Laba Surya Citra Media Terkoreksi 7,34%

NERACA

Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) di paruh pertama tahun ini berhasil dilalui positif, meski perolehan laba terkoreksi. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin disebutkan, perseroan mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 7,34% atau Rp 782,48 miliar di semester pertama 2019. Pada periode yang sama tahun lalu, SCMA meraup laba Rp 844,47 miliar.

Perseroan mengungkapkan, salah satu penyebab turunnya laba adalah beban usaha yang naik 17,42% atau Rp 604,48 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 514,76 miliar. Kendati demikian, perseroan mencatat pertumbuhan di semester pertama tahun ini. Pendapatan SCMA menjadi Rp 2,77 triliun, naik 6,91% daripada separuh pertama 2018 yang mencapai Rp 2,59 triliun.

Total aset perusahaan ini juga naik 4,73% pada paruh pertama tahun ini, senilai Rp 6,90 triliun. Sebelumnya total aset pada paruh pertama tahun 2018 dan 2017 adalah Rp 6,58 triliun dan Rp 5,45 triliun. Beberapa faktor yang meningkatkan aset perusahaan ini ialah kenaikan 25,48% pada piutang usaha dari pihak ketiga yang mencapai Rp 1,94 triliun pada semester satu ini. Selain itu, investasi jangka panjang perusahaan ini juga meningkat 14,27% menjadi Rp 116,23 miliar.

Sebagai informasi, perseroan tahun ini membidik pertumbuhan top line dan bottom line masing-masing sebesar 8% dan 10% tahun ini. Direktur Utama PT Surya Citra Media Tbk, Sutanto Hartono pernah bilang, target tersebut dapat dicapai melalui pertumbuhan yang konsisten dari televisi. Selanjutnya, kata dia aset-aset digital sepertikapanlagi.comakan bisa bertumbuh 30%-40%.

Bahkan, untuk platform video bisa mengalami pertumbuhan lebih dari 100%. Hal itu dikarenakan permintaan iklan untukplatfiorm video meningkat."Jadimid high single digitdan kita pun optimis dari sisi profit margin pun dapat kita pertahankan dengan struktur yang kurang lebih sama dari capaian kuartal I/2019,"ujarnya.

Adapun peningkatan kinerja emiten berkode saham SCMA sepanjang kuartal I/2019 telah nampak dari tidak hanya penjualan inventori iklan di tv, tetapi juga dar bisnis konten. Sehingga berbagai produksi konten menghasilkan pendapatan yang meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dia juga mengatakan permintaan kue iklan saat ini juga sudah merata tidak hanya dari perusahaan multinasional tetapi juga dari perusahaan domestik.Sementara itu, pada pada kuartal II/2019, dirinya sempat memperkirakan pertumbuhan yang sehat masih dapat dicapai dari Ramadan dan juga tingginya e-commerce. Selama Ramadan sinetron SCTV masih mampu untuk mendominasi pangsa pasar.

Tahun ini, SCMA akan menggelontorkan belanja modal senilai Rp 580 miliar. Komposisinya senilai Rp200 miliar untuk proyek baru dan pembangunan infrastruktur di Jawa Timur sisanya untuk renovasi fasilitas yang ada. Dana akan ditarik dari kantong internal.

BERITA TERKAIT

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Peran Teknologi Mampu Pangkas Disparitas Pendidikan

Pesatnya pertumbuhan teknologi digital mempunyai nilai plus dan minus. Namun hal tersebut bagaimana kita menyikapinya. Begitu juga dengan dunia pendidikan,…

Hadir di Muslim Fashion Festival - BNI Syariah Tebar Beragam Promo Menarik

BNI Syariah menawarkan beberapa promo menarik dalam acara Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020. MUFFEST 2020 diselenggarakan di Cendrawasih Room dan…

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…