Begini Inovasi Kemenperin Dukung Industri Minyak Kayu Putih

NERACA

Jakarta – Inovasi milik Kementerian Perindustrian (Kemenperin), lolos terpilih masuk dalam kategori Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019, setelah sebelumnya berhasil meraih penghargaan Top 99. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

“Tentunya penghargaan ini akan terus memotivasi kami untuk semakin memacu dalam menciptakan inovasi serta meningkatkan pelayanan yang optimal bagi masyarakat. Kami sangat bangga dan berterima kasih atas capaian ini,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Karo Humas) Kemenperin, Setia Utama di Jakarta, disalin dari siaran resmi.

Penemuan Kemenperin yang mendapat penghargaan itu merupakan buah karya dari Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Ambon yang telah menciptakan Inovasi Ketel Minyak Kayu Putih Baristand Industri Ambon atau disingkat Si Telmi Biam. Selaku pengelola unit pelayanan publik di lingkungan Kemenperin, Setia mengapresiasi atas kerja keras Baristand Industri Ambon tersebut.

“Kemenperin terus gencar meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan dalam upaya menciptakan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku industri. Hal ini sesuai dengan implementasi program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0,” paparnya.

Kepala Baristand Industri Ambon Henry Pajow menjelaskan, terobosan Si Telmi Biam merupakan modifikasi ketel kayu yang menekankan pada efisiensi, efektivitas dan produktivitas untuk memperoleh mutu minyak kayu putih sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Keunggulan Si Telmi Biam di antaranya mampu menurunkan waktu produksi dari 8 jam menjadi 4 jam, sehingga dapat melakukan penyulingan sebanyak tiga kali per hari.

“Sejak tahun 1980, penyulingan minyak kayu putih dilakukan dengan menggunakan ketel dari kayu. Namun ketel kayu ini memiliki berbagai kekurangan, sehingga Baristand Industri Ambon berinovasi untuk menciptakan ketel dengan kualitas yang lebih baik,” terangnya.

Si Telmi Biam menggunakan sistem pendingin kisi-kisi dengan sirkulasi air yang berhasil memperbaiki rendemen produksi ketel kayu. Water seal pada Si Telmi Biam juga mampu mempertahankan volume kondensat uap dalam ketel sehingga uap tidak terbuang percuma seperti pada ketel kayu biasanya.

Selain itu, kebutuhan bahan baku menjadi lebih besar dari 300 Kg daun menjadi menjadi 600 Kg daun per hari. “Dengan demikian, otomatis membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak yaitu 12 orang per hari,” ungkap Henry.

Sejak tahun 2005 hingga 2018, Baristand Industri Ambon telah memproduksi sebanyak 462 Si Telmi Biam dengan penyebaran pemanfaatan untuk 129 industri kecil dan menengah (IKM). Si Telmi Biam mampu menjadi solusi bagi pelaku IKM untuk meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan nilai jual.

“Ke depannya, Si Telmi Biam akan terus diperbaharui sesuai kebutuhan agar mampu memberikan manfaat optimal,” tuturnya. Berkat Si Telmi Biam ini, telah menyerap tenaga kerja mencapai 1.548 orang di wilayah Indonesia bagian timur.

Penetapan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019, disampaikan langsung oleh Syafruddin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) di Kantor Kementerian PANRB pada Rabu (14/8/2019). Menurutnya, Top 45 diperoleh dari Top 99 yang diseleksi melalui tahap presentasi dan wawancara serta verifikasi dan observasi di lapangan.

“Proses seleksi Top 45 dilakukan oleh Tim Panel Independen dan Tim Evaluasi. Sedangkan, untuk penentuannya dilakukan oleh Tim Panel Independen,” jelasnya. Top 45 inovasi pelayanan publik 2019 terdiri dari 8 kementerian dengan 9 inovasi, 4 lembaga sebanyak 4 inovasi, 5 provinsi dengan 5 inovasi, 16 kabupaten dengan 17 inovasi, 9 kota sebanyak 9 inovasi, dan 1 BUMN dengan 1 inovasi.

Syafruddin menambahkan, instansi yang berpartisipasi pada kompetisi tersebut, berkesempatan mengikuti kompetisi tingkat dunia, yaitu United Public Service Award (UNPSA) yang diselenggarakan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Rencananya, penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 akan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada akhir September 2019.

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) merupakan perwujudan gerakan One Agency One Innovation yang digalakkan Kementerian PANRB. KIPP diselenggarakan sebagai pembinaan inovasi pelayanan publik dalam pelaksanaan reformasi birokrasi. Tahun ini terekam sebanyak 3.156 proposal yang mendaftar, dan menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang hanya 2.824 proposal.

BERITA TERKAIT

Impor Garam Kembali Dibuka?

NERACA Jakarta – Indonesia memang memiliki lautan yang cukup luas, tapi impor garam yang masuk ke Tanah Air ini juga…

Kemenperin Siap Menopang Industri Tekstil

NERACA Jakarta – Ditengah-tengah membanjirnya pakaian impor maka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) siap menopang atau membantu industri tekstil dalam negeri. Hal…

Kembangkan Potensi Petani Sawit, Wilmar Gelar Hari Petani

NERACA Riau – PT Siak Prima Sakti (SPS), grup Wilmar menggelar program tahunan Hari Petani Wilmar (Wilmar Farmer’s Day) untuk…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

2020, Ekspor CPO ke India Diprediksi meningkat

NERACA Jakarta - Ekspor Ekspor minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) ke India diprediksi bakal naik. Hal ini terkait…

Laporan BPS, Ekspor Pertanian Paling Tinggi

NERACA Jakarta – Setiap awal tahun sudah menjadi tugas Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melaporkan data ekspor dan impor di…

Proper Hijau Berhasil Diraih Kawasan Industri Jababeka

NERACA Jakarta - PT. Jababeka Tbk, melalui anak perusahaannya PT. Jababeka Infrastruktur, selaku pengelola Kawasan Industri Jababeka, berhasil meraih penganugerahan…