PLN Terbitkan Global Bond US$ 1,4 Miliar - Garap Proyek 35 Ribu MW

NERACA

Jakarta – Guna mendanai pengembangan dan operasional bisnis, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menerbitkan surat utang (global bond) pertama di tahun 2019 ini dengan nilai pokok sebesar US$1,4 miliar. “Imbal hasil dari surat utang tersebut akan digunakan PLN untuk pengerjaan proyek pembangkit listrik 35 ribu MW,”kata Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, surat utang tersebut diterbitkan dalam dua tenor, yakni 10 tahun dan 30 tahun dengan nilai pokok masing-masing US$700 juta.Adapun untuk bunganya, surat utang bertenor 10 tahun mempunyai bunga 3,875% per tahun dan surat utang bertenor 30 tahun mempunyai bunga 4,875% per tahun.

Dirinya menjelaskan, dengan penerbitan obligasi tersebut, diharapkan bisa membantu pendanaan atas penugasan perseroan untuk membangun tambahan kapasitas pembangkit, transmisi dan distribusi dalam kaitannya dengan program 35.000 MW. Dia mengklaim, PLN mampu meyakinkan investor potensial melalui rangkaian roodshow ke mancanegara, seperti Hongkong, Singapura Inggris, dan Amerika. Asal tahu saja, untuk global bond kali ini telah oversubscrieb lebih dari 4,42 kali."PLN berhasil memanfaatkan momentum pasar sehingga global bond PLN kali ini tidak hanya mengalami kelebihan permintaan, tetapi juga mendapatkan tingkat bunga yang sangat kompetitif,"ujarnya.

Kuartal pertama 2019, PLN berhasil mencetak laba bersih Rp4,2 triliun. Pencapaian ini hasil dari berbagai upaya perseroan, seperti pertumbuhan penjualan, peningkatan kinerja operasi dan keuangan, serta efisiensi operasi. Perseroan menyampaikan, pencapaian di kuartal pertama ini merupakan realisasi kinerja yang lebih baik dibanding kuartal I tahun sebelumnya. Hal ini tercermin dari penjualan tenaga listrik yang meningkat Rp3,8 triliun atau 6,11%.

Disebutkan, peningkatan ini ditopang pertumbuhan pelanggan yang naik 3,8 juta pelanggan dengan daya terjual sebesar 3,04 Terra Watt hour (TWh) dari periode yang sama tahun lalu (year on year). Kenaikan konsumsi listrik ini didominasi oleh pertumbuhan pelanggan sektor bisnis sebesar 6,76% atau 10.613 GWh (Giga Watt Hour). Selain pertumbuhan penjualan dan pelanggan, PLN juga berhasil meningkatkan kinerja operasi melalui penurunan biaya sewa pembangkit. Dengan beroperasinya Gardu Induk (GI) khususnya di daerah Sumatra dan Kalimantan, PLN berhasil menghemat Rp667 miliar dari efisiensi biaya sewa pembangkit.

BERITA TERKAIT

Salurkan KPR Rp 300 Triliun - BTN Telah Biayai 5 Juta Masyarakat Indonesia

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) KPR ke 43 yang jatuh pada tanggal 10 Desember mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Geliat Bisnis Jalan Tol - WTR Beri Pinjaman CCT Rp 206,57 Miliar

NERACA Jakarta- Dukung pengembangan bisnis di jalan tol, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road…

CJ CGV Restrukturisasi Saham di Graha Layar

NERACA Jakarta - CJ CGV Co Ltd merestrukturisasi kepemilikan sahamnya pada PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ). Perusahaan bioskop asal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transjakarta Bagikan Dividen Rp 40 Miliar

NERACA Jakarta- Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memutuskan untuk membagikan dividen perusahaan kepada…

Raup Ceruk Pasar Luar Negeri - WIKA Targetkan Kontrak Baru Capai Rp 6 Triliun

NERACA Jakarta – Sukses meraih kontrak baru di Afrika menjadi batu loncatan bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk…

Transformasi Pasar Modal Kredibel - OJK Terus Perkuat Supervisi Pengawasan

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar keuntungan reksadana yang menimpa Minna Padi Aset Manajemen dan Narada Aset Manajemen menjadi alasan…