Pollux Properti Realisasikan Belanja Modal 50% - Targetkan Proyek Berjalan Tepat Waktu

NERACA

Jakarta – Meskipun kondisi pasar properti tengah lesu, hal tersebut tidak membuat surut ekspansi bisnis emiten properti PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) dalam menggarap beberapa proyek baru. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capex sebesar Rp 1,7 triliun. Dimana sampai saat ini capex yang sudah terserap sebesar sebesar 50%.”Sebagian besar capex digunakan pembangunan proyek yang sedang berjalan, “kata CEO PT Pollux Properti Indonesia Tbk, Nico Po di Jakarta, kemarin.

Saat ini, perseroan tengah disibukkan mengejar pembangunan proyek yang tengah berjalan agar tepat waktu sebagai salah satu langkah meningkatkan penjualan. Hingga kuartal pertama 2019, perseroan telah berhasil merampungkan beberapa proyek pembangunannya seperti tower A1 danA2 Meistersdat Batam, mall Chadstone Cikarang serta Gangnam District Bekasi yang siap untuk pekerjaan sub structure dan upper structure.

Disampaikan, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) memutuskan tidak membagikan dividen dan sebaliknya menetapkan laba ditahan lantaran perseroan tengah mengerjakan beberapa proyek yang sudah berjalan. Selain itu, lanjut Nico Po, dipastikan tahun ini perseroan tidak akan meluncurkan proyek baru ataupun membeli lahan untuk memperluas landbank.

Maka berangkat dari beberapa proyek yang sedang digarap, perseroan menyakini target penjualan tahun ini sebesar Rp 1,98 triliun atau dua kali lipat dibandingkan 2018 bakal tercapai. Pendapatan penjualan tersebut berasal dari pengakuan pendapatan lanjutan atau booking sales yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya sampai dengan tahun 2018 Di antaranya, Meisterstadt sebesar Rp 801,8 miliar, Chadstone sebesar Rp 511,3 miliar, Amarsvati sebesar Rp 94,6 miliar, World Capital Tower sebesar Rp 60,3 miliar dan Gangnam District sebesar Rp 48,1 miliar. ”Saat ini penjualan yang berhasil dikantungi sebesar Rp 1,5 triliun yang dikontribusi dari booksale dan sisanya Rp 450 miliar berasal dari penjualan proyek yang sudah jadi,”ungkapnya.

Kemudian untuk menggenjot penjualan, perseroan berniat mengerek pendapatan berulang atau recurring income dari beberapa proyek diantaranya dua proyek mal di Cikarang dan Batam.”Kami ingin kontribusi dari recurring income tumbuh dan berada di kisaran 20% -30%. Sementara untuk jangka panjang, perseroan menargetkan bisa mencapai 50%,”tuturnya.

Perseroan sendiri saat ini memiliki cadangan lahan premium di beberapa lokasi seperti di CBD Jakarta dengan luas 1,3 hektar dan beberapa lokasi di Jawa Barat seluas 1,6 hektar. Saat ini, net asset value (NAV) perseroan adalah sebesar Rp4,7 triliun. Properti yang dimiliki perseroan adalah Paragon Mall, Po Hotel, apartemen WR Residence, Hotel Louis, Kienne Simpang Lima, Apartemen Pinnacle, Hotel Louis Kienne Pandanaran, Apartemen Marquis de Lafayette dan Hotel Louis Kienne Pemuda.

Hampir seluruh proyek Pollux Properti Indonesia saat ini mengusung konsep mega superblok. Proyek merangkum berbagai sub sektor properti seperti presidensial, perkantoran, pusat perbelanjaan hingga rumah sakit. Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 928 miliar pada 2018, atau meningkat 110% dari 2017 yang senilai Rp 441 miliar.

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka…

Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya…

Bisnis Pembiayaan CNAF Tumbuh 93,3%

NERACA Jakarta- Kendatipun bisnis otomotif diprediksi masih akan lesu hingga akhir tahun, hal tersebut tidak memberikan dampak bagi bisnis pembiayaan…