Meskipun Kecil, Kota Sukabumi Menjadi Primadona Investasi

Meskipun Kecil, Kota Sukabumi Menjadi Primadona Investasi

NERACA

Sukabumi - Kota Sukabumi mempunyai peluang besar dalam dunia investasi. Hal itu didorong dengan adanya proyek pembangunan jalan tol, double track dan bandara Sukabumi."Dengan adanya tiga proyek tersebut Kota Sukabumi akan menjadi primadona investasi," ujar Wakil Walikota Sukabumi Andri Setiawan Hamami kepada Neraca, Jumat (21/6).

Andri mengatakan, peluang investasi bisa dilakukan dari berbagai sektor. Misalkan hotel atau resort, mall ataupun dibidang distribusi. Tapi untuk saat ini, yang banyak ke hotel, rumah sakit ataupun bidang properti."Untuk saat ini sih, pelaku investor menanamkan modalnya diseputaran hotel dan properti," kata Andri.

Andri juga mengakui, jika Kota Sukabumi memiliki lahan yang sangat terbatas. Makanya, dengan memperluas daerah Cikundul dan lahan strategis lainya salah satu solusi untuk menciptakan iklim investasi yang bagus. Tapi tetap, mengacu terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang saat ini masih dalam kajian pihak Provinsi Jawa Barat."Lahan kita kan terbatas, apakah nantinya 30 persen akan ke pabrik dan 70 persennya ke komersial seperti di daerah Parahyangan," terang Andri.

Yang jelas untuk memperlancar lajunya investasi di Kota Sukabumi, sudah tentu dengan memberikan pelayanan cepat, maksimal kepada masyarakat. Terutama pelaku usaha yang akan menanamkan modalnya."Memperkuat pelayanan yang baik dalam melayani pelaku investor," kata Andri.

Disisi lain juga, dengan hadirnya pelaku investor di Kota Sukabumi, bukan hanya berdampak kepada tumbuhnya daya perekonomian saja, melainkan menjadi daya ungkit pembangunan bagi wilayah Kota Sukabumi."Secara tidak langsung mereka (Investor) menjadi daya ungkit sebuah pembangunan di wilayah kami, termasuk penyerapan tenaga kerja," pungkasnya.

Sebelumnya diwartakan, Perkembangan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kota Sukabumi sampai triwulan pertama mencapai Rp294,456,500,000. Dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1.294 orang.

"Perolehan investasi kita dari PMDN dan PMA di triwulan pertama tahun 2019 ini mencapai Rp294 miliar lebih," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi Beni Haerani didampingi oleh Kasi Pengkajian Penanaman Modal Nirma Ariyunata kepada Neraca, Jumat (17/5).

Beni mengungkapkan, dari perolehan investasi tersebut, Kecamatan Cikole yang tertinggi diantara kecamatan lainya. Berdasarkan data hasil evaluasi, Kecamatan Cikole pada triwulan pertama terbentuk 47 perusahaan dengan penyerapan tenaga kerjanya mencapai 267 orang. Arya

BERITA TERKAIT

Dewan Sukabumi Akan Mendapatkan Dana Purnabakti

Dewan Sukabumi Akan Mendapatkan Dana Purnabakti  NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta untuk anggota…

Ekonom Ingatkan Investasi dan Permintaan Melandai

NERACA Jakarta- Meski Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan Indonesia bulan Juni 2019 surplus sebesar US$200 juta, surplus neraca…

Usaha Kecil - Keterlibatan Sektor UKM dalam Rantai Nilai Global Masih Rendah

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menyatakan bahwa keterlibatan sektor usaha kecil menengah (UKM)…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir NERACA Jakarta -  Chairman of Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko mengatakan saat ini,…

Raih Kesempatan Memenangkan Samsung Note 9 di Liga Rempah Nusa

Raih Kesempatan Memenangkan Samsung Note 9 di Liga Rempah Nusa NERACA Jakarta - Hadir dengan konsep masakan nusantara, Restoran Rempah…

Hadir di GIIAS 2019, SBD Luncurkan Sejumlah Produk Inovatif Anyar

Hadir di GIIAS 2019, SBD Luncurkan Sejumlah Produk Inovatif Anyar  NERACA Jakarta, - Stanley Black & Decker (SBD), perusahaan perkakas…