IHSG Masih Melanjutkan Penguatan Kemarin

Neraca

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 44,521 poin (1,08%) ke level 4.166,072. Sementara Indeks LQ 45 melesat 7,991 poin (1,12%) ke level 720,542.

Analis pasar modal dari PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono mengatakan, penguatan indeks dipengaruhi sentimen positif karena aksi beli investor setelah merespon positif dari dalam negri, dimana Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2012 terjadi inflasi sebesar 0,07%. Selain itu, data inflasi, pasar juga merespon positif pengumuman kinerja emiten 2011. “Pasca penundaan kenaikan harga BBM, investor masih terus melakukan pembelian di pasar sehingga indeks berhasil menguat signifikan +1,08%,” katanya di Jakarta, Senin (2/4).

Berikutnya, indeks Selasa diperkirakan masih akan bergerak menguat seiring data inflasi yang rendah dan juga sentimen soal penundaan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Indeks sendiri diperkirakan akan bergerak di level 4.166-4.170. Tercatat perdagangan kemarin berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 129.514 kali pada volume 10,2 jmiliar lembar saham senilai Rp6,4 triliun. Sebanyak 153 saham naik, 88 saham turun, dan sisanya 94 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 3.900 ke Rp 58.950, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 3.700 ke Rp 24.700, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.450 ke Rp 44.900, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.250 ke Rp 75.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder Adirama (MBAI) turun Rp 750 ke Rp 14.000, Goodyear (GDYR) turun Rp 600 ke Rp 11.500, Lion Metal Works (LION) turun Rp 400 ke Rp 5.800, dan Indo Kordsa (LPIN) turun Rp 375 ke Rp 2.000.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI naik 30.075 poin (0,73%) ke level 4.151,626. Indeks LQ 45 naik 5,553 poin (0,78%) ke level 718,104. Riset Samuel Sekuritas mengungkapkan, bursa Asia menguat setelah China mengumumkan membaiknya data manufaktur di bulan Maret yang merupakan level tertinggi tahun ini dan juga jauh melebihi estimasi pasar. "Mengikuti sentimen regional serta telah tercapainya kesepakatan mengenai otoritas pemerintah menaikkan BBM jika CPI naik 15%, kami perkirakan akan menjadikan IHSG menguat dengan resistance indeks berada di level 4,146," ungkapnya.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 63.684 kali pada volume 3,8 miliar lembar saham senilai Rp 2,4 triliun. Sebanyak 129 saham naik, sisanya 80 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Seluruh sektor IHSG terpantau menguat, dengan sektor industri dasar naik 3,83 poin atau 0,9 persen, sektor keuangan naik 4,79 poin atau 0,9%, sektor tambang naik 22,39 atau 0,8% dan sektor aneka industri naik 16,52 poin atau 1,2%.

Saham yang bergerak menguat (top gainers) antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp1.550 ke Rp45.000, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.400 ke Rp56.450 dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) naik Rp1.000 ke Rp13.300.

Saham yang melemah (top losers) adalah PT Lion Metal Works Tbk (LION) turun Rp400 ke Rp5.800, PT United Tractor Tbk (UNTR) turun Rp300 ke Rp32.700, dan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) turun Rp150 ke Rp2.700.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 19,83 poin atau 0,59% ke 4.141,38. Indeks LQ45 nampak naik 4,20 pouin atau ,06% ke 716,75 demikian juga Jakarta Islamic Indeks (JII) melaju 3,53 poin atau 0,6%.

Riset Trimegah Sekuritas mengungkapkan, investor benar–benar memantau perkembangan rapat DPR yang alot dan demonstrasi yang cukup besar. "IHSG kami prediksi dapat menguat dengan rentang 4.090–4.150 dan kemungkinan minggu ini belum akan mencapai All Time High di 4.195,72," ungkap riset tersebut.

Terpantau 36 saham bergerak melemah dengan 98 saham menguat dan 86 saham bergerak stagnan. Aadapun nilai transaksi tercatat sebesar Rp336,29 miliar dari 685,90 juta saham diperdagangkan dengan aksi beli oleh investor asing sebesar Rp45,388 miliar.

Seluruh sektor IHSG terpantau menguat, dengan sektor industri dasar naik 3,87 poin atau 0,9 persen, sektor infrastruktur naik 5,87 poin atau 0,8%, sektor tambang naik 11,64 atau 0,4% dan sektor aneka industri naik 8,95 poin atau 0,7.

Saham yang bergerak menguat (top gainers) antara lain PT United Tractor Tbk (UNTR) naik Rp1.000 ke Rp32.700, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp450 ke Rp18.700 dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp400 ke Rp41.900.

Saham yang melemah (top losers) adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp150 ke Rp20.350, PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) turun Rp125 ke Rp2.025, dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) turun Rp50 ke Rp4,400. (bani)

.

Related posts