Menjaga Kesehatan Dengan Aromaterapi

NERACA

Aromaterapi sering kali diartikan sebagai segala jenis terapi dengan memakai beragam aroma atau wewangian. Bahkan, deterjen atau pewangi lantai yang diberi pewangi pun sering dianggap sebagai aromaterapi.

Menurut dr Rachmi Primadiati, MN Med, DArom, Dherb.Med, CIDESCO, CIBTAC, BABTAC, spesialis kecantikan dan medical aromatherapyst, tidak semudah itu menganggap semua harum-haruman sebagai aromaterapi. “Aromaterapi itu satu teknik terapi menggunakan minyak esensial tumbuhan. Ada yang dihirup, diminum, dioleskan, atau dipijatkan.”

Manfaat aromaterapi juga tak sekadar perawatan kecantikan atau merilekskan tubuh. Ada fungsi lain yang lebih ‘mulia’, mengobati tubuh dari penyakit-penyakit ‘serius’. Tetapi jangan salah lho. Tak semua wewangian bersifat menyembuhkan. “Hanya yang dari minyak esensial hasil penyulingan dan perasan bagian-bagian tumbuhan aromatik saja yang menyembuhkan,” jelas Rachmi.

Menurut Rachmi, layanan aromaterapi yang banyak diberikan pusat-pusat kecantikan sifatnya tidak untuk mengobati, melainkan sekadar relaksasi dan menyegarkan. “Tak semua orang cocok dengan semua minyak esensial. Mereka juga tidak memperhitungkan dosis yang tepat.”

Untuk keluhan saluran napas dan emosi, misalnya, cara paling pas adalah dihirup. Keluhan saluran pencernaan lebih baik memakai bahan yang diminum. Sedangkan untuk kasus-kasus kulit dan menyeimbangkan fungsi-fungsi organ tubuh, dengan pengolesan plus pijatan. “Agar tak meleset khasiatnya, lakukan di bawah pengawasan orang yang punya pengetahuan dasar kedokteran dan aromaterapi, atau orang yang sudah mempelajari aromaterapi secara khusus.”

Berbeda dengan obat kimiawi sintetis, pemakaian minyak esensial tumbuhan tidak dianggap benda asing di dalam tubuh sehingga tidak memperberat kerja organ-organ tubuh. Menurut Dr Dietrich Gumbel, PhD, penulis buku Principles of Holistic Skin Therapy with Herbal Essence, tumbuhan memiliki komposisi yang sama persis dengan manusia. Menurut Gumbel, minyak esensial akan masuk ke sirkulasi tubuh. Minyak esensial yang dioles di kulit akan terserap masuk ke lapisan kulit dalam, mencapai sirkulasi darah dan menuju organ sasaran untuk berefek.

Sejauh ini, semua penyakit bisa disembuhkan dengan metode aromaterapi medis, baik secara langsung maupun diintegrasikan dengan cabang ilmu kedokteran lain, khususnya antarcabang kedokteran naturopati. Untuk pengidap jantung koroner, misalnya, pasien akan dibantu aromaterapi yang dikombinasi dengan hidroterapi (terapi dengan air, misalnya spa) untuk mengurangi sumbatan. Sedangkan pada pasien stroke, fungsi pengobatan aromaterapinya adalah membantu memperlancar sirkulasi darah, getah bening, memperkuat fungsi saraf, dan menambah kekuatan otot.

Di Amerika dan Eropa, terapi aroma sudah diakui sebagai cabang ilmu kedokteran dan masuk ke dalam bidang ilmu naturopati. “Bahkan di negara-negara Eropa dan Amerika, pengobatan dengan cara alami sudah dapat di-cover oleh asuransi, lho,” cetus Rachmi yang lama tinggal di Amerika dan Eropa ini.

Meskipun secara mendasar pengobatan aromaterapi berbeda dengan cara pengobatan konvensional, namun dalam proses pemeriksaannya sama saja. “Jika diperlukan, tetap dilakukan pemeriksaan laboratorium, MRI, atau rontgen.”

Related posts