Amar Bank Genjot Layanan Digital Tunaiku - Raih Tambahan Modal Rp 500 Miliar

NERACA

Jakarta – Perkuat likuiditas dalam mendanai ekspansi bisnisnya, Amar Bank sebagai pemilik Tunaiku pionir produk financial technology (fintech) pada 20 Juni 2019 memasuki babak baru dengan penambahan modal. Maka dengan penambahan modal tersebut, Amar Bank capai Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 2.”Untuk masuk kategori BUKU 2 membutuhkan modal di atas Rp 1 triliun. Amar Bank berhasil manambah setoran modal lebih dari Rp 500 miliar sehingga modal inti Amar Bank telah melebihi Rp 1 triliun. Dengan masuk kategori BUKU 2, kami akan lebih leluasa dan lebih mudah lagi memberikan layanan digital bagi masyarakat Indonesia dan mendorong Tunaiku untuk tumbuh lebih besar melayani masyarakat Indonesia,”kata Presiden Direktur Amar Bank, Tuk Yulianto dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain memberikan layanan keuangan melalui kantor cabang, Amar Bank juga memberikan akses ke layanan perbankan digital melalui Tunaiku untuk KTA digital yang kini tersedia di 16 kota. Perseroan berharap melalui dua produk ini, kantor konvensional serta digital dapat membantu mempermudah akses masyarakat ke layanan perbankan (inklusi finansial) dan juga terus membantu perekonomian masyarakat untuk terus tumbuh.

Kata Managing Director Amar Bank, Vishal Tulsian , platform digital yang dimiliki Amar Bank memang sudah cukup lengkap. Dengan perubahan Amar Bank menjadi BUKU 2, keinginan Amar Bank untuk melayani masyarakat Indonesia melalui platform digital menjadi lebih leluasa.”Perubahan Amar Bank menjadi BUKU 2 merupakan langkah besar kami untuk terus tumbuh dan memberikan layanan bagi masyarakat Indonesia. Yang terutama dengan perubahan ini memungkinkan kami untuk lebih mudah untuk memberikan layanan perbankan digital bagi masyarakat Indonesia,”ungkapnya.

Disampaikannya, penggunaan financial technology merupakan keharusan dan platform ini akan terus tumbuh dan menjadi kebutuhan utama masyarakat Indonesia saat ini dan di masa depan. Amar Bank akan terus melayani dan memberikan senyum kepada masyarakat Indonesia. Meningkatnya status Amar Bank menjadi BUKU 2 akan membuat visi besar perseroan untuk membawa senyum ke lebih dari 200 juta wajah pada tahun 2025 di Indonesia menjadi lebih dekat. “Untuk mendukung visi kami itu, dalam waktu dekat akan diluncurkan Tunaiku Bisnis, sebuah produk digital untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),”ungkap Vishal.

Amar Bank merupakan Bank asal Surabaya yang terus melakukan perubahan besar khususnya di bidang teknologi perbankan. Berubah nama dari Amin Bank menjadi Amar Bank pada 2014 dan meluncurkan Tunaiku pada 2014, pionir financial Technology (Fintech) di Indonesia dan juga merupakan produk fintech pertama di bawah Bank. Sekarang ini Tunaiku telah memberikan layanan bagi 200 ribu orang lebih, dan akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Perseroan melalui Tunaiku terus memberikan layanannya bagi masyarakat Indonesia selama lima tahun terakhir. Amar Bank pada 2014 dengan modal inti Rp 130 miliar, sekarang pada 2019 modal inti bank telah mencapai lebih dari Rp 1 triliun, capai BUKU 2 dalam waktu lima tahun. Sebuah capaian yang luar biasa bagi sebuah bank untuk mencapai status BUKU 2 dalam kurun waktu 5 tahun.

BERITA TERKAIT

Lagi, Bank Mandiri Kurangi Porsi Saham di MAGI

NERACA Jakarta – Kurangi porsi saham di PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bakal…

Siapkan Capex Rp 620 Miliar - MIKA Tambah Empat Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Perluas penetrasi pasar, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) terus menambah rumah sakit baru. Emiten pengelola jaringan…

Bank BTN Catatkan Pertumbuhan Aset 16,58%

NERACA Jakarta – Sepanjang semester pertama tahun 2019, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) berhasil mencatatkan pertumbuhan asset di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bidik Dana di Pasar Rp 2 Triliun - Lagi, Jasa Marga Bakal Terbitkan Obligasi

NERACA Jakarta – Sukses menggalan dana di pasar lewat program dana investasi infrastruktur (Dinfra), memacu PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

Bangun Plant Baru - Wika Beton Tambah Capex Jadi Rp 779 Miliar

NERACA Jakarta – Rencana pemindahan Ibu Kota negara ke Kalimantan memberikan dampak terhadap potensi proyek infrastruktur. Maka memanfaatkan hal tersebut,…

Perluas Pasar, FWD Life Gandeng K-Link

Dalam rangka perluas penetrasi pasar asuransi, PT FWD Life Indonesia (FWD Life) sebagai salah satu pelopor asuransi jiwa digital di…