Penggunaan Dolomit Disebut Tingkatkan Produksi Sektor Pertanian

NERACA

Jakarta - Adhie Widihartho, Chief Marketing Officer PT Polowijo Gosari mengatakan penggunaan dolomit mampu memperbaiki kondisi lahan pertanian dan sekaligus meningkatkan kesuburan tanah. Oleh karenanya, dengan penggunaan dolomit mampu meningkatkan produksi sektor pertanian nasional. “Konsumen kami terbesar saat masih pada perkebunan. Dengan penggunaan dolomit hasil mereka bagus. Maka dari itu kini kami konsen ke sektor pangan,” kata Adhie pada acara Buka Puasa Bersama dengan Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN) di Jakarta, Sabtu (25/5).

Sebagai contoh, sambung Adhie, keunggulan dolomit yang digunakan pada lahan pertanaman padi di Jawa, ternyata tanaman padinya lebih tahan terhadap hawa wereng batang cokelat. Jadi dolomit bukan hanya memperbaiki kesuburan tanah, tapi juga meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama penyakit

Menurut Adhie, kemampuan dolomit memperbaiki kondisi tanah tidak dimiliki pupuk organik umumnya. Bahkan sebenarnya dolomit juga sudah bagian dari pupuk organik dan bukan pupuk kimia. “Kelebihan dolomit karena mengandung Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Zat itu sangat dibutuhkan tanah yang rusak dan masam untuk meningkatkan kesuburan lahan,” ujarnya.

Dia menuturkan, sekarang tantangan yang dihadapi oleh perusahaan maraknya pemalsuan produk dolomit. Sulit membedakan dolomit dan kapur. Untuk itu perusahaan gencar melakukan sosialisasi dan edukasi tentang produk asli atau palsu dolomit kepada petani. “PT Polowijo Gosari berkecimpung di sektor pertanian sejak 40 tahun lalu. Salah satu produk Polowijo yakni superdolomit yang sudah dikenal luas di sektor pertanian. Saat ini banyak beredar barang yang tidak asli itu yang harus kami perjelas pada petani,” jelasnya.

Dukung Serasi

Pada kesempatan itu pula, Adhie menyebut sebagai salah satu produsen dolomit terbesar di Indonesia PT Polowijo Gosari mendukung Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) yang ditargetkan tahun 2019 ini seluas 500.000 hektare (ha).

Menurutnya, adanya Program Serasi Kementan permintaan dolomit terus meningkat. Dolomit dimanfaatkan untuk menetralisir lahan rawa yang masam. Dengan dolomit lahan rawa kini bisa tanam dua kali dalam setahun dari biasanya hanya satu kali, katanya.

Adhie menyebutkan, kebutuhan dolomit pada lahan bukaan baru lahan rawa yang belum ditanami membutuhkan 4 ton per ha. “Jadi permintaan dolomit di lahan rawa cukup besar, “ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini produktivitas tanaman padi pada lahan rawa yang pernah tanam hanya sebesar 3 ton/ha, sedangkan yang belum pernah tanam 2 ton/ha. “Dengan dolomit kesuburan lahan rawa meningkat, sehingga produktivitas juga pasti akan naik,” terangnya.

Untuk itu, PT Polowijo Gosari berencana meningkatkan kapasitas produksi dolomit mencapai 1 juta ton di tahun 2020 seiring tingginya permintaan di pasar. “Saat ini kapasitas produksi pabrik tahun diperkirakan sebesar 600.000 ton, naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya sebesar 300.000 ton,” ungkap Adhie.

Dia menargetkan, pada tahun 2020 produksi dolomit bisa mencapai 1 juta ton. “Investasi untuk pemangunan pabrik dolomit baru sekitar Rp 1 triliun,” katanya.

Menurutnya, permintaan dolomit selain untuk pertanian juga digunakan sebagai bahan baku industri keramik, kaca, tambak ikan dan aluminium alloy. “Artinya pohon industri dolomit cukup banyak. Dolomit itu sumber kehidupan,” katanya.

Sementara itu, cadangan dolomit yang dimiliki PT Polowijo Gosari di Gresik diperkirakan sebanyak 500 juta ton. “Cadangan itu dalam bentuk gunung dolomit seluas sekitar 700 ha. Jika setahun saja produksinya sebanyak 2 juta ton, maka cadangan itu bisa mencapai 250 tahun,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Sika Indonesia Resmikan Pabrik Ketiga di Cibitung

NERACA Bekasi – Perusahaan bahan kimia untuk konstruksi dan industri, Sika semakin mengukuhkan bisnisnya di Indonesia dengan meresmikan pabrik ketiga…

PRS, Solusi Sementara PGN untuk Alirkan Gas Bumi di Jawa Tengah

NERACASemarang - Dengan berdirinya sejumlah kawasan industri baru seperti di Kendal dan Ungaran, menjadi salah satu pertimbangan bagi investor dan…

Menteri Susi Prakarsai Dialog Pemberantasan IUU Fishing

NERACA New York - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kelautan, Peter Thomson,…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Sika Indonesia Resmikan Pabrik Ketiga di Cibitung

NERACA Bekasi – Perusahaan bahan kimia untuk konstruksi dan industri, Sika semakin mengukuhkan bisnisnya di Indonesia dengan meresmikan pabrik ketiga…

PRS, Solusi Sementara PGN untuk Alirkan Gas Bumi di Jawa Tengah

NERACASemarang - Dengan berdirinya sejumlah kawasan industri baru seperti di Kendal dan Ungaran, menjadi salah satu pertimbangan bagi investor dan…

Menteri Susi Prakarsai Dialog Pemberantasan IUU Fishing

NERACA New York - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kelautan, Peter Thomson,…