Bidik Pendapatan US$ 500 Juta, Pan Brother Rilis Brand Baru

NERACA

Jakarta –Produsen garmen PT PAN Brothers Tbk (PBRX) berencana memulai bisnis baru dengan segera merilis brand atau merk pada tahun depan. Hadirnya bisnis baru perseroan disektor ritail dimaksudkan untuk mendukung peningkatan pendapatan.

Wakil Presiden Direktur PT Pan Brothers Tbk, Anne Patricia Sutanto mengatakan, divisi branding akan dilaunching pada semester kedua 2013, “Pada bisnis baru ini, kita berpikir rasional untuk tidak menargetkan angka terlalu tinggi, karena pasarnya belum besar,”katanya di Jakarta, Rabu (28/3).

Menurutnya, tahap awal bisa ditargetkan pendapatan tumbuh 5% dan diharapkan kedepannya akan terus tumbuh dan berkembang. Meskipun demikian, pihaknya masih harus mempersiapkan mitigasi terhadap risiko yang terjadi pada divisi baru tersebut agar tidak berpengaruh terhadap keseluruhan bisnis.

Asal tahu saja, divisi branding akan dilahirkan tahun ini, namun launchingnya baru dilakukan pada tahun depan. Kata Anne, tahun ini merupakan tahun ekspansi bagi perusahaan dan rencananya brand tersebut akan meramaikan pasar global.

Saat ini, divisi branding tersebut sedang memasuki market test. Namun Anne belum mau mengungkapkan lebih detail berapa besaran investasi yang disiapkan. "Yang jelas, investasi berasal dari internal perusahaan," ujarnya.

Dia mengaku, kondisi krisis yang saat ini tengah melanda Eropa tidak membuat perusahaan berkecil hati. Menurutnya, dalam berbisnis harus melihat peluang dan jeli dalam menentukan sasaran.

Oleh karena itu, Anne menilai, Eropa memang tengah krisis, namun hal itu tidak berlaku di Asia. "Eropa memang krisis, tapi Asia kondisinya baik. Seperti merk 21 Forever, merk itu lahir saat krisis melanda 2008 lalu," ujarnya.

Target Produksi

Selain itu, dirinya juga menargetkan penambahan kapasitas produksi perusahaan menjadi 50,4 juta pieces (pcs) tahun ini dibanding tahun lalu yang memiliki kapasitas produksi 42 juta pcs. "Target 2012 kita dorong 20% dari 42 juta pcs di tahun lalu,"ujarnya.

Dia menambahkan, penambahan produksi tersebut didorong oleh pabrik yang sudah ada saat ini, ditambah dengan dua unit pabrik. Di mana masing-masing pabrik memberikan penambahan kontribusi sebesar 30%.

Disamping itu, perusahaan menganggarkan belanja modal sekiar US$ 10-15 juta tahun ini. Belanja modal tersebut berasal dari ekuity perusahaan. Lebih jauh menurut Anne, perusahaan juga memiliki fasilitas pinjaman sebesar USD130 juta. Namun saat ini yang terpakai baru sekira 30-40%.

Sehingga menurutnya, jika dilihat dari debt equity ratio terbilang cukup yaitu di bawah satu. Meski begitu, perusahaan tengah mengkaji fasilitas pinjaman tersebut lebih lanjut, terutama dalam hal komitmen perjanjian. Hal tersebut dilakukan, karena belum ada keputusan yang digunakan dalam jangka panjang atau sebagian jangka panjang dan juga jangka pendek. "Kami sedang pikirkan yang terbaik,”katanya.

Sebagai informasi, ditahun ini perseroan menargetkan penjualan tumbuh 30-40% atau mencapai US$ 500 juta di tahun 2015. Pada tahun 2011, penjualan perseroan tercatat sebesar US$ 238 juta (unaudited) atau meningkat 60-70% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 157 juta. Capaian ini meleset dari proyeksi sebelumnya yang ditargetkan penjualan US$250 juta.

Anne Patricia Sutanto pernah bilang, secara organik kinerja perseroan cukup baik dan bisa dilihat dengan melalui `right issue` dan ada juga ekspansi melalui pabrik, “Kinerja yang baik ini di dukung dengan mulai beroperasinya pabrik-pabrik baru,”ujarnya. (didi)

Related posts