Express Trasindo Gandeng Perusahaan Jepang - Tambah Armada Baru

NERACA

Jakarta – Melepas dari belitan utang dan rugi, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) terus meningkatkan efisiensi. Teranyar, emiten perusahaan taksi ini tengaj menjajaki kerja sama dengan investor asal Jepang untuk pengadaan armada dalam rangka menekan beban rugi.

Direktur Keuangan Express Transindo Utama, Megawati Affan mengatakan bahwa investor strategis tersebut berasal dari salah satu perusahaan teknologi dari Jepang,”Kerja sama untuk seperti investornya Wuling, jadi mereka investasi di unit, kami yang mengelola,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Kendati demikian, Megawati belum dapat membeberkan jumlah armada yang akan didatangkan atas kerja sama tersebut. Sebelumnya, perseroan telah menerapkan kerja sama tersebut dengan Wuling Motor yang mendatangkan 150 unit armada taksi. Perseroan menilai strategi tersebut dapat lebih efisien, karena dapat menghasilkan pendapatan dengan aset armada yang kian menyusut jumlahnya.

Apalagi, perseroan akan menjual seluruh armadanya guna melunasi utang obligasi senilai Rp1 triliun. Perseroan akan melunasi utang tersebut dengan dua tahap yakni pada tahap pertama akan dilunasi dengan mengkonversi utang obligasi tersebut menjadi saham sebesar Rp400 miliar. Sementara itu, pada tahap kedua konversi akan dilakukan setelah penjualan aset yang dimiliki perseroan untuk melunasi utang obligasi yang tersisa yakni Rp600 miliar.

Kemudian berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), perseroan memutuskan tidak membagikan dividen karena masih mencatatkan rugi pada tahun buku 2018. sebesar Rp 830,7 miliar. Berkat aktivitas armada yang masih berlangsung, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 241,7 miliar, walau merosot 20,69% dari angka Rp 304,7 miliar pada 2017.

Megawati Affan menjelaskan, kerugian dikarenakan persaingan menghadapi perusahaan penyedia angkutan berbasis aplikasi."Komitmen kami tahun ini adalah menjual semua jaminan obligasi untuk dikembalikan kepada pemegang obligasi setiap tiga bulan. Hal ini merupakan bentuk jaminan kepada pemegang obligasi. Di konversi tahap II kami mencicil Rp 600 miliar, sehingga pada akhir 2020, jumlah obligasi tersebut akan dikonversi ke saham,"ujarnya.

TAXI merestui rencana private placement senilai Rp 10 miliar saham baru atau senilai Rp 100 per saham. Private placement tersebut mengubah sebagian utang Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 menjadi saham Express Transindo. Konversi tahap I sebesar Rp 400 miliar atau Rp 4 miliar saham sudah disetujui pada Februari 2019. "Tinggal eksekusinya saja, kami sudah dapat persetujuan melakukan restrukturisasi," lanjut Megawati.

Sementara konversi tahap II sebesar Rp 600 miliar atau Rp 6 miliar saham berupa perubahan sisa Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 menjadi Obligasi Konversi, dapat ditukar dengan jumlah maksimal Rp 6 miliar saham. Kepemilikan saham dari pemegang saham eksisting nantinya akan terkena dilusi minimal sebesar 65,09% apabila konversi tahap pertama selesai dilakukan dan pihak Express Transindo Utama bisa melunasi seluruh pokok OK senilai Rp 600 miliar.

BERITA TERKAIT

Pengecualian Taksi Online Lintasi Kawasan Ganjil Genap, Timbulkan Masalah Baru

Jakarta, Upaya pemberian tanda khsusus bagi taksi online untuk dapat memasuki area atau lintasan ganjil-genap agar tidak diimplementasikan. Selain merupakan…

Tingkatkan Akses Asuransi Syariah, FWD Life Gandeng K-Link

    NERACA   Jakarta - PT FWD Life Indonesia (FWD Life) menandatangani perjanjian kerja sama dengan K-Link Indonesia (K-Link),…

Geliat Sektor Infrastruktur - Kontrak Baru WIKA Gedung Capai Rp 4,9 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan pekan ketiga Agustus 2019, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) telah mengantongi kontrak baru…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…