BBRM Optimalkan Utilisasi Kapal Offshore - Tekan Angka Kerugian

NERACA

Jakarta – Meskipun geliat industri batu bara kembali tumbuh, kondisi tersebut belum memacu optimisme PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) sebagai emiten jasa angkutan pelayaran untuk tumbuh positif. Pasalnya, perseroan masih fokus untuk peningkatan utilisasi kapalnya yang dinilai belum optimal. Khususnya utilisasi kapal lepas pantai atau offshore untuk angkutan minyak dan gas.

Kata Direktur Utama BBRM, Peter, dengan peningakat utilisasi bisa mengerek pendapatan perseroan. Dimana perseroan menargetkan utilisasi kapal offshore hingga akhir tahun capai 63%. “Seiring dengan pencarian kontrak baru, utilisasi kapal offshore hingga semester kedua sebesar 63%,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Asal tahu saja, saat ini utilisasi kapal offshore BBRM sepanjang tahun 2018 hanya sebesar 20% hingga 25%. Fluktuasi harga dan produksi minyak dituding menjadi biang kerok yang membuat bisnis Bina Buana Rayamelambat. Untuk tahun ini, Direktur BBRMPeter optimistis bisa menaikkan utilisasi kapal. Dari segmen offshore misalnya, jelang semester I 2019 berakhir sudah terjadi kenaikan utilisasi mencapai 35%.

Optimisme Peter itu didasari oleh kontrak yang akan dan sudah terealisasi di tahun ini. Proses negosiasi pemerintah untuk mengelola beberapa blok produsen minyak dan gas bumi dilihat sebagaipeluang oleh BBRM. “Tapi kami tidak bisa menyebut berapa kontrak-kontrak yang kami akan realisasikan,” ujarnya.

Peningkatan itu juga tercermin dari pendapatan segmen kapal penunjang lepas pantai yang tumbuh hingga 434% secara year on year (yoy) di kuartal I lalu. Tercatat, pendapatan BBRM dari segmen tersebut mencapai US$ 950.571 Sedangkan di tahun 2018 lalu pada periode yang sama, pendapatan dari segmen offshore hanya sebesar US$ 177.916.

Peter optimistis, di semester II nanti utilisasi kapal BBRM bisa mencapai 63%. “Target yang sudah ada dan akan terealisasibisa mendongkrak utilisasi kami di tahun ini dengan rerata 50%,” tandas Peter. Dirinya juga pesimistis utilisasi kapal bisa lebih tinggi daripada angka tersebut untuk tahun ini. Pasalnya, BBRM masih harus menjual sekitar duaset kapal atau sekitar empatkapal lagi. “Itu bagian dari rencana restrukturisasi utang,” kata Peter.

Sehingga hingga akhir tahun 2019 nanti, BBRM diproyeksikan memiliki 17 kapal saja terdiri dari kapal offshore dan kapal tongkang. Sepanjang tahun 2018 lalu, BBRM telah menjual 5 set kapal tunda dan tongkangnya. “Tahun lalu kami menjual aset kapal kami senilai US$ 3,4 juta dollar,” kata Peter.

Hingga kuartal I tahun ini, segmen kapal tunda dan tongkang menyumbang US$ 3,41 juta bagi pendapatan BBRM. Jumlah itu turun 30,3% dari kuartal I tahun 2018 yang sebesar US$ 4,90 juta. Selain itu, pada kuartal pertama 2019, kerugian BBRM turun 22,2% di angka US$ 1,35 juta apabila dibandingkan kuartal I tahun lalu yang sebesar US$ 1,74 juta.

Peter menambahkan, segmen kapal tunda dan tongkang tidak akan tertekan terlalu jauh lagi. Selain itu, dirinya juga optimis bisa menekan kerugian. Meski begitu, perseroan tidak mau menyebut berapa persen angka kerugian yang bisa ditekan.

BERITA TERKAIT

Perkuat Armada Kapal Baru - Buana Lintas Lautan Bidik Laba Tumbuh 100%

NERACA Jakarta – Rencana penambahan delapan unit armada kapal baru diharapkan bisa mendongkrak performance kinerja PT Buana Lintas Lautan Tbk…

Tekan CAD, Pemerintah Dukung Gunakan Instrumen Fiskal

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung dalam memastikan defisit transaksi…

Angka Kemiskinan di Jabar Turun Sebanyak 140,2 Ribu Jiwa

Angka Kemiskinan di Jabar Turun Sebanyak 140,2 Ribu Jiwa NERACA Bandung - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat (Jabar)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu agar bisa lebih maju lagi, salah satunya melalui…

Kinerja Keuangan Melorot - ANJT "Kencangkan Ikat Pinggang" di Operasional

NERACA Jakarta – Terkoreksinya pencapaian kinerja keuangan PT Austindo Nusantara Tbk (ANJT) di paruh pertama tahun ini, menjadi pertimbangan emiten…

Pasar Respon Positif Nota Keuangan 2020

NERACA Jakarta – Pidato nota keuangan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang disampaikan presiden Joko…