Candi Prambanan Jadi Lokasi Perayaan Hari Yoga Internasional

Jalinan persahabatan India dan Indonesia tak hanya manis di bibir. Sejak kunjungan resmi Perdana Menteri India Narendra Modi ke Tanah Air yang diterima oleh Presiden Indonesia Joko Widodo pada setahun yang lalu, sejumlah promosi budaya dan wisata telah sering dilakukan. Salah satunya ialah penyelenggaraan International Day of Yoga (IDY) yang tahun ini kembali digelar. Di tahun yang kedua saat ini, acara yang bermaksud menyebarkan manfaat olah tubuh itu bakal diselenggarakan lebih meriah di banyak kota Indonesia dikutip dari CNN Indonesia.com.

IDY yang dirayakan setiap 23 Juni pada tahun ini mengambil tempat di lima destinasi wisata populer Indonesia; Bali, Makassar, Surabaya, Medan, dan Yogyakarta. Dalam perayaannya, akan digelar yoga massal dengan instruktur langsung dari India. Kegiatan dimulai tepat pukul 06.00 WIB. Pendaftaran peserta akan dibuka beberapa hari sebelumnya.Acara di Bali digelar pada pekan pertama, yakni 16 Juni 2019 dan bertempat di Renon, Bajra Sandhi Monument.

Berlanjut pekan kedua, acara digelar di Makassar pada 23 Juni 2019 dan bertempat di Losari Beach Waterfront. Di pekan kedua ini, ada tiga destinasi yang juga menyelenggarakan acara yoga massal bersamaan, yakni; Surabaya di Singapore International Academy, Medan di Kantor Konsulat India, dan Yogyakarta di Komplek Candi Prambanan.

Komplek Candi Prambanan terpilih sebagai lokasi puncak perayaan IDY 2019 karena dianggap sebagai lambang koneksi budaya dan spiritual yang menghubungkan India dan indonesia. Frieska J. Puteri dari PT Taman Wisata Candi yang hadir dalam jumpa pers ID 2019 di Kedutaan Besar India di Jakarta pada Senin (17/6) mengatakan kalau pihaknya merasa terhormat terpilih sebagai lokasi penyelenggaraan pada tahun ini."Selain yoga bersama, ada juga pameran foto dan beragam panggung seni budaya di sekitar Candi Prambanan. Diperkirakan ada 1.000 orang yang bakal datang dalam perayaan tahun ini," kata Frieska.

Sementara itu Nia Niscaya, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II, yang juga hadir dalam kesempatan yang sama berharap tak hanya turis domestik saja yang hadir dalam ID 2019 ini. "Kami berharap turis mancanegara dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan India, juga bisa ikut serta. Untuk promosi, kami sudah menggandeng banyak agen perjalanan wisata untuk menjual paket wisata yoga selama IDY 2019," ujat Nia.

Tak hanya untuk Si Langsing

Yoga sejatinya adalah olah tubuh tradisional yang dilakukan masyakarat kuno penganut Hindu di India. Tak cuma melatih fisik, kegiatan ini juga berguna untuk melatih kesabaran dan kedisiplinan pelakunya. Seiiring modernisasi, yoga sudah berkembang menjadi olah tubuh universal, tak lagi dikaitkan dengan satu agama tertentu. Selebriti juga mulai banyak yang mempromosikan yoga sebagai gaya hidup.

Duta Besar India untuk Indonesia, Prakash Gupta, mengatakan kalau yoga tak hanya membuat tubuh sehat tapi juga membuat manusia bisa memiliki kepribadian yang lebih baik. "Saat melakukan yoga kita terdiam dan mencoba mengerti kehidupan yang berlangsung di sekitar kita. Dengan ini kita bisa memahami kalau seluruh makhluk hidup memiliki fungsinya masing-masing. Saya rasa jika seluruh manusia memiliki pengertian ini, dunia bisa mencegah dampak buruk dari pemanasan global," katanya.

Meski sudah sedemikian populernya, masih banyak orang yang menganggap kalau yoga hanya pantas dilakukan oleh orang yang bertubuh langsing. Anggapan tersebut muncul karena banyak selebriti bertubuh singset yang berbicara mengenai khasiat yoga.

Jeevithaa, instruktur yoga yang didatangkan langsung dari India untuk melatih kelas yang diselenggarakan Kedutaan Besar India di Indonesia, mengatakan kalau anggapan itu salah. Baginya yoga bisa dilakukan banyak orang, mulai dari anak kecil sampai orang yang bertubuh ekstra. "Yoga itu kegiatan yang boleh dan bisa dilakukan semua orang. Tapi untuk orang yang bertubuh ekstra dan anak kecil ada sejumlah peraturan yang harus dipatuhi. Yang paling utama ialah mengetahui kondisi badan. Misalnya apakah kita sedang cedera lutut? Jika iya, maka jangan memaksa latihan di area tersebut," ujarnya.

Jeevithaa juga meminta masyarakat Indonesia tak beranggapan kalau yoga merupakan olah tubuh yang bisa membuat badan langsing dengan instan. "Sama seperti olahraga yang lain, yoga tidak membuat seseorang kurus dengan cepat, karena tubuh sehat juga dipengaruhi dari pola makan serta faktor gaya hidup lainnya. Yoga juga tidak membuat cedera jika dipelajari dengan benar. Oleh karena itu beryoga dengan instruksi guru sangat dianjurkan bagi pemula," pungkasnya

BERITA TERKAIT

Hari Pajak dan Reformasi Perpajakan

    Oleh: Johana Lanjar Wibowo, Pemeriksa Pajak Pertama KPP PMA Satu   Tanggal 14 Juli ditetapkan sebagai "Hari Pajak."…

Momentum Hari Pajak Bukan Hanya Formalitas Belaka

  Oleh: Rifky Bagas Nugrahanto, Staf Ditjen Pajak Mengulas tentang pajak berarti berbicara pula mengenai peran besar yang diembankan pada…

Garap Pameran di Dubai - Dyandra Raup Cuan di Pasar Internasional

NERACA Jakarta – Menunjukkan eksistensinya di dunia internasional, PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), melalui entitas anak PT Samudra Dyan Praga…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

5 Wahana Permainan Wajib Coba di Trans Studio Mall Cibubur

Taman hiburan di dalam ruang Trans Studio Mall Cibubur sebentar lagi dibuka dan terbagi atas banyak zona, seperti Zona Lagoon,…

Pariwisata Sawahlunto di Tengah Industri Pertambangan

Penetapan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sebagai Warisan Dunia UNESCO, diyakini berpengaruh positif terhadap sektor pariwisata di Provinsi Sumatera…

Seperempat Museum di RI Tak Layak

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Fitra Arda Ambas menyebut banyak museum di Indonesia masuk…