Sumber PAD Retribusi Parkir Dinolkan Dishub Kota Depok - Ladies Parking dan Nyanyian di Lampu Merah

Sumber PAD Retribusi Parkir Dinolkan Dishub Kota Depok

Ladies Parking dan Nyanyian di Lampu Merah

NERACA

Depok -‎ Terkesan jadi prioritas merealisasikan kegiatan program Ladies Parking (khusus untuk Wanita) dan rekaman nyanyian walikota Depok untuk dinyanyikan di Lampu merah, menimbulkan pro dan kontra. Sementara kemacetan makin semerawut karena makin bebasnya kendaraan bermotor parkir di Tepi Jalan Umum (TJU) bahkan di trotoar. Namun, anehnya sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi TJU yang sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda), realisasinya perolehannya dinolkan atau dalam adminitrasinya hanya dicantumkan angka nol. Demikian hasil liputan NERACA dari berbagai sumber terkait hingga pekan kemarin.

"Untuk retribusi parkir tepi jalan umum, Tidak ada angka berapa yang diperoleh hasilnya untuk PAD dalam setiap tahunnya," kata Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, H. Syarifudin Lubis yang juga adalah Pejabat Pelaksana Informasi Daerah (PPID) Dishub Kota Depok menjawab NERACA saat dihubungi mealui telepon sellular.

Menurutnya, retribusi parkir‎ TJU tidak ada lagi yang dikelola Dishub Kota Depok. Yang ada hanya retribusi parkir di area aset Pemerintah Kota Depok. Namun, berapa perolehannya tidak bisa dijelaskannya. Mengenai target dan realisasinya, NERACA disarankan untuk menanyakannya dengan Kepala Dinas. Tapi, Kadishub sangat sibuk dan sulit dihubungi untuk hal ini.

PPID Dishub Kota depok hanya menjelaskan, retribusi di area aset daerah hanya dilakukan pungutannya di kawasan Balaikota Depok, Pasar Sukatani dan RSUD. Sedangkan adanya pungutan di tempat lain tidak ada alasannya."Kita saat ini sedang membahas untuk perubahan pungutan retribusi di berbagai aset daerah termasuk TJU dengan Perda baru nantinya," ujar Syarifudin Lubis.

Sementara menurut mantan Kadishub Kota Depok, Rd. Gandara Budiana, ‎pungutan retribusi parkir TJU dilakukan dengan menunjuk Juru Parkir atau Jukir. "Jika ada Jukir yang masih memungut retribusi, maka hal ini bisa jadi masukan untuk Dishub," katanya.

Menurut perkiraan NERACA, banyak potensi riil yang bisa jadi sumber PAD dengan tenaga Jukir.‎ Diantaranya ada 52 kantor Kelurahan, 11 Kecamatan, 36 OPD, Puskesmas, UPTD dan banyak lainya. Bahkan juga Area TJU dan trotoar yang tersebar di jalan protokol dan lingkungan. Jumlahnya bisa ratusan titik dengan daya serap Jukir yang bisa ribuan.

Potensi sumber PAD dan daya serap tenaga kerja ini, aneh kalau tidak dimaksimalkan. Apalagi dinolkan potensi PAD-nya yang mungkin miliaran rupiah setahun potensinya. Dasmir

BERITA TERKAIT

Consina Wujudkan Mimpi Para Pendaki ke Gunung Kilimanjaro

Consina Wujudkan Mimpi Para Pendaki ke Gunung Kilimanjaro  NERACAJakarta - Consina sebagai salah satu brand perlengkapan outdoor terbesar di Indonesia…

Penuhi Kebutuhan Laundry, Triton Buka Showroom Mesin Cuci Baru

Penuhi Kebutuhan Laundry, Triton Buka Showroom Mesin Cuci Baru  NERACA Tangerang - Setelah lebih dari satu dekade ditunjuk menjadi distributor…

Ketum Hipmi Jaksel: Penurunan Suku Bunga KUR jadi Stimulan bagi UMKM

Ketum Hipmi Jaksel: Penurunan Suku Bunga KUR jadi Stimulan bagi UMKM NERACA Jakarta - Mengutip laman resmi Sekertariat Kabinet. Mulai…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Dirjen IKMA Ingin Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Dirjen IKMA Ingin Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia NERACA Jakarta - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian terus berupaya…

Consina Wujudkan Mimpi Para Pendaki ke Gunung Kilimanjaro

Consina Wujudkan Mimpi Para Pendaki ke Gunung Kilimanjaro  NERACAJakarta - Consina sebagai salah satu brand perlengkapan outdoor terbesar di Indonesia…

Penuhi Kebutuhan Laundry, Triton Buka Showroom Mesin Cuci Baru

Penuhi Kebutuhan Laundry, Triton Buka Showroom Mesin Cuci Baru  NERACA Tangerang - Setelah lebih dari satu dekade ditunjuk menjadi distributor…