PTPN III Bakal Terbitkan Sukuk Rp 1 Triliun

Danai ekspansi bisnisnya, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) berencana menerbitkan surat utang syariah (sukuk) senilai Rp1 triliun. "Dana tersebut akan kami gunakan setidaknya 50% untuk modal kerja ekspansi dan 50% untuk investasi,”kata Direktur Keuangan PTPN III, Mohammad Yudayat di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, dana dari diversifikasi pembiayaan tersebut bakal digunakan untuk penambahan modal kerja dan investasi. Hal ini seiring dengan transformasi bisnis perseroan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha. Dalam emisi sukuk ini, PTPN III menggandeng PT PNM Investment Management (PNM-IM).

Yudayat memaparkan penandatanganan perjanjian penerbitan sukuk ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan financial closing untuk preliminary investment agreement antara PTPN III dan PNM-IM pada pertemuan tahunan IMF-World Bank Group di Nusa Dua, Bali yang berlangsung pada 12-14 Oktober 2018.

Dalam kerja sama yang diteken, PNM-IM memberikan komitmen menerbitkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) atas surat utang PTPN III dengan total nilai Rp2 triliun. Sementara Direktur Utama PNM Investment Management, Bambang Siswaji mengatakan, perseroan mengemas penggalangan dana itu melalui RDPT dengan underlying asset berupa Sukuk Ijarah II Tahun 2019 PTPN III. Sukuk ijarah ini telah mendapat rating single A(sy) dari PT Pefindo, lembaga pemeringkat efek nasional.

PNM-IM sebelumnya juga membantu PTPN III menerbitkan sukuk senilai Rp500 miliar pada Februari 2019."Untuk penerbitan sisanya diupayakan dimulai pada November 2019. Kami akan terus berkomitmen meningkatkan peran pasar modal, khususnya reksa dana untuk mendukung sektor riil unggulan yang berorientasi ekspor," ujarnya.

Melihat kondisi pasar yang membaik, lanjut Bambang, pihaknya optimistis emisi sukuk ini bisa diserap pasar. Hal ini menyusul tingginya respons dan minat investor dari kalangan investor institusi yang telah masuk.

BERITA TERKAIT

BNI Terbitkan Global Bond US$ 500 Juta

Perkuat modal dalam mendukung ekspansi bisnisnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berencana menerbitkan obligasi dalam denominasi dollar atau global…

Kontrak Baru PTPP Meleset dari Target

Geliat pembangunan infrastruktur di tahun 2019 kemarin, belum mampu memenuhi target PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dalam mencapai raihan kontrak…

Pefindo Beri Peringkat Negatif Outlook WSKT

Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengubah outlook PT Waskita Karya (Persero) Tbk dari stabil menjadi negatif. PT Waskita Karya Persero) Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WanaArtha Life Ambil Bagian di WEF Annual Meeting 2020

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau yang lebih dikenal dengan WanaArtha Life kembali ambil bagian di World Economic Forum Annual…

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…