NU Care Selamatkan TKI Eti dari Hukuman Mati di Saudi

Jakarta, Melalui program NU Peduli TKI, NU Care-LAZISNU selama tujuh bulan menghimpun dana untuk membantu pembebasan Eti, seorang TKI di Arab Saudi yang divonis hukuman mati, dengan tebusan (diyat) senilai SR 4.000.000 (empat juta riyal Saudi) atau setara dengan Rp 15.200.000.000 (lima belas miliar dua ratus juta Rupiah). NU Care-LAZISNU berhasil mengumpulkan dana senilai Rp 12.454.900.00 (duabelas miliar empat ratus lima puluh empat juta sembilan ratus ribu Rupiah). Bantuan tersebut diserahkan kepada Duta BesarRI untuk Arab Saudi,Agus Maftuh Abegebriel, dalam kunjungannya ke kantor NU Care-LAZISNU di lantai 2 Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Ketua NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat mengungkapkan pihaknya bersyukur dan berterima kasih atas donasi dari masyarakat dan warga NU yang turut andil dalam program NU Peduli TKI. “Alhamdulillah,donasi ini terkumpul lebih dari 12 miliar. Kami serahkan bantuan untuk saudara Eti, seorang TKIyang divonis hukuman mati di Saudi.Alhamdulillah,kami bisa langsung menyerahkannya melalui Dubes, Pak Agus Maftuh,” ujar Ajat, biasa disapa.

Sementara itu, Dubes Agus Maftuh, menyatakan penggalangan dana untuk Eti dana yang dilakukan KBRI Saudi, telah berhasil mencapai jumlah yang diminta ahli waris. Diketahui, Eti binti Toyyib Anwar merupakan TKI asal Majalengka yang bekerja di Kota Taif, Arab Saudi. Eti dituduh menjadi penyebab majikan sakit dan meninggal dunia. Keluarga majikan menuntut hukuman mati(qishas)diberikan kepada Eti. “Kasus Eti ini sudah 19 tahun, tepatnya kejadian di 2001. Setelah negosiasi yang panjang dan alot, keluarga majikan bersedia memaafkan dengan meminta diyat sebesar SR. 4.000.000,” kata Agus, dalam keterangan tertulis, Kamis (11/07).

Agus mengungkapkan, penggalangan dana yang dilakukan KBRI Saudi merupakan bentuk pelayanan kepada WNI yang berada di Saudi. Menurutnya, dana yang bisa dikumpulkan merupakan hasil sumbangan(tabarru’) dari para dermawan berbagai pihak di Indonesia. Diungkapkan, Rp 12,5 miliar atau 80 persen dari jumlah diyat tebusan yang diminta ahli waris korban merupakan sumbangan dari NU Care-LAZISNU. “Dana 12,5 M tersebut dihimpun oleh LAZISNU selama 7 (tujuh) bulan dari para dermawan santri, dari kalangan pengusaha, birokrat, politisi, akademisi, dan komunitas filantropi,” tuturnya.

Secara khusus, dirinya menyampaikan banyak terima kasih kepada NU Care-LAZISNU yang telah memberikan sumbangan sebesar Rp 12,5 miliar atau 80 persen dari jumlah diyat tebusan yang diminta ahli waris korban. “Ungkapan apresiasi juga disampaikan kepada para dermawan di Indonesia yang menyumbang sehingga mencapai Rp 15,2 miliar,” pungkasnya. (*)

BERITA TERKAIT

Pengamat Politik: Angela Tanoesoedibjo Cocok Jadi Menteri BUMN

Jakarta, Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Maruf Amin tinggal menghitung hari. Kabinet baru telah disiapkan, salah satu nama…

EXM PSP Scanner Permudah Pemindaian Plat Gigi

Jakarta, Proyek Pengembangan Citra Industri Taiwan/The Taiwan Industry Image Enhancement Project (IEP project), melalui Dewan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Taiwan/Taiwan…

KONFERENSI INTERNASIONAL DILA KE-30

Chairman The Development of International Law in Asia-Korea (DILA-KOREA) Seokwoo Lee, Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Damos Dumoli Agusman,…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

DIALOG EKONOM BERSAMA WAKIL PRESIDEN

Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan paparan saat menghadiri acara dialog bersama 100 ekonom di Jakarta, Kamis (17/10/2019). Kegiatan tersebut bertujuan…

HARGA GABAH NAIK

Petani memanen padi di Desa Tambakbaya, Lebak, Banten, Kamis (17/10/2019). Menurut petani harga gabah kering naik dari Rp4.700 menjadi Rp4.900…

PAMERAN KECANTIKAN

Suasana salah satu stand Pameran Kecantikan bertajuk Cosmobeaute Indonesia 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis (17/10). Cosmobeaute Indonesia…