Inocycle Targetkan Penjualan Tumbuh 40% - Lepas 800 Juta Saham Baru

NERACA

Jakarta – Rencanakan go publik, PT Inocycle Technology Group Tbk terus pacu ekspansi bisnis dengan membuka pabrik baru. Dimana perseroan menargetkan bisa meningkatkan penjualan sampai 40% serta laba 20% pada akhir 2019.

Direktur Inocycle Technology Group Tbk, Victor Choi menambahkan, perseroan memiliki target untuk meningkatkan laba sebesar 20% dan penjualan sebesar 40%. Salah satunya adalah dengan menambah modal kerja dan mengembangkan bisnis baru menggunan dana penawaran umum perdana (IPO). “Pada penawaran saham perdana ini, perseroan menawarkan harga antara Rp240 –Rp380 per lembar. Adapun jumlah saham yang diterbitkan sebanyak 800 juta lembar setara dengan 39,996% saham baru,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan adalah Rp100 per lembar. Adapun dia berharap ketika melantai perdana semua saham yang diterbitkan bisa disapu bersih. Sementara Direktur Inocycle Technology Group Tbk. Suhendra Setiadi menagatakan seluruh dana hasil dari penawaran umum akan digunakan untuk pembayaran hutang 40%, 30% pengembangan bisnis baru dan 30% menambah belanja modal.”Kami akan mengembangkan lebih lanjut di masa depan karena kami akan melindungi lingkungan dan tren yang memakai fiber daur ulang akan terus meningkat," katanya.

Sebagai informasi, Inocycle Technology Group Tbk merupakan anak usaha dari Grup Hilon yang bergerak di bidang industry serat tapel buatan dan industry bukan tenunan. PT Shinhan Sekuritas Indonesia sebagai penjamin melalui Vice President Investment Banking, Bayu Eko Swastono mengatakan, telah menawarkan saham emiten anyar tersebut ke regional dan investor asing. Bayu mengatakan focus penawaran investor asing akan diberatkan ke Korea sebab sudah ada beberapa yang tertarik menyuntikkan dana.

Menurutnya perusahaan tersebut memang masih ‘hijau’ tapi itu peluang bagus sebab Inocycle bisa menjadi market leader dalam sektor daur ulang. Pasalnya belum ada perusahaan terbuka lain yang bergerak di bidang serupa.“Kami berharap nanti akan masuk di sektor basic industry atau lakin-lain,” katanya.

Disebutkan, untuk price earning ratio berkisar 7 sampai 11 kali net profit 2019 sebesar Rp59 miliar pada akhir 2019.

BERITA TERKAIT

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir NERACA Jakarta -  Chairman of Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko mengatakan saat ini,…

Siapkan Dana Investasi US$ 100 Juta - Saratoga Bangun Rumah Sakit di Bekasi

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan portofolio investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus mengembangkan investasinya. Salah satunya yang tengah dikembangkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Torehkan Kinerja Sangat Baik - BTN Meraih Penghargaan CSA Award 2019

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) meraih penghargaan CSA Award 2019. Penghargaan emiten dengan kinerja terbaik tersebut, hasil kerja…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…