PGAS Kaji Putusan KPPU Soal Praktek Monopoli

NERACA

Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) mengaku belum menerima putusan KPPU soal praktik monopoli atas lelang Contact Package No.3A Bojonegara-Cikande Distribution Pipeline (lelang CP3A).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan PGAS M. Wahid Sutopo dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Rabu (9/3). Disebutkan, KPPU pada putusan tanggal 7 Maret 2010 telah mengenakan sanksi berupa denda sebesar Rp6 miliar kepada PGAS dan Rp4 miliar kepada PT Kelsri atas praktik monopoli yang dilakukan terhadal lelang CP3A.

"Sampai saat ini, kami belum menerima salinan resmi atas putusan KPPU termaksud. Kami akan mengkaji dan mempertimbangkan untuk menggunakan hak sesuai ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku guna menyikapi putusan tersebut setelah menerima salinan putusannya. Sampai saat ini putusan KPPU ini belum berdampak secara material pada kinerja dan operasional perusahaan."katanya.

Sebelumnya, KPPU menjatuhkan denda administratif kepada terlapor I yaitu PT Kelsri sebesar Rp4 miliar dan Terlapor II yakni PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) Tbk senilai Rp6 miliar melalui putusan perkara No. 38/KPPU-L/2011. Keduanya telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 22 UU No.5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Menurut Ketua Majelis KPPU Dedie S. Martadisastra, berdasarkan rangkaian pemeriksaan yang telah dilakukan tim pemeriksa, bahwa PT Kelsri telah diberikan kesempatan eksklusif oleh PGAS, dengan tetap meluluskan Kelsri walaupun dokumen penawarannya tidak memenuhi syarat. “Lalu, PGAS juga tidak memiliki itikad yang baik dengan menunda penjelasan kepada peserta terkait alasan ketidaklulusan hingga hari terakhir masa sanggah. Sedangkan untuk melakukan sanggahan, peserta harus memiliki jaminan sebesar Rp2 miliar. Disinilah, kami melihat PGAS sengaja melakukan ini agar peserta lain tidak ikut-ikutan menyanggah,” ujarnya.

Tuduhan praktek monopoli berawal dari, PT Kelsri dan PGAS diduga telah melakukan persekongkolan dalam LelangContract PackageNo. 3A Bojonegara - CikandeDistribution Pipeline(Lelang No. 024200.Peng/24/PPBJ-SSWJ/2009). Nilai tender yang ditawarkan Kelsri sebagai pemenang tender sebesar Rp125 miliar dan harga penentuan sendiri (HPS) sebanyak Rp130 miliar, yang berasal dari anggaran PGAS.

Lingkuppekerjaanyang dilakukan antara lain engineering,desain, pengadaan, pemasangan, pengujian dancommissioningjaringan pipa distribusi gas berdiameter 24” antara Cikandeofftakestationdan Bitungofftakestationsekitar30kilometeruntuk dipertemukan dan disambung dengan jaringan pipa distribusi lainnya.

BERITA TERKAIT

OJK Irit Bicara Soal Merger Bank BUMN Syariah

      NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memilih bungkam saat ditanya rencana…

Pelaku Usaha Industri Media Tak Perlu Gentar Bersaing di Era Digital - Ketua KPPU

Pelaku Usaha Industri Media Tak Perlu Gentar Bersaing di Era Digital Ketua KPPU NERACA Padang – Ketua Komisi Pengawas Persaingan…

Go-Jek Menilai Jadi Hambatan IPO - Soal Regulasi Tidak Fleksibel

NERACA Jakarta – Ekspansifnya penetrasi pasar bisnis Go-Jek, banyak dinanti pelaku pasar modal rencana perusahaan unicorn rintisan Indonesia untuk go…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Minat Asuransi Meningkat - Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Nusantara Infrastructure Bagikan Dividen

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana untuk memberikan deviden kepada para…

Metrodata Tuntaskan Merger Anak Usaha

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merampung merger dua entitas bisnis anak usahanya yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dengan PT…