Charoen Pokphand Bangun Dua Pabrik Baru - Alokasikan Capex Rp 2,5 Triliun

NERACA

Jakarta – Tingkatkan kapasitas produksi pakan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk berencana membangun dua pabrik baru dengan belanja modal yang disiapkan tahun ini sebesar Rp 2,5 triliun. “Belanja modal tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas pakan, budidaya unggas serta pabrik pengemasan, “kata Presiden Direktur CPIN, Tjiu Thomas Effendy di Jakarta, Kamis (23/5).

Disampaikannya, 50% dari belanja modal atau sekitar Rp1,25 triliun untuk pembangunan dua fasilitas pabrik pakan di Semarang dan Padang. Lalu sekitar Rp600 milliar digunakan budidaya perunggasan serta antisipasi kenaikan harga anak ayam atau day old chicken (DOC). Lalu, Rp250 milliar untuk pengembangan produk makanan olahan dan Rp400 milliar untuk penambahan kapasitas pabrik pengemasan.

Untuk tambahan pabrik pakan ada di Semarang dan Padang, kata Tjiu, rencananya kuartal III/2019 akan mulai beroperasi. Sementara pabrik pengolahan di Medan, Jawa Tengah dan Jawa Timur dan sisanya capex akan untuk pabrik packaging. Perseroan mengungkapkan, pabrik pengemasan mendapatkan alokasi lebih besar daripada pos produk olahan karena kebijakan pemerintah yang menghentikan importasi jagung.

Oleh sebab itu, perseroan pun mengambil kebijakan untuk menambah kapasitas mesin pengering serta silo. Demi mengantisipasi musim tertentu di mana jagung sebagai komponen utama pakan ternak tidak diproduksi dalam negeri."Harga jagung tergantung musim panen bisa di bawah Rp4.000/kg saat panen raya tapi bisa di atas Rp5.000/kg saat tidak panen. Kami akan mengalokasikan [capex] untuk investrasi silo dan dryer gudang demi mengantisipasi saat panen raya jagung supaya kami punya storage dan safety stock," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur CPIN Jemmy menambahkan bila Rp2,5 triliun capex perseroan dapat terserap. Maka perusahaan peternakan terintegrasi itu akan mendapatkan tambahan kapasitas pabrik pakan 7 juta ton.”Kapasitas pabrik pakan kami sekarang 5,5 juta ton dan nanti kalau itu selesai di Padang dan Semarang kurang lebih kapasitas kami bertambah antara 6,5 juta ton sampai 7 juta ton," katanya. Lebih lanjut, Jemmy menuturkan kapasitas penyimpangan jagung atau silo juga akan bertambah dari semula 370.000 ton menjadi dua kali lipatnya yaitu 740.000 ton pada akhir tahun.

Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), perseroan memutuskan membagikan dividen sebesar Rp1,93 triliun atau Rp118 per saham. Nilai dividen tersebut sekitar 42,49% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk 2018. Sebagai informasi, di kuartal pertama tahun ini, perseroan mencatat kenaikan penjualan 21,9% menjadi Rp14,45 triliun dibandingkan dengan periode sama 2018 yang sebesar Rp11, 85 triliun. Adapun, laba CPIN turun pada periode tersebut.

Sementara laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp811,5 miliar atau turun 18,2% dibandingkan dengan periode sama 2018 yang sebesar Rp992,1 miliar. Perseroan mengungkapkan, pos pakan ternak pada kuartal 1/2019 menyumbang 49% pendapatan perseroan atau setara dengan Rp7,05 triliun atau naik dibandingkan dengan kuartal I/2018 sebesar Rp5,74 triliun. Sementara itu, pos peternakan dapat menyumbang 40% pendapatan CPIN dengan nilai Rp5,83 triliun pada kuartal I/2019 atau naik dibandingkan dengan kuartal I/2018 Rp4,64 triliun.

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

Saat Ini Momentum Tepat Starup Go Public

Maraknya beberapa perusahaan starup yang mencatatkan saham perdananya di pasar modal, menjadi sentimen positif bagi perusahaan starup lainnya untuk mengikuti…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…