VIVA Padukan Platform FTA dan Digital - Jaga Pertumbuhan Bisnis

NERACA

Jakarta – Mensiasati tren pertumbuhan industri digita, mendorong PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) untuk mengejar pertumbuha bisnis lebih agresif lagi. Di era industri televisi free to air (FTA) perlu menyajikan konten menarik dan dapat dinikmati di berbagai platform, sehingga menambah jangkauan pemirsa.

Langkah ini guna mempertahankan bisnis secara berdampingan di tengah ketatnya persaingan media digital."Sejalan geliat revolusi digital di Indonesia, selama beberapa tahun terakhir kami telah melakukan persiapan guna menyambut revolusi digital,"kata Presiden Direktur PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), Anindya Novyan Bakrie di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selama tahun 2018 ANTV berhasil mempertahankan peringkat sebagai stasiun televisi tier-1 FTA dengan pencapaian rata-rata pangsa pemirsa 13,6 persen dan 10,7 persen pada April 2019. Keberhasilan ini ditopang perpaduan konten lokal dan asing seperti program Jodoh Wasiat Bapak, Menembus Mata Bathin, Masjid Tak Dirindukan, Pesbuker, Dev & Sona, Chandra Nandini, Marsha and The Bear hingga program news and sport Jejak Kriminal.

Sedangkan tvOne memberikan tetap mengungguli pesaing dengan capaian TVS yang cukup jauh di atas pesaing, yakni sebesar 3,4 untuk pemirsa TV berita serta peringkat #1 di slot berita primetime dan program olahraga andalannya. "One Pride Mixed Martial Arts (MMA) menjadi program peringkat teratas dan menghentak animo masyarakat dengan berdirinya sasana-sasana beladiri (boxing camp)," kata Anindya Novyan Bakrie.

Anindya Novyan Bakrie mengatakan, bisnis digital VIVA saat ini sedang bertumbuh pesat dan melengkapi televisi FTA sebagai bisnis inti. Portal digital viva.co.id mencatat rata-rata jumlah pengunjung lebih dari 16 juta setiap bulan dengan rata-rata 89,7 juta kunjungan halaman setiap bulan.

Keberhasilan VIVA dalam menjalankan strategi tersebut dibuktikan oleh keberhasilan tvOne yang pada tahun 2018 mendapatkan dana dari Google News Initiative YouTube Innovation Funding, yang menunjukkan konten tvOne memang menarik.“TvOne kemudian mengembangkan multi channel melalui YouTube dengan konten-konten andalan tvOne seperti ILC, Damai Indonesiaku, One Pride Pro Never Quit-Indonesian MMA, dan Talkshow tvOne. Selain itu, tvOne juga menayangkan program web series di channel YouTubenya, antara lain web series Rindu dan web series Ingin,” jelas Anindya Novyan Bakrie.

Sementara itu konten ANTV dapat dinikmati melalui website www.antvklik.com. Dimana ANTV mengembangkan multi channel serupa melalui YouTube seperti Best Pesbuker, Klik Bocah, Klik Misteri. Selain juga web series seperti web series Cek Kontrakan Sebelah, web series Maya dan web series 29 Maret."Dengan penyajian konten-konten menarik dari ANTV dan tvOne yang dapat dinikmati di berbagai platform, diharapkan dapat menjangkau khalayak secara luas terutama generasi muda dan semakin diperkuat melalui konten media sosial yang solid," kata Anindya Novyan Bakrie.

BERITA TERKAIT

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berinvestasi Mudah Gak Pake Ribet - Ketika Semua Kemudahan Berada Dalam Genggaman

Di era digital saat ini, segala sesuatunya sangat mudah dilakukan. Tengok saja inovasi layanan industri keuangan baik itu perbankan hingga…

Geliat Sektor Industri - Anak Usaha Barito Pacific Jual Lahan 12,6 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan industri akan berdampak besarnya permintaan lahan industri di beberapa kota besar, maka melihat potensi tersebut,…

Danai Pengembangan Bisnis - Dana Brata Luhur Lepas Saham IPO 35 Juta Saham

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Dana Brata Luhur Tbk berencana melaksanakan penawaran umum perdana (initial…