Penjualan Residensial MDLN Tumbuh 130,49% - Bisnis Properti Penuh Tantangan

NERACA

Jakarta – Emiten properti, PT Modernland Realty Tbk (MDLN) berhasil melewati tahun 2018 sebagai tahun yang penuh tantangan dengan pencapaian kinerja keuangan yang positif. Perseroan berhasil membukukan marketing sales di segmen residensial sebesar Rp2,97 triliun, naik 130,49% dibandingkan Rp1,29 triliun pada tahun 2017.

Wakil Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk, Freddy Chan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia yang diproyeksikan akan tetap baik pada tahun ini membuat perseroan berencana untuk terus meningkatkan pemanfaatan cadangan lahannya yang masih idle. Rencana itu telah dijalankan pada tahun 2018 dalam bentuk persiapan lahan di Cilejit, dan penjualan perdana akan dilaksanakan pada tahun 2019. “Perseroan pun berkomitmen menjajaki kemitraan dengan pihak ketiga baik di dalam maupun luar negeri yang memiliki brand kuat untuk membentuk perusahaan patungan sehingga mampu memaksimalkan potensi perseroan,” ujar Freddy.

Di saat yang sama, perseroan akan terus memantau kondisi likuiditas global pada tahun 2019. Perseroan, lanjutnya, telah mengambil tindakan antisipasi dengan memastikan bahwa tidak ada utang signifikan yang jatuh tempo pada periode 2019-2020. Hal ini sedikit banyak melindungi kesehatan keuangan perseroan dari dampak tahun politik sehingga memungkinkan menjalankan sekaligus mengembangkan usahanya tanpa paparan terhadap risiko likuiditas.

Perseroan mengungkapkan, pencapaian positif di segmen residensial tidak seirama dengan marketing sales ModernCikande Industrial Estate (MCIE) yang tercatat sebesar Rp520,35 miliar atau lebih rendah 11,70% dibandingkan Rp581,24 miliar pada tahun 2017. Namun demikian, kata Freddy Chan, perseroan bersyukur mampu melewati tahun 2018 yang penuh tantangan. “Atas dukungan dan kepercayaan seluruh pemegang saham, manajemen telah mengambil langkah-langkah strategis mendayagunakan aset bernilai tinggi untuk mendorong pendapatan dan mengukuhkan struktur keuangan demi mencapai pertumbuhan jangka panjang,” tuturnya.

Lebih lanjut, Freddy Chan mengungkapkan, tantangan global yang semakin meningkat memaksa industri properti untuk menyesuaikan diri dengan dinamika perekonomian, mulai dari peningkatan suku bunga, gemuruh impor dan ekspor, hingga tingginya nilai dolar AS. Sepanjang 2018, perseroan terus-menerus memperkuat kinerjanya di segmen residensial dengan menawarkan produk-produk menarik dari segi harga dan fungsi.

Melalui Jakarta Garden City (JGC) yang merupakan proyek flagship perseroan, telah dilakukan penjualan perdana produk properti komersial terbaru bertajuk New East, produk hunian terbaru yakni Cluster Mahakam, serta meluncurkan Cleon Park Apartment yang merupakan apartemen pertama di JGC. Portofolio usaha perseroan terus pula diperluas dengan mengembangkan pabrik ModernPrecast melalui entitas anak usaha yang bernama PT Modern Panel Indonesia. Melalui entitas anak PT Modern Asia Hotel, perseroan turut pula menambah portofolio perhotelan baru dengan meresmikan Hotel Swiss-Belinn ModernCikande di Serang, Banten.

Perseroan pun, kata Freddy, menjalin berbagai kerja sama strategis yang berorientasi jangka panjang untuk mempertahankan keberlanjutan usahanya. Di tahun 2018, perseroan bekerja sama dengan PT Waskita Karya Realty untuk mendirikan perusahaan patungan bernama PT Waskita Modern Realti demi mewujudkan Kawasan Integrasi Toll Road City di Bekasi seluas 343,5 hektar. ModernCikande Industrial Estate juga menandatangani memorandum of understanding dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Kementerian Agama RI, sebagai bagian dari rencana untuk membangun kawasan industri halal di kawasan MCIE.

Disampaikannya, peresmian Hotel Swiss-Belinn ModernCikande juga sudah mulai berkontribusi ke dalam kinerja perseroan di segmen hospitality sehingga mampu membukukan pendapatan sebesar Rp67,33 miliar dari hotel dan sewa. Selain itu, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp52,93 miliar dari lapangan golf dan restoran club house.

BERITA TERKAIT

Mayora Targetkan Penjualan Tumbuh 11,1%

Masih terjaganya daya terjaganya daya beli masyarakat menjadi optimisme pelaku industri makanan dan minuman (mamin) dan consumer goods bila tahun…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…

Danai Ekspansi Bisnis - PTPP Bakal Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tren perusahaan mencari pendanaan di pasar modal cukup marak pasca pemilihan presiden (Pilpres). Dimana salah satu perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…