Adi Sarana Menaruh Asa Geliat Infrastruktur - Targetkan Pendapatan Rp 2 Triliun

NERACA

Jakarta - Mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 1,6 triliun untuk membeli 6.500 unit armada baru, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) berharap target pendapatan tahun ini meningkat 9,55% menjadi Rp 2 triliun bisa tercapai dari realisasi tahun lalu sebesar Rp 1,86 triliun.

Presiden Komisaris ASSA, Erida mengatakan, masifnya pembangunan infrastruktur yang dibangun pemerintah akan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru dan diharapkan bisa mengerek bisnis perseroan.”Terciptanya pusat-pusat ekonomi baru di daerah merupakan peluang bagi ASSA sebagai korporasi penyedia jasa transportasi dan logistik terintegrasi. Sebab di dalamnya akan muncul permintaan sewa mobil dan jasa logistik. Di zaman yang menuntut kepraktisan, menyewa mobil untuk operasional perusahaan dan layanan logistik merupakan pilihan terbaik," ujarnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam situasi perekonomian nasional yang sedang tumbuh dan terciptanya peluang-peluang bisnis baru itulah, lanjutnya, perusahaan berhasil mencatatkan performa dan kinerja positif pada 2018. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah mitra bisnis yang menggandeng ASSA sebaga mitra penyedia jasa layanan sewa mobil. Jika pada 2017, tercatat ada 1.203 korporasi yang bekerja sama, maka pada akhir 2018, tercatat naik menjadi 1.751 korporasi.

Sementara itu, untuk meningkatkan kualitas pelayanan, peningkatan korporasi sebagai mitra tersebut diikuti dengan bertambahnya armada yang dikelola ASSA dari 20.880 kendaraan pada 2017 menjadi 23.645 kendaraan pada 2018. Jumlah pengemudi naik dari 4.478 orang pada 2017 menjadi 4.668 orang pada 2018.

Di tengah permintaan pasar yang terus tumbuh, perusahaan mengambil langkah menambah armada baru sebanyak 2.765 mobil. Penambahan armada itu kemudian diikuti dengan peningkatan jumlah pengemudi."Kami menyadari bahwa penambahan jumlah armada dan sopir tersebut tidak serta merta menaikkan pertumbuhan perusahaan secara cepat karena ekspansi ASSA lebih banyak untuk melayani korporasi," tambahnya.

Perseroan mengungkapkan, dari target pendapatan Rp 2,1 triliun tahun ini masih dikontribusikan terbesar dari bisnis rental kendaraan, kedua bisnis penjualan, bisnis mobil bekas, logistik dan jasa lelang. Untuk bisnis lelang kendaraan, perseroan mengaku optimis akan meningkat di tahun ini. Apalagi perusahaan ini berniat mengakuisisi 51% saham salah satu perusahaan lelang kendaraan. Direktur ASSA, Jany Chandra pernah bilang, peluang bisnis di bursa mobil bekas memang potensial. Mengingat jumlah unit lelang di Indonesia masih relatif kecil dibandingkan pasar otomotif Indonesia. Adapun tahun 2018 pertumbuhan unit terjualnya kendaraan di balai lelang ASSA diklaim tumbuh 54%.

BERITA TERKAIT

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…

MAPI Lunasi Pokok Obligasi Rp 205,45 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang dan juga menjaga kesehatan keuangan, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) telah melunasi pokok obligasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…