Jaya Ancol Bagikan Deviden Rp 84,79 Miliar

NERACA

Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memutuskan untuk membagikan deviden sebesar Rp 53 /saham atau 37,96% dari total laba tahun 2018 sebesar Rp 223 miliar,”Total deviden yang dibayarkan sebesar Rp84,79 miliar," kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Teuku Sahir Syahali di Jakarta, kemarin.

Selain penggunaan laba untuk deviden, pemegang saham juga menetapkan laba ditahan sebesar Rp138,58 miliar atau sebesar 62,04% dari perolehan laba 2018. Kemudian sebesar Rp2,23 miliar atau 1% dari total laba 2018 dijadikan sebagai laba ditahan. Kemudian hasil RUPST juga memutuskan perubahan direksi perseroan antara lain Teuku Sahir Syahali diangkat menjadi direktur utama menggantikan C. Paul Tehusijarana yang masa jabatannya berakhir.

Disamping itu, mengangkat dua direktur baru dalam rangka memperkuat jajaran manajemen yaitu Hari Sundjojo dan Febby Intan, mengisi kekosongan yang ditinggal C Paul Tehusijarana dan Daniel Nainggolan yang masa jabatannya berakhir.”Kami berharap ke depan manajemen semakin solid dan kompak. Karena kami mempunyai rencana strategis ke depan yang harus dikelola oleh orang-orang yang kompeten. Seperti rencana layanan berbasis digital. Nant akan ada Digi Ancol, Ancol Aps, penerapan cashless untuk mempermudah konsumen," ungkap Sahir.

Dia mengungkapkan, ke depan akan banyak inovasi yang dikembangkan perseroan baik dari segmen rekreasi maupun properti. Saat ini, katanya, segmen rekreasi masih mendominasi pendapatan hingga 90%. "Sepanjang tahun 2018 kemarin, segmen rekreasi memberikan kontribusi pendapatan sebesar 90% dari total perolehan pendapatan Rp 1,3 triliun. Ke depan kami berharap nanti saatnya properti akan booming dan ambil porsi lebih. Bisa 40:60 %" harapnya.

Tahun ini, kata Sahir, belanja investasi yang dialokasikan perseroan sekitar Rp800 miliar akan difokuskan untuk pengembangan infrastruktur di segmen rekreasi, seperti pengembangan wahana baru dan perluasan kawasan pantai, pembangunan kolam renang dan restoran serta investasi layanan digital. Sementara untuk inovasi properti dalam tahap desain. "Kita sudah realisasikan capex sekitar Rp500 - Rp600 miliar," ungkap Sahir.

Untuk pendanaaan Capex, lanjutnya, perseroan mengandalkan modal sendiri, obligasi dan pinjaman bank. "Kita punya nett cash cukup besar. Untuk obligasi kita punya PUB tahun ini sebesar Rp 1 triliun,"ujar Sahir.

Agung Praptono, Corporate Secretary Division Head PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mengungkapkan, tahun ini perseroan terus berinovasi dengan menghadirkan wahana baru guna memenuhi target kunjungan sebesar 20 juta. Menurut Agung, wahana baru tersebut antara lain dengan dibukanya kawasan Dunia Kartun dan 9 wahana baru di area Dunia Fantasi (Dufan). Kawasan baru seluas 3 hektar ini diisi oleh berbagai dekorasi dengan tema kartun yang penuh warna. Tidak hanya itu, kawasan ini juga akan dilengkapi oleh 9 wahana baru, dimana 7 diantaranya telah diluncurkan di libur lebaran 2019.

BERITA TERKAIT

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun - Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar NERACA Depok - ‎DPRD…

BPPT Kumpulkan PNBP Mencapai Rp100 miliar

  NERACA Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Layanan Teknologi (Pusyantek) telah melampaui target Penerimaan Negara…

Targetkan Listing Awal September - Bhakti Agung Bidik Dana IPO Rp 335,5 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun bisnis properti lesu, hal tersebut tidak menyurutkan rencana PT Bhakti Agung Propertindo Tbk untuk go public.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu agar bisa lebih maju lagi, salah satunya melalui…

Kinerja Keuangan Melorot - ANJT "Kencangkan Ikat Pinggang" di Operasional

NERACA Jakarta – Terkoreksinya pencapaian kinerja keuangan PT Austindo Nusantara Tbk (ANJT) di paruh pertama tahun ini, menjadi pertimbangan emiten…

Pasar Respon Positif Nota Keuangan 2020

NERACA Jakarta – Pidato nota keuangan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang disampaikan presiden Joko…