara itu, rangkaian LRT garapan PT Industri Kereta Api (INKA) akan datang pada akhir Agustus 2019. Dengan hadirnya rangkaian tersebut, ADHI merencanakan akan melakukan running test pada September mendatang.Running test akan dilaksanakan menggunakan jalur yang sudah ada, yakni Cibubur-Ciracas. “Secara bertahap, akan ada empat rangkaian yang bisa didatangkan dari INKA, diharapkan bisa dipakai untuk running test,” ujar Agus.

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengatakan, usai melaksanakan running test, ADHI akan mendesain jalur LRT Cibubur-Bogor. Selain itu, ADHI juga akan melakukan studi untuk membuat rute loop line. Rute ini dibuat sebab menurut Budi, kereta di Jakarta saat ini berada di lintasan bawah. Posisi kereta di bawah tersebut menyebabkan adanya persimpangan sebidang dengan lalu lintas lain. Hal tersebut mengganggu, baik bagi lalu lintas kereta maupun kendaraan lainnya.“Itu akan kami angkat. Kami sudah dapat izin dari gubernur untuk melakukan studi tersebut,” tambah Budi.

Menurut Budi, jalur tersebut akan dibuat sepanjang 20 kilometer dan memerlukan biaya sekitar Rp15 triliun.

BERITA TERKAIT

Gandeng Perusahaan Tiongkok - Kresna Berambisi Terdepan Garap Bisnis Starup

NERACA Jakarta-Sibuk membawa beberapa anak usahanya go public dan juga sukses mengembangkan bisnis digitalnya, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN)…

Bangun Kompleks Petrokimia - Chandra Asri Petrochemical Dapat Tax Holiday

NERACA Jakarta – Sebagai komitmen patuh terhadap pajak, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapatkan keringanan pajak atau tax holiday…

Ekspansi Bisnis di Kongo - 10 Perusahaan Indonesia Garap Proyek Strategis

NERACA Jakarta – Membidik potensi pasar luar negeri dalam pengembangan bisnisnya, The Sandi Group (TSG) Global Holdings bersama entitas bisnisnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WanaArtha Life Ambil Bagian di WEF Annual Meeting 2020

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau yang lebih dikenal dengan WanaArtha Life kembali ambil bagian di World Economic Forum Annual…

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…