Kemenkop Dukung UMK Bangkit di Wilayah Bencana

Kemenkop Dukung UMK Bangkit di Wilayah Bencana

NERACA

Magelang - Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Abdul Kadir Damanik mengatakan, Indonesia merupakan negara rawan bencana. Berdasarkan hasil kajian dari BNPB, dari total 34 provinsi di Indonesia, 19 provinsi memiliki tingkat kapasitas sedang dan 14 provinsi lainnya memiliki tingkat kapasitas tinggi.

"Provinsi Jawa Tengah termasuk kategori yang memiliki kapasitas tinggi, termasuk Kabupaten Magelang yang pernah terkena dampak erupsi Gunung Merapi pada 2010", kata Damanik pada acara Bimbingan Teknis Ketahanan Usaha KUMKM di Wilayah Bencana, di Magelang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Di depan 40 orang pelaku usaha di bidang makanan, minuman dan kerajinan, Damanik mengungkapkan ini merupakan momentum untuk selalu menunjukkan komitmen dan perhatian dalam upaya pemberdayaan pelaku UMK dalam mempertahankan usahanya, baik sebelum terjadi bencana maupun setelah terjadi bencana.

"Ini upaya untuk meningkatkan kemampuan KUMKM, sehingga mampu bertahan secara berkelanjutan baik pra-bencana maupun pasca bencana dan sekaligus memberikan motivasi untuk memberikan semangat yang baru agar mampu menghasilkan karya yang nyata yang dibangun usaha mikro, kecil dan menengah", kata Damanik.

Meski UMK terbukti mampu bertahan dalam kondisi apapun karena memiliki fleksibilitas usaha yang cukup handal, namun Damanik mengakui, UMK beserta infrastrukturnya bukan merupakan suatu entitas yang tangguh atau tahan terhadap bencana.

"Upaya mempertahankan usahanya baik sebelum terjadi bencana maupun setelah terjadi bencana, maka para pelaku usaha mikro dan kecil memerlukan sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha", jelas Damanik.

Damanik juga menyadari, usaha mikro dan kecil merupakan instrumen yang paling efektif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran."Oleh karenanya, kami yakin kegiatan ini akan dapat membangkitkan semangat dan tekad kita untuk melakukan perubahan kekuatan ekonomi di Kabupaten Magelang secara mandiri, berkeadilan dan berkelanjutan", ujar Damanik lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Perlindungan Usaha Sutarmo menambahkan, dengan adanya bencana tersebut dapat mempengaruhi usaha dari para UMK."Kita terus berupaya agar mereka dapat mempertahankan usahanya, baik itu sebelum bencana dan setelah bencana", imbuh Sutarmo.

Menurut Sutarmo, peserta diberikan pembekalan motivasi mempertahankan bisnis dalam situasi terdampak bencana, pengurusan izin usaha mikro dan kecil melalui sistem OSS."Juga susun rencana keberlanjutan usaha KUMKM di wilayah bencana, serta penguatan usaha koperasi dan UMK di wilayah bencana melalui alternatif stimulus dana CSR PT Sidoagung Group", pungkas Sutarmo. Mohar/Rin

BERITA TERKAIT

Raih Berbagai Prestasi, Bupati Eka: Semua itu Adalah Bonus Kinerja Jajaran OPD dan Rakyat Tabanan

Raih Berbagai Prestasi, Bupati Eka: Semua itu Adalah Bonus Kinerja Jajaran OPD dan Rakyat Tabanan  NERACA Tabanan, Bali - Entah…

100 Persen Sampah Plastik Bisa Didaur Ulang

100 Persen Sampah Plastik Bisa Didaur Ulang NERACA Jakarta – Sebanyak 100 persen sampah plastik bisa didaur ulang yang menjadi…

Komoditas Turun Harga, Kota Sukabumi Alami Deflasi

Komoditas Turun Harga, Kota Sukabumi Alami Deflasi   NERACA Sukabumi - Banyaknya beberapa komoditas alami penurunan harga di lapangan, Kota Sukabumi…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

DPRD Jabar: Peran Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Belum Maksimal

DPRD Jabar: Peran Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Belum Maksimal   NERACA Bandung - Komisi II DPRD Jawa Barat (Jabar) menilai…

Pekan Ini, Harga Telur Ayam Kembali Naik - KOTA SUKABUMI

Pekan Ini, Harga Telur Ayam Kembali Naik KOTA SUKABUMI NERACA Sukabumi - Komoditas telur ayam negeri terus kembali alami penaikan…

Industri Petrokimia Indonesia Menuju ke Arah Rendah Emisi Karbon dan Digitalisasi

Industri Petrokimia Indonesia Menuju ke Arah Rendah Emisi Karbon dan Digitalisasi NERACA Jakarta - Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik…