HK Metals Buka Pasar Ke Australia dan Kanada - Perluas Pasar Ekspor

NERACA

Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) terus perluas pasar ekspor. Teranyar, perseroan tengah membidik pangsa pasar ke wilayah Australia dan Kanada terkait perdagangan bahan bangunan dan perlengkapan rumah tangga. Ekspor bisnis manufaktur tersebut akan dilakukan melalui anak usaha yaitu PT Handal Aluminium Sukses (HAS).”Salah satu anak usaha kami yang telah melakukan ekspor perdananya yaitu HAS ke Amerika dan Belanda,” kata Direktur Utama HKMU, William Ngasidjo Achmad di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, pada tahun ini PT Handal Aluminium Sukses juga tengah menjajaki untuk melakukan ekspor ke dua negara baru. “Di tahun 2019, HAS menargetkan untuk ekspor ke Australia dan Kanada, saat ini perseroan tengah dalam proses pembuatan sertifikat DNV GL sebagai syarat untuk ekspor ke Australia,” paparnya.

Menurut William, pada kuartal I/2019 perseroan membukukan kenaikan penjualan sebesar 55% menjadi Rp357 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp230 miliar. Peningkatan penjualan tersebut sebagian besar dipicu oleh kenaikan dari penjualan anak-anak usaha perseroan. Dengan kenaikan tertinggi terjadi pada PT HAS yang naik 258% menjadi Rp129 miliar.

Di kuartal pertama ini, kata William, porsi penjualan HKMU yang berasal dari segmen bisnis perdagangan menyusut menjadi 60%, sedangkan sisanya segmen bisnis manufaktur, kedepannya perseroan berkomitmen untuk menjadikan porsi manufaktur dan perdagangan menjadi 50:50. Disisi lain, lanjutnya, perseroan akan fokus terhadap empat pilar yaitu berfokus pada ekspor, industri, proyek dan ritel.

Kemudian dari segi ekspor, perusahaan akan terus menambah dan mengembangkan negara ekspor baru. Dari segi industri, perseroan akan mengembangkan industri potensial seperti industri kereta api dan solar panel.”Dari segi proyek, kami akan terus menyasar proyek pemerintah, seperti proyek 1 juta rumah dan juga proyek rumah subsidi, dari segi ritel kami akan mengembangkan agen pemasaran di seluruh Indonesia,”ujarnya.

Sebagai informasi, tahun ini HKMU menargetkan produksi alumunium ekstrusi sebesar 12.000 ton atau naik hampir dua kali lipat dari realisasi 2018 sebesar 6.200 ton sejalan beroperasi empat mesin baru di pabrik Cirebon.”Tiga mesin sudah terpasang, dan satu mesin diharakan ter-install dalam beberapa bulan ke depan," kata Direktur Keuangan PT HK Metals Utama Tbk, Pratama Girindra.

Dirinya mengatakan, sejalan dengan peningkatan produksi, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,6 triliun atau melonjak dari 2018 sebesar Rp 865 miliar. Sementara laba bersih hingga akhir tahun ini ditargetkan menembus Rp143 miliar dari 2018 sebesar Rp 69 miliar. Sementara aset di 2019 diharapkan mencapai Rp 2,060 triliun dari Rp 1,533 triliun. Ekuitas ditargetkan Rp 756 miliar dari Rp 621 miliar. Adapun utang Rp 1,295 triliun dari Rp 912 miliar.

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Kinerja Ekspor - Sharp Tambah Lini Produksi Mesin Cuci

NERACA Jakarta – Genjot kinerja penjuakan ekspor, PT Sharp Electronics Indonesia menambah lini produksi di kategori mesin cuci tipe satu…

RUU Pertanahan Tak Sejalan dengan Pemikiran dan Kebijakan Presiden Jokowi

RUU Pertanahan Tak Sejalan dengan Pemikiran dan Kebijakan Presiden Jokowi NERACA Jakarta - Pemerntah dan DPR diingatkan untuk tidak memaksakan…

PP HIMMAH Desak OJK dan BEI Periksa PT Garuda

PP HIMMAH Desak OJK dan BEI Periksa PT Garuda NERACA Jakarta - Aliansi kepemudaan yang menamakan dirinya sebagai Himpunan Mahasiswa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…