Laba Bersih Tower Bersama Terkoreksi 1,08%

NERACA

Jakarta - Sepanjang semester pertama 2019, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan laba bersih sebesar Rp402,74 miliar atau turun 1,08% dibanding periode yang sama tahun 2018 yang mencatat laba bersih berjalan sebesar Rp407,12 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin

Sementara pendapatan TBIG di paruh pertama tercatat tumbuh 9,57% menjadi sebesar Rp2,277 triliun, dibanding priode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,078 triliun. Sedangkan beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp432,03 miliar atau naik 13,68% dibanding periode yang sama tahun 2018 lalu yang tercatat sebesar Rp380 miliar.

Pada sisi ekuitas tercatat Rp3,343 triliun atau turun 9,13% dibanding kuartal I 2018 yang tercatat sebesar Rp3,67 triliun. Adapun kewajiban perseroan tercatat sebesar Rp25,93 triliun atau naik 1,93% dibanding kuartal I 2018 yang tercatat sebesar Rp25,43 triliun. Sementara itu, kas netto dari aktivitas operasional perseroan tercatat sebesar Rp2,52 triliun atau naik 18,86% dibanding periode yang sama tahun 2018 lalu yang masih tercatat sebesar Rp2,12 triliun.

Selain itu, aset perseroan tercatat senilai Rp29,28 triliun atau naik 0,58% dibanding kuartal I 2018 yang tercatat senilai Rp29,11 triliun. Meski laba bersih terkoreksi, perseroan masih optimis bisnis penyewaaan menara masih bagus hingga akhir tahun ini. Tengok saja pada kuartal I-2019, rasio penyewan alias tenancy ratio Tower Bersama Infrastructure berada di angka 1,71. Angka ini tidak jauh berbeda dari target tenancy ratio sampai akhir 2019. “Target masih stabil di level 1,7” kata Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Helmy Yusman.

Dirinya menegaskan, sejauh ini penambahan tenant TBIG cukup bagus. Sayangnya, belum mau membeberkan realisasi tenant di semester I-2019. Dirinya menambahkan saat ini proyek Tower Bersama Infrastructure tersebar di seluruh Indonesia. “Tapi lebih banyak di Pulau Jawa dan saat ini penyewa tenant terbesar adalah operator Telkomsel,” ujar Helmy.

BERITA TERKAIT

Obligasi Global Medco Oversubscribed 6 Kali

NERACA Jakarta – Penerbitan obligasi global milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mendapatkan respon positif dari pelaku pasar. Dimana…

Kembangkan Kendaraan Listrik - Pemerintah Menaruh Asa Divestasi Saham INCO

NERACA Jakarta – Dukungan pemerintah terhadap PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk mengakuisisi 20% divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk…

Tersandung Masalah Hukum - MPRO Batal Akuisisi Anak Usaha Hanson

NERACA Jakarta – Buntut dari disuspensinya perdagangan saham PT Hanson International Tbk (MYRX) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PGN Anggarkan Belanja Modal US$ 700 Juta

NERACA Jakarta – Sukses membangun jaringan pipa gas lebih luas lagi di tahun 2019, di tahun ini PT Perusahaan Gas…

Pertegas Komitmen Pembangunan - Meikarta Serah Terima Kunci 400 Unit Hunian

NERACA Jakarta – Memenuhi komitmen kepada pelanggannya, pengembang properti Meikarta akan segera serah terima kunci 400 unit hunian di area…

Lippo Karawaci Catatkan Penjualan Rp 1,85 Triliun

NERACA Jakarta –Bisnis properti sepanjang tahun 2019 masih dirasakan manisnya oleh PT Lippo Karawaci Tbk (LKPR). Pasalnya, emiten properti ini…