Rajut Persatuan, Dukung Proses Demokrasi yang Konstitusional Damai dan Bermartabat

Oleh : Azhar Pratama, Mahasiswa Fisip Usakti

Usai KPU mengumumkan pemenang hasil pemilu, tensi politik pun kembali memanas. Berbagai peristiwa pun terjadi mulai dari unjuk rasa yang berakhir ricuh, ditangkapnya sejumlah perusuh dan barang bukti senjata api, hingga terungkapnya rencana pembunuhan terhadap pejabat negara. Sementara itu, BPN Prabowo-Sandi pasca kerusuhan mengubah cara jalanan menjadi cara konstitusional dengan telah memasukkan gugatan sengketa pilpres ke Mahkamah Konstitusi.

Lalu, apakah ribut-ribut pilpres ini akan berakhir di Mahkamah Konstitusi? Jawabannya semoga saja. Oleh karenanya sikap siap kalah dan siap menang merupakan hal penting yang perlu ditanamkan jelang pengumuman final sidang oleh MK

Biasanya orang akan selalu siap untuk menang, tetapi jarang sekali yang siap menerima kekalahan dan terus menjadi penghambat bagi yang menang. Kedewasan dalam.berpolitik masih harus diuji dengan sikap tunduk.kepqda ketentuan konstitusional dan bukan dengan cara cara anarkis yang inkonstitusional.

Saat ini sudah tidak boleh lagi seperti itu karena bangsa membutuhkan kebersamaan dalam membangun dan menghadapi semua tantangan baik dari dalam maupun dari luar. Pilihan politik boleh beda tapi persatuan membangun bangsa harus diutamakan.

Karena jika tetap menjadi hambatan karena kekalahan dalam sebuah kontestasi pollitik maka ini menjadi celah bagi oknum oknum yang ingin menghancurkan Indonesia. Kenyataan ini yang seringkali menimbulkan konflik sosial yang dapat merusak kerukunan dan persatuan yang telah terbangun dari zaman kemerdekaan.

Apa yang harus khalayak ramai pahami jelang pengumuman sidang MK ini adalah bahwa sikap fanatik berlebihan dan tidak menerima kekalahan merupakan awal dari malapetaka karena dalam setiap gelaran pemilihan umum. Sikap tidak menerima kekalahan dapat memunculkan sikap benci yang dapat membuat seseorang berani melakukan tindakan yang mengancam kedamaian dan keutuhan masyarakat dan ini rentan di tunggangi oleh pihak anasir luar yang sering kali mencari kesempatan untuk mengubah Indonesia menjadi bentuk yang tidak lagi sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa.

Semboyan NKRI adalah harga mati jangan sampai hanya sekadar menjadi semboyan kebangsaan yang diteriakkan dengan lantang begitu saja. NKRI merupakan sebuah komitmen yang tidak dapat ditukar dengan apapun menuju bangsa Indonesia yang lebih damai dan berdaulat. Saatnya kita rajut kembali persatuan bangsa kita dan mari kita mendukung segala bentuk proses demokrasi yang konstitusional termasuk keputusan sidang MK nanti terhadap sengketa Pemilu.

Kita tolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah. Kita dukung aparat penegak hukum untuk menindak tegas siapapun yang akan menghancurkan kehidupan demokrasi bangsa dan merusak azas kemanusiaan bangsa Indonesia. Kita butuh persatuan untuk.membangun negeri ini demi kemajuan bangsa ini. Jangan pernah mau diadu domba oleh pihak- pihak yang hanya ingin berkuasa dengan segala cara.

BERITA TERKAIT

Indonesia Angkat Langkah Sistematis Sektor Lingkungan Hidup dan Energi - Menteri LHK

Indonesia Angkat Langkah Sistematis Sektor Lingkungan Hidup dan Energi Menteri LHK NERACA Karuizawa, Jepang - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,…

AKIBAT PERANG DAGANG DAN FAKTOR POLITIK - Asumsi Makro 2019 Diprediksi Meleset dari Target

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 tidak sesuai target. Penyebabnya faktor…

KPK Klarifikasi Rommy Soal Fakta Persidangan Terdakwa Haris dan Muafaq

KPK Klarifikasi Rommy Soal Fakta Persidangan Terdakwa Haris dan Muafaq NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklarifikasi tersangka Romahurmuziy…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Provokasi Kecurangan Sebuah Desain Upaya Deligitimasi Pemilu

  Oleh : Risa Nasution, Mahasiswi IPB   Penyelenggaraan Pemilu 2019 yang berlangsung lancar dan aman hingga saat ini perlu…

Audit Tak Standar, Laporan Keuangan Garuda Berpotensi Kena Sanksi

Oleh: Djony Edward Kementerian Keuangan menyimpulkan bahwa audit laporan keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) tidak sesuai standar akuntansi yang…

Ketahanan Ekonomi dalam Situasi Global

Oleh: Dr. YB Suhartoko SE, ME., Dosen FE Unika Atmajaya Jakarta   Situasi perekonomian dunia pada awal tahun 2019 masih menunjukkan…