IHSG Awal Pekan Dibayangi Aksi Ambil Untung

Neraca

Jakarta – Kekhawatiran indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan terkoreksi lebih dalam akibat sentimen negatif aksi besar penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pada akhirnya tidak memberikan tekanan terlalu dalam. Pasalnya, indeks akhir pekan ditutup menguat.

IHSG BEI Jum’at sore akhir pekan kemarin ditutup naik 16,38 poin atau 0,40% ke posisi 4.121,55. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,02 poin (0,57%) ke level 712,55. Kata analis pasar saham Mileniumm Danatama Sekuritas, Abidin, pelaku pasar asing masih mengambil posisi beli sehingga IHSG menguat meski dibayangi aksi demonstrasi di dalam negeri. "Pelaku pasar mendukung pemerintah menaikkan harga BBM. Transaksi pelaku pasar asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp1,189 triliun di seluruh pasar," katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Meski demikian, kata dia, diperkirakan pada perdagangan pada Senin awal pekan depan, IHSG akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah di kisaran support-resisstance 4.080-4.130 poin. "Pekan depan diperkirakan IHSG melemah seiring sudah tingginya nilai saham di dalam bursa efek dalam negeri,”ungkapnya.

Indeks sektoral pun berbalik menguat kecuali sektor industri dasar. Last minute shopping kembali berhasil mengamankan indeks di zona hijau. Dukungan investor asing sangat tinggi dalam penguatan perdagangan akhir pekan kemarin. Transaksi pemodal asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 1,189 triliun di seluruh pasar.

Sementara perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 126.451 kali pada volume 7,57 juta lot saham senilai Rp 4,887 triliun. Sebanyak 122 saham naik, sisanya 124 saham turun, dan 109 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.000 ke Rp 73.950, Lionmetal (LION) naik Rp 1.000 ke Rp 6.200, Gudang garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 55.050, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 600 ke Rp 33.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 8.000 ke Rp 130.000, Hero Supermarket (HERO) turun Rp 2.250 ke Rp 21.000, Surya Citra (SCMA) turun Rp 450 ke Rp 8.050, dan Indocement (INTP) turun Rp 250 ke Rp 18.450.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI naik tipis 1,502 poin (0,03%) ke level 4.106,669. Sementara Indeks LQ 45 menipis 1,029 poin (0,14%) ke level 709,563. Menurut analis Samuel Sekuritas Indonesia Yualdo Yudoprawiro, kondisi politik keamanan dan hasil mengenai rencana kenaikan harga BBM akhir pekan kemarin akan memberikan sentimen pada pergerakan indeks. "Selain indeks juga akan dipengaruhi keluarnya laporan keuangan emiten," tutur Yualdo.

Hal senada diungkapkan Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang yang menjelaskan bahwa Jumat akhir pekan akan dipengaruhi ingar bingar berkaitan ekonomi dan politik yang cukup ramai dari dalam negeri, yang dimulai dari aksi penantian panjang pelaku pasar berkaitan dengan jadi tidaknya kenaikan harga BBM, serta rencana pembagian dividen beberapa emiten yang secara "yield" sangat menggiurkan. "Ini yang akan menahan atau mendorong indeks menguat," ujarnya.

Alhasil pada perdagangan sesi I, aksi tunggu investor masih dibarengi dengan beli selektif di saham-saham lapis dua. Sementara beberapa investor juga ada yang memutuskan untuk keluar sejenak dari lantai bursa.

Investor asing tanpa henti memasukkan dananya ke pasar modal dalam negeri, langkah ini sudah dilakukan pemodal asing sejak pekan lalu. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 67.361 kali pada volume 4,26 juta lot saham senilai Rp 1,956 triliun. Sebanyak 88 saham naik, sisanya 131 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Lionmetal (LION) naik Rp 1.000 ke Rp 6.200, Astra Internasional (ASII) naik Rp 650 ke Rp 73.600, Petrosea (PTRO) naik Rp 275 ke Rp 4.225, dan ACE Hardaware (ACES) naik Rp 200 ke Rp 4.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 200 ke Rp 12.100, Surya Esa (ESSA) turun Rp 100 ke Rp 2.200, Multi Prima (LPIN) turun Rp 100 ke Rp 2.500, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 ke Rp 20.300.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 1,64 poin atau 0,03% ke posisi 4.106,81. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,42 poin (0,05%) ke level 708,95. "Pergerakan indeks BEI diwarnai oleh keluarnya laporan keuangan emiten tahun buku 2011. Berita demonstrasi penolakan harga bahan bakar minyak (BBM) diyakini tidak terlalu berpengaruh terhadap pasar," ujar analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono.

Meski demikian, dia mengatakan, kenaikan indeks manembus level 4.100 poin itu ditengah kekhawatiran akan melemahnya perekonomian China. Oleh karena itu, dia sempat memprediksikan indeks Jum’at akhir pekan kemarin bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat pada kisaran support-resistance 4.089-4.125.

Kemudian analis Samuel Sekuritas, Christine Salim menambahkan, berapa perusahaan yang tercatat di Bursa diperkirakan membukukan kinerja di atas estimasi. Meski demikian, kata dia, IHSG juga akan mencermati hasil rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai rencana kenaikan BBM serta ekskalasi politik yang terjadi di dalam negeri, sehigga diprediksi indeks BEI akan bergerak melemah. "Sentimen negatif dari AS dan Eropa serta ditambah penurunan industrial produksi Jepang dapat menjadi sentimen negatif indeks saham dalam negeri," jelasnya.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 147,68 poin (0,72%) ke level 20.461,71, indeks Nikkei-225 turun 15,81 poin (0,16%) ke level 10.098,98 dan Straits Times menguat 12,98 poin (0,44%) ke level 3.007,86.(bani)

Related posts