Pendapatan IPCC Terkoreksi 8,62% - Dampak Pemilu dan Lebaran

NERACA

Jakarta – Geliat kegiatan ekspor impor otomotif belum memberikan dampak terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC). Pasalnya, perseroan membukukan pendapatan di semester pertama tahun ini sebesar Rp228,70 miliar atau turun 8,62% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp250,27 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakrta, kemarin.

Perseroan menjelaskan, penurunan pendapatan disebabkan pencapaian pendapatan pada segmen jasa terminal yang lebih rendah 8,90% (YoY) menjadi Rp212,72 miliar dari semester I tahun lalu sebesar Rp233,49 miliar. Chiefy Adi K, Direktur Utama IPCC menuturkan, kinerja keuangan semester I 2019 ini tidak begitu menggembirakan dikarenakan kinerja triwulan II yang kurang baik seiring adanya imbas faktor perhelatan pemilu dan lebaran. “Selain sentimen dalam negeri, faktor global dari masih adanya perang dagang antara AS dan China juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi hingga demand di pasar. Hal tersebut berimbas pada penurunan volume throughput, khususnya alat berat yang memberikan marjin pendapatan lebih besar,”ungkapnya.

Disampaikannya, sepanjang semester pertama jumlah throughput kargo untuk aktivitas ekspor impor lebih rendah 2,16% atau tercatat 214.025 unit. Jenis CBU naik 7,9% menjadi 173.126 unit, namun untuk jenis alat berat dan spareparts lebih rendah masing-masing sebesar 27,57% dan 30,37% atau sebanyak 7.229 unit dan 33.670 m3. Kenaikan throughput yang signifikan terjadi di aktivitas domestik yang meningkat 45% dengan penyumbang kenaikan terbesar CBU yang naik 34,5% menjadi 36.128 unit dan jenis Spareparts yang naik 1273% menjadi 7.751 m3 .

Lebih rendahnya aktivitas ekspor dan impor pada segmen alat berat, lanjut Chiefy Adi K, akibat melemahnya harga komoditas batu bara dan CPO menyebabkan turunnya pendapatan perusahaan yang banyak dipengaruhi oleh sentimen global dan sentimen domestik terkait dengan pola musiman dan juga pelaksanaan pemilu nasional di kuartal II 2019.

Selain itu, perseroan juga membukukan EBITDA turun tipis dari perolehan sebesar Rp128,27 miliar di semester I tahun lalu menjadi Rp121,44 miliar atau lebih rendah 5,33% (YoY). Meski demikian, IPCC tetap mampu memperoleh laba bersih IPCC di semester I 2019 tercatat sebesar Rp90,57 miliar dibandingkan perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp94,87 miliar. Pada semester dua tahun ini, perseroan optimis akan adanya lonjakan pada aktivitas internasional terutama pada kegiatan ekspor, hal ini mulai terlihat pada lonjakan volume throughput CBU di bulan Juli 2019.

Pada bulan Juli ini, operasional throughput untuk segmen CBU mampu mencapai 38.455 unit meningkat 17,29% dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebanyak 32.787 unit. Dengan selesainya event pemilu presiden dan legislatif yang berakhir dengan baik, para APM akan memaksimalkan 6 bulan tersisa untuk mengejar target ekspor tahun ini.

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presiden Bakal Membuka Munas HIPMI Ke-XVI

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka musyawarah nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI)…

CEO Asia Aero Technology - Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorang Founder sekaligus CEO…

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…